🍁🍁🍁🍁🍁
Hades keluar dari kamar mandi hanya dengan berbalut handuk berwarna putih yang melilit sempurna di pinggangnya. Tangannya bergerak mengeringkan rambut menggunakan handuk kecil.
Pikiranya sekarang sangat kacau. Apalagi setelah bertemu dengan seorang pria yang sangat mirip dengan sang ayah yang mengaku sebagai kembaran sang ayah. Sebenarnya itu masuk akal. Hanya saja akuan dia yang bilang jika dirinya adalah anak kandung dari pria itu? Sungguh tidak manuk akal.
Pemuda itu mendengus malas. Dengan sembarang melemparkan handuk kecil.
Tiba-tiba ponsel pemuda itu berdering. Setelah memeriksa nomor yang tertera matanya meredup
"Ada apa?" Tanyanya setelah mengangkat panggilan itu.
"Tuan muda, nyonya di bawa oleh tuan Kevin."
Pemuda itu menegang. Dirinya mengeratkan genggaman pada ponselnya. Rahangnya mengeras dengan gigi yang bergemelatuk. Matanya menyorot tajam.
"Bagaimana bisa?" Tanyanya dingin.
Mungkin orang di seberang sana sudah menegang. Karena menurutnya daripada kemarahan Tuan besarnya dia lebih takut dengan kemarahan dari sang tuan muda. Pemuda itu tak segan-segan menghabisi orang yang menurutnya pantas untuk dihabisi.
"Tuan Kevin tidak berbicara banyak Tuan muda. Dia langsung memerintahkan supaya perawat mempersiapkan keberangkatan mereka"
"Kemana?"
"Los Angeles"
Tut
"Kevin sialan!!"
Urat-urat pemuda itu tercetak jelas.
Beraninya pria bau tanah itu membawa ibunya.
"Pria bau tanah itu" geram Hades.
Apa tidak cukup selama ini dia menyakiti batin ibunya? Ternyata perkataan Kevin tempo lalu bukanlah hembusan nafas semata.
Ting.
Unknown:
Kau sdh tau? Kevin mmbwa daisy prgi. Cpt dtg k almt yg kukrim.
Hades tahu dia adalah Kevan. Orang yang mengaku sebagai ayah kandungnya dan kembaran dari Kevin.
Cihh.
Apa pria itu pikir Hades akan percaya padanya? Pertemuan pertama mereka tidak bisa membuat Hades percaya akan ucapan pria bernama Kevan itu. Wajah yang mirip bisa saja melakukan operasi plastik.
Tak menghiraukan chat dari Kevan. Hades bergegas mengganti pakaiannya dan bergegas menuju rumah sakit jiwa di mana ibunya di rawat.
🍁🍁🍁🍁🍁
Arana termenung menatap sebuah kotak yang isinya adalah sebuah foto dan sebuah kalung liontin berbandul daun Maple
Di foto itu terdapat dua orang anak berbeda gender sedang duduk di kursi taman. Anak perempuan itu membawa tongkat yang biasanya diperuntukan untuk orang buta. Jelas Arana tahu jika anak itu adalah tuna netra. Dan anak laki-laki itu dia dengan senyum lebarnya tengah merangkul sang anak perempuan.
Sebenarnya bukan itu masalahnya. Tapi di balik foto itu terdapat tulisan.
'Ara dan Leon'
Kemunkinan besar anak perempuan itu adalah dirinya sendiri. Tapi siapa Leon?
Lagi-lagi ucapan Hades tempo hari kembali menggema di ingatan Arana.
"Nunggu lo jadi Ara nya Leon lagi"
Apa mungkin?
Apa mungkin Leon itu adalah.... Hades?
KAMU SEDANG MEMBACA
Tunangan Antagonis
AcakMenurut Rena terperangkap dalam tubuh seorang tokoh novel hanyalah dongeng dari sebuah cerita. lalu bagaimana jika ia mengalami kejadian yang menurutnya hanya sebuah dongeng tak nyata itu? ***** Arana Wilson, tunangan dari Hades Giovandrick, dalam n...
