Typo banyakk!
Bagaimana rasanya hidup berdampingan dengan dia yang faham agama, namun belum selesai dengan masa lalunya?
Dia yang keras kepala namun porak poranda batinnya. Dia yang berusaha sembuh dan mencoba menghargai apa yang sudah menjadi mili...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seorang gadis melengguh pelan ketika cahaya matahari menyilaukan matanya, ini sudah jam berapa?, pikir gadis itu. Kenapa gorden sudah terbuka di pagi hari seperti ini? .
Azea segera duduk sambil mengumpulkan nyawa sebelum memulai ritual paginya. Ia sedikit menyipitkan matanya menerawang jam yang tergantung apik di dinding.
05:40
Gadis itu membualatkan matanya, pantasan saja matahari sudah timbul. Ia juga baru menyadari ranjang disebelahnya sudah kosong, biasanya jika ia telat bangun Ezalah yang membangunkannya. Apa dia masih marah?.
Azea bergegas memasuki kamar mandi untuk bersuci, biasanya Eza menyuruhnya mandi terlebih dahulu baru melaksanakan shalat subuh, namun kali ini tidak akan sempat.
Setelah selesai berwudhu, ia mengambil mukena, beristighfar beberapa kali sebelum melaksanakan kewajibannya.
Jam 06:15 Azea sudah siap dengan seragam sekolahnya, ia meraih handphone miliknya dinakas lalu menghubungi nomer Eza. Harap-harap cemas dengan laki-laki itu.
Azea mengalihkan perhatiannya ketika mendengar suara ponsel berbunyi nyaring. Itu bukan ponselnya. Ia segera mengambil hoodie hitam yang dikenakan Eza tadi malam, benar saja dikantong hoodie itu terdapat handphone hitam berlogo apel, yang tak lain adalah ponsel milik Eza.
Azea menghela nafas pelan, bagaimana ia tau keberadaan Eza jika laki-laki itu sengaja meninggalkan handphonenya. Azea cemas dibuatnya, apakah Eza memang seperti ini jika marah?. Gadis itu kembali menghela nafas, ia memasukkan handphonenya dan handphone milik Eza kertasnya. Lalu menuju sekolah.
_
Zea melangkahkan kakinya pelan di Koridor, ia tidak bersemangat pagi ini karena Eza hilang bagaikan ditelan bumi. Sedangkan Brams berjalan berlawanan arah dengan Azea, laki-laki itu menatap fokus kedepan tanpa memandang Azea sedikitpun, biasanya dari jauh Brams sudah memanggilnya. Apakah Brams juga marah karena ia menolaknya tadi malam? . Kini Azea menjadi serba salah, sungguh ia tak menyangka akan berakhir seperti ini.
Tak ayal banyak yang menggunjing nya pagi ini
"Sok cantik pake acara nolak Brams."
"Mereka kayaknya musuhan, mana ketos sama waketos."
"Azea emang ga cocok sama Brams, dia lebih cocok jadi istri gue."
"Najis!"
"Emang dia pikir penolakannya keren?"
"Dia udah punya pacar katanya."
"Hubungannya terlalu privasi sampai orang ga ada yang tau."
"Wajar kalau Brams nembak dia, kan Brams ga tau kalau dia udah punya cowok."
Dirinya dan Brams tiba-tiba menjadi trending topik di sekolah. Azea seakan tuli, gadis itu tak peduli dan terus melangkah menuju kelasnya, hingga sebuah teriakan lengkingan memenuhi koridor sekolah dan membuat beberapa siswa maupun siswi tadi terdiam.