🍁🍁🍁🍁🍁
Sekolah terlihat sepi, mungkin karena sekarang adalah jam pelajaran.
Hanya beberapa murid yang berseliweran. Jika bukan perintah guru pasti mereka adalah murid-murid yang bolos saat pelajaran.
Arana baru saja menuntaskan hajatnya.
Moodnya sangat bagus pagi ini, apalagi jika mengingat kejadian kemarin, entah mengapa wajahnya memanas dan bibirnya berkedut ingin tersenyum.
Lalu tiba-tiba dia berhenti berjalan.
Gadis itu menggeleng pelan dengan kekehan kecil
"Gue kenapa sihhh" gumamnya pelan.
Lalu gadis itu tersenyum kembali ketika mengingat beberapa momen bersama pemuda itu.
"Huwaaa please deh Arana, jangan konyol" pekiknya gemas
"Gak mungkin gue jatuh cinta sama dia kan?" Gumamnya entah bertanya pada siapa.
"ARGHHHHH HADES SUMPAH YA, LO BIKIN GUE GAK WARAS"
"Upssss" gadis itu menutup mulutnya sendiri ketika beberapa siswa yang lewat menatapnya aneh.
Malu banget gueeee awas ya, ini semua gara-gara Hades.
Dia kembali berjalan. Sesekali bersenandung ria. Walau tidak jelas apa yang ia nyanyikan.
"Who dis"
"Nananananana nananna who is dis who is dis"
"Nanananana nananana who is dis who is dis yeah
"Nanananana nanananana mot tte"
"Nanananana nana nande"
"Nananana-- Aaaaaa!!"
Tepat ketika dia berada di perempatan menuju kelasnya, ada seseorang yang menarik tangannya hingga terhuyung ke belakang.
"Woy apa-apaan lo!" Pekik gadis itu ketika orang itu terus menarik tangannya.
"Lepasin sialan, kalo ada masalah bicarain baik-baik!"
Orang itu tetap diam, tepat ketika sampai di depan pintu toilet laki-laki, orang itu mendorong Arana agar gadis itu masuk.
"Woy lo mau ngapain, lo mau mesum ya..?! TOLONG!! TOLONG TOL-- Hmpphhh...." Mulut Arana terbekap.
Brakkk
Pintu tertutup rapat, orang itu mendorong Arana hingga membentur dinding. Menutup akses Arana untuk keluar, dia memojokan Arana. Salah satu tangannya mengunci kedua tangan Arana agar berhenti memberontak, lalu yang satu masih setia membekap mulut gadis itu.
"Diam" bisiknya serak, tepat di telinga gadis itu.
Tubuh Arana bergetar, matanya memanas. Dia berharap ada seseorang yang menolongnya
Hades bisiknya dalam hati
Pandangan orang itu berubah sendu ketika setetes air jatuh dari mata gadis di hadapannya. Tangan yang tadinya membekap mulut Arana bergerak menghapus air asin itu.
"Jangan nangis"
"Apa mau lo?" Arana memberanikan diri
Wajah sendu orang itu berubah, dia tersenyum menyeramkan di mata Arana.
"Lo"
"Jangan gila!! Gue udah ada cowok begitupun lo yang udah punya cewek!"
Orang itu terkekeh sinis mendengarnya, itu tidak penting
"Gue gak peduli"
"Malvin!!!"
Plakkk
Wajah Arana tertoleh ke samping ketika pemuda itu menampar wajahnya. Pipinya terasa panas. Pemuda itu tidak kira-kira dalam bermain fisik
Kemudian wajah bengisnya berubah khawatir. Tangannya bergerak menagkup wajah gadis itu
"Sakit? Maafin gue. Gue gak bisa ngontrol emosi gue"
Dengan pelan, dia meniup pipi Arana
"Jangan teriak ke gue Arana, gue gak suka"
"Arana, balik lagi ya?"
Wajah pemuda itu mendekat, seakan ingin mencium gadis di depanya
Dengan kasar, Arana menyingkirkan tangan kekar itu.
Plakkk
Kini giliran Malvin yang mendapatkan tamparan
Gadis itu menatap nyalang Malvin.
"Siapa lo nyuruh-nyuruh gue?"
"Ingat ya, sekali lagi lo ganggu gue, gue bakal bongkar rahasia lo!"
Arana menekuk lututnya lalu mendorong keras ke bagian inti milik Malvin.
Dughhhh
"Arghhhhh"
Arana menatap puas Malvin yang sedang memekik kesakitan dengan memegang bagian bawah perutnya.
"Rasain!! Gue tahu lo dan Mira udah nikah. Jangan ganggu gue atau lo bakal nyesel"
Lalu gadis itu meninggalkan pemuda itu sendirian di toilet.
Tak lama tawa kecil keluar dari bibir Malvin
"So cute"
🍁🍁🍁🍁🍁
"Kamu masih berhubungan dengan Malvin Arana..?!"
Dika sangat marah ketika mendengar informasi dari bawahannya yang mengabarkan jika anaknya masih menjalin kasih dengan Malvin.
"Iya, emangnya kenapa Pa..?" Tantang Arana berani.
"Kapan kamu berhenti Arana...!"
"Sampai kapanpun aku gak akan berhenti, aku suka Malvin dan begitupun sebaliknya."
Dika mencoba menahan amarahnya. Jangan sampai ia bersikap kasar kepada anak gadisnya.
"Berhenti sebelum menyesal Arana..."
"Aku gak akan pernah berhenti dan aku gak akan pernah nyesel..!!"
🍁🍁🍁🍁
KAMU SEDANG MEMBACA
Tunangan Antagonis
AcakMenurut Rena terperangkap dalam tubuh seorang tokoh novel hanyalah dongeng dari sebuah cerita. lalu bagaimana jika ia mengalami kejadian yang menurutnya hanya sebuah dongeng tak nyata itu? ***** Arana Wilson, tunangan dari Hades Giovandrick, dalam n...
