"Kisah kita lucu ya untuk dijadikan sebuah cerita novel fiksi remaja."
-Zaraalthanni06
Happy Reading
________________

Deru mesin motor bergemuruh dari arah barat jalan raya. Beberapa motor melaju dengan kecepatan tinggi, menembus gelapnya malam. Sorot lampu motor menyinari aspal jalan yang berkelok-kelok, membuat bayangan penonton yang berjejer di pinggir jalan bergoyang-goyang. menarik sorak sorai penonton saat melintas di hadapan mereka.
"Gila! Patut diancungi jempol kecepatan motor si Rangga, nggak ada yang bisa ngalahin--- gue yakin malam ini dia yang akan jadi pemenangnya!" ucap seorang pemuda dengan keyakinan yang amat dalam, matanya tertuju pada motor Rangga yang memimpin rombongan.
"Bener sih kata lo, gue perhatiin kayaknya Rangga yang bakalan menang. Emang ya ketua geng Cluster nggak ada duanya," timpal temannya, menunjukkan kekaguman yang tak terselubung.
Tak terasa, dua putaran sudah terlewati. Para penonton semakin bersorak ria, menyemangati jagoannya masing-masing. Dan tibalah saatnya putaran terakhir. Terlihat dari kejauhan, Rangga menempati posisi paling depan, memimpin motor-motor di belakangnya.
"Ayo, sikat bos!"
"Lo pasti bisa Bos!"
"Lo harus menang! Kalau nggak duit gue bakalan diambil sama si Supri!" teriak seorang penonton dengan nada yang penuh harap.
Begitulah sorak sorai para penonton yang terdengar. Suasana malam ini sangat riuh dikarenakan Cluster Geng menerima tawaran balapan liar dengan geng-geng motor jalanan yang terkenal di Bandung.
Rangga melesat kencang, mendekati garis finish.
"Oke, pemenang balapan malam ini adalah ... Rangga!" ucap salah seorang wanita sembari mengangkat bendera kemenangan. Ia mengacungkan bendera itu, menandakan bahwa Rangga adalah sang juara.
Seketika suasana semakin riuh. Rangga tersenyum semringah saat mendengar bahwa dirinya adalah pemenangnya. Senyum itu mencerminkan kegembiraan dan kebanggaan yang ia rasakan.
"Selamat bro, nggak sia-sia gue taruhan pilih lo," ucap salah seorang pemuda berbadan tegap. Ia menepuk pundak Rangga dengan santai, menunjukkan rasa senang dan kebanggaan.
"Tenang aja bro, duit lo nggak bakalan terkuras habis kalau berpihak sama gue," ucapnya dengan penuh kepercayaan diri. Keduanya pun tersenyum.
Saat mereka asyik berbincang, tiba-tiba terlihat seorang lelaki dengan jaket hitam berlambang burung phoenix pada saku kanannya berjalan ke arah Rangga. Ia membawa amplop putih di tangannya.
Lelaki berjakun itu menyodorkan amplop berisikan sejumlah uang pada Rangga.
"Nih, sesuai janji gue," ucapnya.
Rangga hampir menerima uang itu, tetapi tiba-tiba terlintas sesuatu hal pada benaknya. "Anak buah lo ada berapa?" tanya Rangga semilir menyilangkan kedua kakinya dan memajukan sedikit tubuhnya ke depan.
"Sekitar 100 orang lebih lah," balas lelaki itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
BUMIGORA
Roman pour AdolescentsBumi, seorang pria yang pernah mengalami patah hati ketika kekasihnya meninggal lalu bertemu dengan sesosok seorang wanita yang membuat hatinya berdebar kembali. Namun, dalam perjalanan mencari kebahagiaan, Bumi harus memutuskan apakah dia akan memb...
