Tak lama mereka sampai di cafe, tempat yang sangat strategis untuk memulai usaha.
"Bang nara, ada kendala apa" tanya aciel yang menghampiri bang nara yang sedang berbincang dengan kepala mandor.
"Hanya kendala di pengiriman bahan baku pembangunan yang terlambat, tapi sudah di atasi agar pembangunan bisa selesai tepat waktu" ucap bang nara yang sedang memperhatikan orang orang yang sedang berkerja.
"Bang nara, kenalin ini kak el, ini kak ev kembarannya, nanti setelah pembangunan cafe selesai langsung serah terima sama kak ev ya bang" ucap aciel sambil mengenalkan mereka.
"Kak ev kalau ada mau tambahan design apa bilang sama bang nara, ini design dan perkiraan cafe ini" ucap aciel sambil menunjukkan design dan tata letak cafe.
"Selanjutnya nanti bang nara lebih banyak komunikasi dengan kak ev ya bang" ucap aciel.
"Oh iya ini liam dan abian" ucap aciel sambil memanggil mereka yang tak jauh dari sana.
"Ini liam nanti dia yang akan bantu di bagian patissier karna dia sangat suka membuat kue, nanti di ajarin aja bang,anak nya cepat menyesuaikan diri" ucap aciel sambil melilik jam di tangan nya sudah menunjukkan pukul 15.00.
"Bang... Balik ke toko yuk udah sore, mau cek buku, abang yang nyetir ya" ucap aciel sambil menyerahkan kunci mobilnya, mereka pun balik ke toko.
Sesampainya di toko aciel langsung mengecek buku pemasukan dan pengeluaran.
"Bang... Udah selesai di cek, uang untuk pegawai juga udah adek siapin, besok siapin roti 50 bungkus ya bang seperti biasa besok adek ambil" ucap aciel sembari menutup buku laporan dan menyerahkan uang pegawai yang sudah dia siapkan.
"Liam... Kamu pikirin dulu aja kalau udah ada jawaban kamu langsung hubungi bang nara, karna nanti nya kamu yang akan bantu bang nara kedepannya". Ucap aciel.
"Bang kita balik ya udah sore juga, kalau ada apa apa langsung kabarin adek" pamit aciel sembari meninggal kan ruangan di ikutin oleh mereka.
Mereka pun pergi meninggalkan toko roti, tak lupa juga aciel membeli roti kesukaan abang abangnya yang di rumah.
"Adek... Dadanya sakit ga dek, entar sampai rumah langsung istirahat ya" ucap el sambil fokus menyetir sedangkan ev menyeka keringat yang membasahi wajah aciel.
"Bajunya basah banget dek, entar sampai rumah langsung ganti ya" ucap ev yang masih mengelap keringat aciel.
El pun segera menambahkan kecepatan agar mereka cepat sampai ke rumah, dalam perjalanan aciel pun tertidur dengan wajah nya yang sedikit pucat.
Sesampainya mereka di rumah aciel yang tertidur pun terbangun lalu turun dari mobil.
Sedangkan yang lain nya menurunkan barang belanja, aciel yang ingin membantu di larang oleh kak el dan kak ev.
"Bi, minuman yang di pesen udah datang? tagihan nya mana" tanya aciel sembari mengambil air hangat lalu meminumnya dan ia juga menyediakan air minum hangat untuk kedua kakak nya.
"Udah sampai den, tagihan nya bibi taro di kamar aden" ucap bibi sambil membantu yang lain memasukan barang belanjaan.
"Barang belanjaan nya tolong di beresin ya bi, terus susu cokelat sama stawberry nya pisahin satu dus nanti hari senin aciel bawa ke sekolah, besok kepasar jam setengah lima subuh ya bi soal nya besok mau masak banyak terus mau aciel bawa" ucap aciel sambil meminum air hangatnya.
"Adek besok ikut kepasar? kakak juga ikut besok, besok bangunin kakak juga" ujar kak el sambil mengambil air hangat yang sudah di sediakan lalu meminumnya.
"Ayo dek ganti baju dulu terus istirahat, muka adek pucat dikit, lihat nih baju adek basah semua" ucap ev yang masuk sambil membawa sisa barang tadi di beli dan tak lupa ev juga meminum air hangat yang sudah di sediakan.
Ev pun segera mengandeng aciel membawa nya kekamar, ia pun mengantikan baju aciel yang basah karna keringet lalu mengeringkan badan nya dan membalurkan minyak agar hangat lalu memakaikan baju dengan lengan panjang.
TBC
-Hoshi-
KAMU SEDANG MEMBACA
뭐라고요
Conto"Kapan mereka bisa menerima diriku?" "Hiks... Hiks... Hiks... "Tapi adek gimana, aku ga mau kehilangan adek" "Kalian ga lupa kan dia itu pembawa sial di rumah ini" "Jangan lupakan atas apa yang di lakukan anak itu, seharusnya semenjak orang tua kit...
