7🍁

177K 13.5K 339
                                        

🍁🍁🍁🍁🍁

"udah ya? Capek banget sumpah"

Hades tak memperdulikan rengekan Arana. Dia tetap fokus menaik turunkan tubuhnya.

Cuaca cukup terik membuat Arana lagi-lagi mengumpat tertahan atas tingkah pemuda yang satu ini.

"Ishhh Hades!" Tidak ada tanggapan. Pemuda itu fokus pada kegiatanya
Tidak memperdulikan rengekan Arana yang bagai angin lalu.

Arana menatap Hades penuh permusuhan, walau mempunyai pribadi yang dingin-dingin cuek ternyata tunangannya ini mempunyai sisi yang mengesalkan.

"Hadesssss udah, malu tau daritadi diliatin anak lain." Gadis itu tetap merengek.

Bagaimana tidak, daritadi banyak siswa yang melihat mereka dengan pandangan yang berbeda-beda.

"Salah sendiri"

Arana mencibir, menatap pemuda yang daritadi tidak ada lelahnya, badannya bercucuran keringat namun itu malah menambahkan kesan seksi.

"Gue turunin ya?" Bujuk gadis itu

"Gak"

"Hadessssuuu ngeselin lo"

"Tambah sepuluh menit."

"Anjing"

"Dua puluh menit"

Arana menganga. Menatap Hades tidak percaya. Kenapa pemuda itu sangat tega? Dan kemana sifat cuek dingin yang selama ini jadi ciri khasnya?

Awas ya gue bales lo babi

Akhirnya Arana pasrah, gadis itu membiarkan Hades berbuat sesukanya.

Sampai lima menit telah berlalu Hades sudah menyelesaikan olahraga pull up nya.
Mendekati Arana yang masih setia menjewer kupingnya sendiri dengan salah satu kaki yang diangkat. Pemuda itu terkekeh ringan.

Dengan gemas Hades mengacak surai hitam sang tunangan.
"Lucu banget" mendengarnya Arana mendelik sinis

Lucu pantatmu

"Kantin dulu ya? Laper kan?"

Mata Arana berbinar. Ternyata Hades tak sekejam yang gadis itu kira. Oh apakah tiba-tiba dia kesambet setan pohon kelengkeng yang berada di samping mereka berada?

"Yaudah ayok!" Ujarnya semangat. Melepaskan jewerannya dan menggandeng lengan Hades.

Hades diam tak bergerak

"Ngapain?" Hades bersuara

Arana menyergit bingung

"Kantin kan?"

Mendengarnya membuat Hades memutar bola matanya malas.

"Belum selesai. Lagi" Hades melepaskan tangan Arana dari lengannya. Lalu menuntunya agar kembali menjewer telinga Arana.

Gadis itu cengo

"Ka-katanya mau ke kantin?"

"Emang" ujar Hades santai

"Terus-

"Gue yang ke kantin. Lo tunggu sini"

Mata Arana membulat
"Ap-apa!?"

Hades menaikan salah satu alisnya dan tersenyum jenaka
"Ya?"

"Sambil kayak gini!?" Pemuda itu mengangguk

"Ya gila!!" Pekik gadis itu tak percaya.

Hades terkekeh ringan. Menyenangkan juga rasanya mengerjai gadis ini.

"Gue pergi ya? Dan ya, gue mau ganti baju dulu baru ke kantin" Pemuda itu mengibas-ibaskan kaos olahraganya.
"Gerah"

"Lama dong hadesssss"

"Emang gue peduli?"

"Hadessssuuu"

Hades tetap tak peduli dan berlalu pergi

Arana?

Jangan kira Arana akan menuruti perintah Hades. Siapa yang mau?

Setelah punggung Hades tak terlihat, Arana melepaskan jeweranya dan pergi begitu saja.

🍁🍁🍁🍁🍁

Dari jauh dua orang pemuda menyaksikan keributan yang diciptakan pasangan itu. Yang satu menatap mereka bingung dan yang satu menatap mereka rumit.

"Lucunya"

Akmal yang mendengar lirihan dari pemuda di sampingnya menoleh ngeri.
"Lo bilang Hades lucu?!" Ujarnya tak menyangka. Sedangkan pemuda yang dituju diam tak menjawab

"Jangan bilang penyebab permusuhan di antara kalian-
Belum sempat dia menyelesaikan ucapnya, Malvin sudah menatapnya setajam laser.

"Uhuk-uhuk"

"Gadis itu lucu"

Akmal menyergit. Mencoba menerka siapa gerangan yang di maksud oleh sahabatnya ini.

Setelah sadar akan satu hal dia mejentikan jarinya

"Mira yang lo maksud? Astaga Malvin baru juga pisah beberapa jam udah kangen aja?"

Malvin yang mendengarnya terkekeh.
"Mira itu cantik, apalagi jika berlumur darah dia akan jadi sangat cantik"

Akmal berdigik ngeri. Bulu romanya seketika berdiri

Mata tajam Malvin berubah berbinar
"Tapi dia lucu apalagi dengan ekspresi yang seperti itu"

Akmal bertambah bingung
"Maksud lo? Siapa sih?"

Pemuda itu hanya melirik Akmal tanpa minat lalu pergi meninggalkan tempat itu beserta Akmal

Dalam jalannya Malvin menyerigai lebar

"Wait me" bisiknya rendah

🍁🍁🍁🍁🍁

"Lo harus nolak perjodohan ini" titah Malvin pada seorang gadis di depanya.

Pemuda itu menatap tajam seakan tidak mau dibantah

Mira---gadis itu tersenyum manis dan menyelipkan rambutnya ke belakang telinga.

"Kalo.... aku gak mau?" Goda Mira menatap Malvin menantang.

"Lo....bakal benar-benar menyesal Mira..."

Kekehan keluar dari bibir Mira. Kenapa Malvin ini sangat lucu? Mira...jadi semakin cinta.

"Kenapa harus menyesal? Aku akan menikah dengan orang yang aku cintai. Bukanya aku akan bahagia?"

Malvin menarik salah satu sudut bibirnya. Matanya memandang Mira rendah.

"Seberapa besar rasa lo itu ke gue hm?"

Mira meletakan jari telunjuknya pada dagu seolah sedang berpikir

"Berapa yaa...?"

"Seluas samudra? Sedalam lautan? Ahhh aku rasa itu semua masih kurang.

Malvin berdecih. Memuakan pikirnya.

"Lihat saja Mira, setelah ini apa lo masih dengan keputusan lo atau... memilih mati"

Lagi-lagi Mira tersenyum manis

"Oke.....lets see sayang..."

🍁🍁🍁🍁🍁🍁










Tunangan Antagonis Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang