BAB:24.SEBUAH KEPERCAYAAN

1.9K 167 11
                                        

Assalamu'alaikum

Haiii

Tolong apresiasinya gaes, aku udah berbaik hati rajin up

Typo banyak!

Jangan lupa bismillah

Pagi senin ini Azea tidak semangat seperti biasanya, ini adalah hari ke tiga Eza pergi, mereka selalu melakukan panggilan video dari malam hingga pagi, bahasa kerennya sleep call

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pagi senin ini Azea tidak semangat seperti biasanya, ini adalah hari ke tiga Eza pergi, mereka selalu melakukan panggilan video dari malam hingga pagi, bahasa kerennya sleep call. Hari ini adalah hari pertama Azea kembali bersekolah setelah libur tengah semester kemarin.

"Bibi buatin nasi goreng aja ya non?, nanti upacara loh, kalau cuma makan roti nanti sakit," ujar bi Ijah khawatir.

"Azea ini strong bi," balas Azea sambil menunjukkan otot tangannya yang kempes. Bi Ijah hanya terkekeh melihatnya.

"Sepi banget ga ada kak Eza, " ujar Azea lesu, gadis itu menumpukan kepalanya diatas meja.

"Tuan muda Eza sejak dulu memang jarang dirumah non," kata bi ijah. Ia sudah sekitar 8 tahun bekerja dirumah Anandra, bahkan sebelum Eza kembali pada papanya itu ia sudah bekerja disana.

"Dia ga cape apa ya bi?. Pagi kalau ga kuliah ya mondok, sorenya ke kantor papa Anandra, malemnya acara majelis dan pulangnya larut. Apa ga remuk badannya," Azea menghela nafas pelan membayangkan padatnya jadwal Eza dalam satu hari.

"Namanya manusia pasti ada capeknya dong non. Cuma tuan muda Eza itu bertanggung jawab, kalau ga tumbang ga mau berhenti," kata bi Ijah sambil terkekeh pelan.

"Zea itu khwatir bi," ucapnya pelan.

Azea melirik jam tangannya, sudah jam 6:30 . Gadis itu meminum segelas susu yang sudah disiapkan bi Ijah hingga tandas. Kemudian ia menegakkan tubuhnya dan mengalami bi Ijah.

"Zea berangkat bi."

"Siapa yang nganterin non?" Tanya bi Ijah

"Zea pakai ojek online bi," balas Azea.

"Assalamu'alaikum," ujarnya riang.

"Wa'alaikumussalam, hati-hati," jawab bi Ijah, Azea mengacungkan jempolnya sebelum berlari menuju pintu utama. Abang ojolnya sudah menunggu didepan.

Bi Ijah tersenyum tipis melihat kelakuan gadis itu, Azea itu sopan, baik hati dan juga ramah. Bukan seperti majikan melaikan seperti teman sendiri.

Jam 06:50, Azea sampai disekolahnya, gadis itu bejalan pelan menuju kelas. Ia lupa bahwa hari ini adalah tugasnya untuk piket kelas, namun sayangnya teman-teman yang piket dihari yang sama belum ada yang datang satupun. Mau tak mau Ia menyapu, mengepel dan mengelap meja seorang diri, apalagi kelas ini hampir 2 minggu tidak ditempati, sangat berdebu. Ketika kelasnya sudah bersih barulah teman-temannya datang. Azea hanya menghela nafas sabar melihatnya. Tak apa ia Ikhlas.

EZAZEA(end)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang