3🍁

218K 14.4K 191
                                        

🍁🍁🍁🍁🍁

"Rana?"

Rana tersentak dari lamunannya, lalu menatap seorang pria paruh baya dengan pakaian kantornya. Dia adalah Dika Wilson, ayah dari Arana Wilson.

"Ehh i-iya?" Rana menjawab linglung

"Kenapa makan nya gak selera gitu? Makanannya gak enak?"

Rana kelabakan, jujur saja dirinya masih merasa asing dengan dunia ini begitupun dengan para tokohnya. Sebelumnya mereka tidak saling mengenal bukan? Lalu sekarang secara tiba-tiba disatukan menjadi keluarga. Ahh walaupun disini hanya jiwa Rena yang tidak mengenali mereka.

"Enggak kok p-pa, makanannya enak" Arana tersenyum kikuk

"Kamu sakit?" Kini pandangan Rana beralih pada seorang wanita kini menatapnya khawatir. Dia wanita berdaster kemarin. Namanya Dela Wilson, ibu dari Arana.

Rana menggelengkan kepala sebagai jawaban. Lalu mulai fokus pada makanannya.

"Aku baik-baik aja"ujar Arana pelan lalu mulai memaksakan makan.

"Oh ya, kata mama, kemarin Hades kesini?" Dika kembali membuka obrolan.

Rana berhenti mengunyah lalu mengangguk singkat.

"Bagaimana hubungan kalian sekarang?"

"Maksud papa?"

"Kalian jadi lebih dekat mungkin?" Tebak Dika yang membuat Arana berspekulasi yang tidak-tidak

Rana termenung, jadi selama ini hubungannya dengan Hades tidak rukun apa bagaimana?

"Kayaknya ada kemajuan deh pa, kemarin aja mereka seharian di kamar. Berdua doang lagi." Ujar Dela tanpa beban yang diakhiri tawa cekikikan.

Takkk

Dika berhenti memotong roti panggangnya lalu menatap Rana dengan alis bertaut.

"Ak-aku gak ngapa-ngapain!" Rana panik. "Suerr!!" Lanjutnya dengan menunjukan tanda peace.

"Emangnya papa tanya kamu ngapain aja sama Hades?"

Damn

Rana menatap Dika memelas. "Paaa" rengeknya.

"Hahaha, ya ampun Rana. Kenapa panik gitu? Emang kemarin ngapain aja sama Hades?" Goda Dela yang tambah membuat Rena frustasi.

"Gak ngapa-ngapain ma" lirihnya.

Dela mengulum senyum jenaka "Ngapa-ngapain juga gak papa kok, asal setelah itu mau dinikahin."

Pantatmu

"Gak boleh ya ma, nunggu sah dulu." Dika bersuara.
"Papa gak mau putri papa hamil di luar nikah. Apalagi jika mental Rana belum siap. Jangan sampai Rana nanti menikah dalam keadaan terpaksa." Dika berujar tegas, namun Rana tahu ada nada kekhawatiran di sana. Untuk sekejab perasaan Rana menghangat.

Dela menghela nafas lalu dengan gemasnya mencubit pipi anaknya
"Iya-iyaa yang kesayanganya papa"

"Sakit maa"

"Utututu tayangnya mama sakit...? Mana yang sakit hm?" Lalu dengan lancangnya Dela mengecup pipi Rana yang tadi dia cubit.

"Ishh mama...." rengeknya.

"Sudah-sudah, Rana cepat habiskan makananmu. Sebentar lagi Hades bakalan jemput."

🍁🍁🍁🍁🍁

Pagi ini SMA Cendana dihebohkan dengan kedatangan salah satu most wanted mereka dengan anak eksul Sastra.

Hades Giovandrick yang terkenal akan sifat dinginnya sukses membuat gempar satu sekolah. Bukan hanya murid tapi guru dan kariawan lainya turut melongo melihat pemandangan yang satu ini.

Selama ini Hades tidak pernah terlibat kasus asmara dengan siapapun. Tapi lihat apa yang terjadi sekarang.

Hades juga jarang berinteraksi dengan siswa lain.

"Lo ada hubungan apa sama Hades Ran?" Rana menatap gadis kucir kuda ini gugup.

Arana sudah berada di kelasnya dan duduk di kursi nomor dua dari depan dengan deretan kursi paling jauh dari pintu.

"Hub-hubungan apa emangnya?"

"Yeuhh lo, ditanya malah tanya balik" Sasti menggeplak pelan kepala Rana membuat sang empu meringis pelan.

"Aduhh, sakit woy."

"Sasti nakal banget, kasian tau Rana nya."  Kata Lia.

"Diem lo" semprot Sasti  membuat Lia langsung menutup mulutnya rapat-rapat dengan mata yang menatap memelas.

"Berisik!" Ketiga gadis itu berjengit. Menatap aneh pada Puput yang tengah bermain dengan angka di bukunya.

"Si Paling ambis" Rana mengangguk setuju mendengar bisikan dari Sasti.

Rana menghela nafas panjang. Mereka adalah teman-teman Arana Wilson.

Lalu dengan langkah gontainya dia duduk di bangku sebelah Puput si anak ambis.

Jujur saja Rana masih berharap ini adalah mimpi.

🍁🍁🍁🍁🍁

Rasa lega melingkupi Arana ketika hajatnya telah terselesaikan. Gadis itu lalu mencuci tanganya pada wastafel.

Cklekkkk

Arana tahu, ada seseorang yang masuk, namun dirinya cuek-cuek saja. Palingan juga orang mau pipis.

"Ohhh....haii...Arana..."

Merasa nama raga ini dipanggil, Arana menoleh. Di sampingnya berdiri seorang gadis yang sedikit lebih tinggi darinya tengah tersenyum lembut.

Cantik banget gilaaaa.....

"O-ohhh..haiii.." Arana membalas tersenyum kikuk setelah itu mematikan kran yang baru dipakainya.

"Duluan yaaa..." Pamit Arana

Lalu ia, mengambil beberapa lembar tisu yang tersedia dan hendak meninggalkan toilet, namun gadis asing tadi menghentikan langkahnya.

"Arana..."

Arana menoleh ke belakang menatap penuh tanya.

"Seberapa indah masalalu kalian...tetap saja, sekarang dia udah jadi milikku"

"Hahh...?"

Gadis tadi kembali tersenyum lembut lalu berjalan menuju Arana, sempat menepuk pundak Arana dua kali, gadis itu berbisik pelan.

"Jadi.... siapa di sini pemenangnya?"

🍁🍁🍁🍁🍁

Deng Deng deng....

Yang udah pernah baca cerita ini sebelumnya, aku mau infokan aja nihhh, mungkin nanti ada perubahan karakter dan alur yaaa jadi jangan kagettt.

Soalnya yang kemarin itu berantakan banget alurnya bahahaha

🍁🍁🍁🍁

Ku suuukaaa Le Haechan....

Jujur aku sukaa.....

Sejak pertama Haechan....

Menampakan dirinya....

Tunangan Antagonis Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang