25🍁

91.8K 6.7K 194
                                        


🍁🍁🍁🍁🍁

Seorang pemuda keluar dari sebuah gedung tua pada sebuah hutan. Dilihat dari tampilanya, gedung itu seperti tidak berpenghuni.

Memakai Hoodie hitam dengan penutup kepala yang ia pakai, sarung tangan hitam, dan bermasker hitam.

Sangat misterius.

Tangan kanan nya memegang sebuah tongkat baseball yang ujungnya terdapat bercak berwarna merah.

Dengan langkah tegasnya dia menjauhi gedung tua itu.

"Berhenti"

Langkah pemuda itu terhenti. Berbalik pada sumber suara. Di sana terdapat pria paruh baya dengan kemeja dan celana bahan berwarna hitam.

Pemuda itu menatap tajam pria di depanya. Genggaman pada tongkat baseball mengerat. Urat-urat lehernya terlihat dengan jelas.

Tak lama kemudian pemuda itu terkekeh sinis.

"Lancang sekali" desisnya tajam.

Melihat respon pemuda itu membuat pria paruh baya tersenyum miring. Salah satu tangannya ia simpan pada saku celana.

"Apa maksud mu?"

Cihhhh

Pemuda itu berdecih

"Kau menguntit"

Pria paruh baya itu terkekeh ringan. Lalu tangan yang satunya menyugar rambutnya yang hitam legam.

"Apakah salah?" Tanya nya tersenyum mengejek.

Pemuda itu mendengus tak suka.
"Menurut mu saja"

"Ohhh benarkah?"

Pria paruh baya itu mengelus dagunya sendiri seolah-olah sedang berpikir.
"Menurut ku tidak salah menguntit anaknya sendiri" pria itu tersenyum puas
"Yahhh semacam penjagaan terhadap anak"

"Aku bukan anakmu!"

Pria itu melotot terkejut. Namun seolah dibuat-buat. Tangan kanan nya memegang dada sebelah kiri.
"Kau tahu? Aku sungguh terluka"

"Cihhh drama"

Pria itu hanya bisa terkekeh. Akhh kenapa anak ini sangat menggemaskan. Sudah lama sekali dia menanti hari ini. Dan akhirnya hari itu tiba.

"Berapa korban mu hari ini?"

"Apa peduli mu?"

Kenapa respon anak ini sangat menyebalkan?
"Heyy son, aku ayahmu"

"Tidak sudi"

Pria itu dibuat semakin menganga tak percaya. Sungguh anak yang sangat sopan.

"Hades dengarkan aku. Ibumu d-

Bughhh

Pria itu meringis pelan ketika tongkat baseball di tangan pemuda itu melayang mengenai kepalanya. Akhh apakah kepalanya akan bocor?

"Jangan berani menyebutnya dengan mulut kotor mu"

"Sangat lancang, tapi aku suka. Ternyata kau tumbuh dengan kriteria yang aku inginkan" ucap pria itu.

"Apa maksud mu"

Pria itu menatap jengah pemuda di depannya. Apa masih belum sadar?

"Heyy apa kau tidak melihat ada yang berbeda dari diriku?" Tanya nya serius

Hades termangu. Kemudian meneliti setiap inci pria di depanya. Baru ketika dia menatap mata itu dia tersadar.

Seharusnya pria itu memiliki bola mata berwarna coklat terang. Namun pria di depannya ini memiliki bola mata berwarna amber.

Tunangan Antagonis Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang