9🍁

168K 12.1K 98
                                        

🍁🍁🍁🍁🍁

Hari minggu pertama jiwa Rena mengisi raga Arana. Bukannya semakin bisa beradaptasi gadis mungil itu malah semakin prustasi

Apalagi setelah insiden semalam dimana dirinya bertemu Malvin

Bagaimana Malvin bisa mengenal Arana?

Apa sebelumnya mereka dekat?

Bukan apa-apa. Tapi Malvin adalah pemeran utama pria nya

Apa adegan ini ada di novel atau malah sebenarnya ada plowt twist yang tidak dia ketahui?

"Haishhhh" gadis itu semakin menambahkan laju  alat treadmill yang dia pakai.

Semoga saja stress nya bisa sedikit mereda

"Lia, ini tuh fungsi nya buat ngecilin perut. Bandel banget si lo?!"

"Bukan ihh, ini tuh fungsi nya buat besarin payudara!!"

Mendengar bentakan Lia membuat Sasti buru-buru membekap mulut temannya itu.

"Husttt jangan keras-keras" lirih Sasti tepat di telinga Lia.

Dengan kasar Lia menarik tangan Sasti dari mulut nya
"Kenapa? Enggak terima kalo lo salah?"

Sasti mendelik
"Apaan, gue gak salah yaa, sepeda statis tuh fungsi nya buat ngecilin perut. Lo yang salah"

"Enggak!!"
"Kalo naik sepeda kan kita bungkuk, terus itu nya goyang. Jadinya tambah besar!" Tukas Lia

Sasti tercengang mendengar penjelasan dari Lia. Bagaimana bisa kepikiran?

Sasti aja baru sadar.
Dia jadi berpikir,apakah penjelasan dari Lia bisa dipertanggung jawabkan?

"Oke, coba kita tanya Puput." Ajak Sasti

"Oke!" Lia setuju

"Pu-

"Apa?!"

Sontak kedua nya meneguk ludah kasar melihat Puput dengan tatapan laser nya

Baru juga manggil, udah kena mental aja.

Gadis itu tidak memang tidak ikut nge gym. Dirinya malah asik duduk di kursi tunggu yang di sediakan. Jangan lupa dengan sebuah buku bacaan di tangan nya.

"Hehehe gak- gak apa-apa iya kan Li?" Kikuk Sasti menabok pundak Lia.

"Ishhh sakit Sasti!" Lia mengusap pundaknya
"Enggak deng Put, kita mau tanya kalo-

Lalu dering ponsel berhasil membuat perhatian Puput teralihkan
Dirinya melihat ponsel yang berada di atas meja, meneliti ponsel mana yang berbunyi.

Sasti Bernafas lega sedangkan Lia memberenggut kesal.

"Rana, hp lo bunyi!" Teriak nya

Rana yang mendengar teriakan teman nya itu menghentikan laju alat treadmill nya. Lalu berjalan mendekati Puput

Puput berdiri, menatap kembali Sasti dan Lia penuh intimidasi

"Simpan pertanyaan gak bermutu kalian" setelah itu Puput pergi untuk ke toilet

Lihat, bahkan ketika ke toilet dia tetap membawa buku

Kembali pada Arana, gadis itu mengangkat panggilan telepon nya.

"Halo?"

"Gue di luar"  Arana menyipitkan mata bingung

"Gue gak di rumah"

"Tahu"

"Lah?"

Di seberang Hades berdecak kesal
"Gue di luar tempat lo nge gym."

"Ohhh eh- apa?!" Gadis itu terkejut, darimana Hades tau dia sedang nge gym?

"Cepet keluar! Di parkiran. Mobil hitam"

Tut

Panggilan itu berakhir

Arana memberenggut kesal. Lalu dengan langkah sewot nya dia keluar dari tempat itu.

"Mau kemana?" Tanya Sasti. Sekarang gadis itu sibuk pull up dengan alat yang memang tersedia.

Lia? Dia sibuk dengan sepeda statis nya. Kalian pasti tahu apa tujuan gadis itu.

"keluar bentar" Jawab Arana seadanya.

🍁🍁🍁🍁🍁

Arana yang sedang bermain ponsel di taman kota merasa terkejut ketika pandanganya terasa gelap. Sebuah tangan kekar berhasil menutupi kedua matanya.

Dengan hati-hati gadis itu menaruh ponselnya di pangkuan lalu berusaha melepaskan tangan yang bertengger di matanya.

Setelah berhasil, gadis itu menoleh ke belakang lalu tampaklah pemuda berkaos hitam dengan topi di kepalanya tengah menatapnya dengan senyum manis.

Menyadari siapa yang mengganggunya, Arana mendengkus sebal.

Pemuda itu acuh, lalu dengan santainya duduk di samping Arana.

Merasa tak nyaman, Arana bangkit hendak pergi, namun tangan pemuda itu keburu menahannya.

"Arana, gue kangen" ujar pemuda itu sendu

Mendengarnya Arana tertawa sinis. Ia menghempaskan tangan pemuda itu lalu bersedekap dada angkuh.

"Kangen? Kenapa? Udah bosen sama cewek itu?" Tanyanya sarkas

"Arana, waktu itu gue khilaf" bela pemuda itu untuk dirinya sendiri

"Basi..!!"

Pemuda itu berdiri lalu membawa Arana agar mau menatapnya

"Arana, please....kasih gue kesempatan kedua. Gue janji gak bakal ngecewain lo lagi..."

Arana diam tanpa merespon.

"Arana, gue sayang sama lo. Sayang banget. Gue nyesel. Kasih gue kesempatan buat nebus rasa sakit yang udah gue toreh"

Arana mulai goyah

"Arana....."

Melihat Arana yang diam, pemuda itu tak tahan untuk membawa Arana ke pelukanya.

"Gue janji, setelah ini lo adalah ratu gue" ucap pemuda itu sembari mempererat pelukanya.

Akhirnya... Arana kembali jatuh

Jatuh terperangkap dalam tipu daya pemuda itu

"Kalo lo langgar janji lo, lo bakal benar-benar kehilangan gue....Malvin..."

🍁🍁🍁🍁🍁


Tunangan Antagonis Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang