34🍁

63.8K 5.1K 129
                                        

*Send picture

:Pada akhirnya gue yang menang

Prangggg!!

Hades, pemuda itu melempar ponselnya ke arah dinding sampai benda tak bersalah itu hancur.

Urat-uratnya menonjol keluar
Matanya menyorot tajam. Hidungnya kembang kempis menahan amarah.

Berani-beraninya

Berani-beraninya pemuda itu menyentuh miliknya. Awas saja jika sampai miliknya sampai lecet, Hades tak akan pernah mengampuni si bedebah sialan itu.

Mendengus samar, Hades memainkan pisau bolpoin kesayanganya. Apa bajingan itu pikir Hades akan sebodoh itu? Hell dirinya baru saja bertelponan dengan gadis itu namun entah tidak ada angin tidak ada hujan panggilan mati secara sepihak.

Jadi...ini ulahnya?

Hades terkekeh smirk. Akhhh bagaimana jika dia membalas kejutan bajingan itu dengan hadiah yang lebih besar.

"Du....du....du...."

Suara itu berhasil mengambil alih atensi pemuda jakung itu. Menoleh, dia dapat melihat orang paruh baya membawa pisau yang besinya sudah menguning.

Sembari bersenandu sesekali bersiul laki-laki tua itu menuju pintu yang sedikit lapuk.

"Apa yang kau lakukan"

Orang itu berhenti lalu menghadap Hades lalu terkekeh. Memutar pisaunya dengan lincah laki-laki paruh baya itu membasahi bibirnya yang kering lalu mengusapnya dengan jempolnya sendiri.

"Menurut mu?"

"Jangan"

Laki-laki itu terkekeh mendengar larangan dari seorang yang ia akui sebagai anaknya.

"Ahhh jangan bilang kau sudah sayang padanya sebagai ibu sambungmu?"

Hades terkekeh sinis. Tidak ada rasa sayang hanya ada rasa benci yang membara.

"Jangan sendiri, aku juga ingin mencokel matanya"

"Huhh?"  Kevan memicingkan matanya.

"Ck, ayo. Setelah ini aku ada urusan" Hades bangkit, menghampiri Kevan, lalu masuk ke dalam ruangan dimana wanita itu disekap terlebih dahulu.

Melihatnya membuat Kevan menggeleng samar

"Ck, itu baru anakku"

🍁🍁🍁🍁🍁

Seorang gadis mengerjabkan matanya. Ketika dirinya membuka mata rasa pusing menguasai kepalanya. Perlahan dirinya bangkit dari posisi tidurnya.
Mengingat apa yang terakhir kali menimpa dirinya. Seketika gadis itu langsung terperanjat.

Nafas gadis itu memburu ketika menyadari jika dirinya berada di tempat asing.

Cklek

Pintu bercat coklat itu terbuka. Ketika seseorang masuk dengan nampan di tangannya mata Arana membulat.

"Pagi, gimana tidurnya, nyenyak?" Tanyanya lalu meletakan nampan di atas nakas

Tunangan Antagonis Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang