Ketika menuju pintu depan aciel dikagetkan dengan suara berat kakaknya.
"Obat nya kenapa ga di bawa" tanya kak el, ciel berbalik badan pelan takut takut melihat kak el yang tiba tiba sudah ada di belakang nya.
"Maaf ketinggalan kak, aciel terburu buru takut ketinggalan bus" cicit aciel pelan.
"Lain kali obatnya jangan ditinggal,jangan lupa di minum obatnya, hati hati di jalan" ucap kak el sembari mendekatinya guna memberikan obatnya lalu ia mengusak pelan pucuk kepala sang adik lalu dengan cepat ia mencium kening adiknya.
Aciel yang tiba tiba mendapatkan perlakuan dari kak el terdiam sebentar lalu membungkukan badannya guna berterimakasih setelahnya ia berlari pelan menuju halte untuk menunggu temannya.
El yang melihat aciel kaget hanya tersenyum tipis lalu ia kembali kekamar aciel merebahkan dirinya di samping kembarannya yang masih tertidur pulas lalu dia memeluk kembarannya tak lama rasa kantuk pun menguasai nya, ia pun tertidur lagi.
Ev terbangun ketika ada tangan yang memeluk perut, ia kaget melihat ada kembarannya tertidur di sampingnya, ev melirik jam di atas meja menunjukkan pukul 06.55.
Pasti aciel sudah berangkat sekolah pikir ev. "El... El... El... Bangun, udah pagi, ayo turun sarapan, kita udah di tunggu yang lain nya" Usapan pelan ev membuat el terbangun dari tidurnya.
El yang terbangun dari tidurnya langsung memeluk erat tubuh kembarannya sambil mendusal di perut kembarannya itu ia berguam
"Jangan tinggalin el tidur sendiri, el ga bisa tidur semalaman ga ada ev di sebelah el" cicit el, kebiasan sikembar dari dulu selalu memeluk ketika bangun tidur.
"Ia el, ev ga tinggalin el lagi, el semalam nyamperin ev kan, tidur di sini juga" tanya ev yang hanya mendapat angkukan kepala dari el.
Ev hanya tersenyum melihat kembarannya yang sangat manja "Ayo kita kebawah, sudah di tunggu yang lain nya untuk sarapan" ajak ev sembari menarik pelan tangan kembarannya
"Tunggu el belum cuci muka n gosok gigi" ucap el yang lari kembali kekamarnya.
"Ayo ev, el udah selesai" ajak el sambil mengandeng kembarannya yang menunggu ia di kamar, lalu mereka berdua turun bergandengan menuju meja makan
"Pagi semua" ucap el n ev berbarengan sambil mengambil tempat duduk yang kosong lalu mengambil sarapan yang sudah di buat oleh aciel.
Sementara itu di lain tempat. Aciel yang telah sampai dihalte mendudukan dirinya di bangku panjang sembari mengatur nafasnya yang berasa sesak, terlihat wajahnya sedikit pucat dan peluh keringat menghiasi wajahnya.
Ia memejamkan matanya guna menetralkan nafasnya dan juga detak jantungnya yang tak beraturan, perlahan menarik nafas panjang lalu menahannya tiga detik terus membuangnya sembari mengurut pelan dadanya yang sakit, ia terus mengulanginya hingga merasakan nafasnya yang sudah tenang dan detak jantungnya yang sudah kembali normal.
TBC
-Hoshi-
KAMU SEDANG MEMBACA
뭐라고요
Short Story"Kapan mereka bisa menerima diriku?" "Hiks... Hiks... Hiks... "Tapi adek gimana, aku ga mau kehilangan adek" "Kalian ga lupa kan dia itu pembawa sial di rumah ini" "Jangan lupakan atas apa yang di lakukan anak itu, seharusnya semenjak orang tua kit...
