14🍁

131K 11K 148
                                        

🍁🍁🍁🍁🍁 14

"shhhh akhhh pelan-pelan"

Bukanya melembut Arana semakin kuat menekan luka di pipi tunangan nya.

"Rasain, gak perduli gue" judes gadis itu

Hades menatap gadis di depan nya heran.
"Gak perduli kok ngobatin?"  Tanya nya.

"Terpaksa" balas gadis itu

"Bilang aja kalo shhhh khawatir"

Arana mendelik, dengan penuh dendam gadis itu menekan dalam luka di pelipis Hades.

"Aww awww sakit anjir, main di toyor aja."

"Huhh Bodo amat"

Hades hanya bisa pasrah dengan tingkah gadis mungil yang kini sedang fokus mengobatinya.

"Lagian kenapa sih pake acara berantem segala" gadis itu kembali bersuara.

"Dia yang mulai"

"Tapi gak mungkin ada asap kalo gak ada api"

"Api muncul juga ada sebabnya Ara" Arana terdiam mendengar itu.

"Baik itu disengaja maupun tidak, muncul nya api itu ada penyebab nya" lanjut Hades.

Mendengar itu membuat Arana berpikir keras. Haruskah dia mengorek lebih dalam penyebab permusuhan antara Hades dan Malvin?

Suasana berubah jadi tegang

"Ehem e-emangnya masalah kalian apa sih? Rebutan cewek?" Tanya Arana asal. Tangan nya bergerak membereskan kotak p3k yang baru saja dia gunakan. Niatnya ingin mencairkan suasana, tanpa menyadari, pemuda di depan nya memandang dirinya dengan tatapan rumit.

"Menurut lo apa?"

Mendengar itu membuat Arana menghela nafas panjang.
"Yaaa mana gue tau Hadessuuu, makanya gue tanya." Gadis itu menatap tunangan nya.
"Apa jangan-jangan beneran rebutan cewek ya?" Tudingnya.

Hades tersenyum miring. Tangan nya bergerak merapikan anak rambut tunangan nya.
"Yahhh maybe"

Arana melotot tak terima. Dengan kasar dia menyingkirkan tangan Hades dari pipinya

"Kok gitu sihh su, terus gue gimana monyet!"

Hades menaikan salah satu alisnya bingung.

"Maksud lo?"

"Gue tunangan lo monyet!" Sewot Arana.

Hades terkekeh mendengarnya.
"Ya lo milik gue" tandasnya mutlak. Kata-katanya penuh penekanan seakan tak bisa dibantah.

"Yi li milik gui" nyinyir Arana
"Bacotan cowok yang gak bermutu"

Pemuda itu mengulum senyum geli. Tangan kekar nya menarik Arana untuk dapat duduk di pangkuanya.

Gerakan cepat itu membuat Arana tak bisa berkutik. Gadis itu memandang Hades cengo. Kini jarak mereka terpaut beberapa senti saja.

"Makin kesini lo makin kasar ya?" Bisik Hades.

"Mulut lo minta di hukum" wajah Hades mendekat.

Arana panik, dirinya bergerak tak nyaman di pangkuan sang tunangan.

"Hades-

"Ingat Ara lo udah punya gue"

Pemuda itu bersandar pada pundak Arana. Pelukanya mengerat
"Jangan macam-macam" bisiknya rendah

"Kalo lo gak mau nyesel"

Tiba-tiba terdengar suara grasak-grusuk dari luar.

"Hades beneran di uks?"

"Iya tadi gue tanya sama Jojo sih gitu"

"Yaudah lah sikat!"

Brakkk

"Anjir mata gue!!"

Sebelumnya....

Arana memaksa masuk dalam kerumunan siswa-siswi yang sedang berseru heboh

"Anjir main jotos aja!"

"Ihhh serem weyyy"

"Tuh tuh hidung nya berdarah"

"Mereka berantem kenapa sih?"

"Kamu nanye?"

Ketika Arana berhasil masuk dalam kerumunan itu, dia bisa melihat dua orang pemuda yang sedang adu kekuatan layaknya tarung ayam.

Di samping salah satu pemuda, gadis yang baru saja berbicara padanya tengah berusaha menghentikan pemuda itu.

"Malvin udah!"

Arana mendegar Mira berteriak.

Seru juga anjir batin Arana melihat pertarungan yang semakin panas.

Kondisi kedua pemuda itu terbilang cukup parah. Yang satu mimisan yang satu bibir berdarah. Dua duanya punya blush on alami di pipinya tapi dengan warna yang berbeda.

Ketika Malvin meludah Arana bisa melihat darah yang bercampur saliva.

Intinya luka keduanya sama-sama parah.

Sejatinya Arana bingung, bagaimana cara menghentikan mereka. Apa jika Arana yang tiba-tiba memeluk Hades dari belakang perkelahian ini akan berakhir seperti di novel yang sering ia baca?

Sepertinya harus di coba gadis itu membatin

Kakinya baru maju satu langkah tapi tiba-tiba seorang guru menarik kerah Hades dari belakang.

"Bagus ya? Gak sekalian bawa golok hah!?"

Yahhh gagal romantis Arana.

🍁🍁🍁🍁🍁

"Apa lo gak bisa? Batalin pertunangan ini?" Ujar Arana pada sang calon tunangan, siapa lagi jika bukan Hades.

"Kenapa gak lo aja yang batalin?" Hades membalikan pertanyaan Arana.

"Kalo gue bisa, gue gak bakal minta sama lo!" Dengus Arana kesal

Hades tersenyum miring. Matanya menatap Arana dari atas sampai bawah hingga membuat sang empu risih.

"Jika begitu....biarkan pertunangan ini tetap berjalan sebagaimana mestinya."

Sontak saja Arana menatap Hades tak percaya. Dia kira Hades bisa diajak bekerjasama. Nyatanya?

"Hades, gue punya pacar. Jadi tolong bantuanya. Tolong batalin pertunangan ini." Pinta Arana hampir putus asa

Hades menatap Arana menantang
"Kalo...gue gak mau?"

"Hades, jangan mempersulit keadaan!"

Mendengarnya membuat Hades terkekeh sinis
"Siapa di sini yang mempersulit?"

Arana diam

"Dari kemarin, lo yang mempersulit diri lo sendiri Ara."

"Gue terlalu males mengubah sesuatu yang tidak bisa diubah"

"Jadi....terima saja nasib lo yang sekarang ini...Arana..."

Setelah mengatakan itu, Hades meninggalkan Arana sendiri di taman belakang keluarga Wilson.

Tunangan Antagonis Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang