-Mengamati sosok mu dari jauh, membuatku sadar akan senyumanmu yang begitu manis walaupun mata jauh memandang- Bumigora Prameswara🌷
Happy Reading
____________
"KASIAN!" kata Tiara sambil meniru gerakan orang menangis. Barsha lansung terlonjak kebelakang. Tiara tertawa kecil akan tingkah gadis dihadapannya itu.
"Gue serius!!! Lo malah ledekin," ucap Barsha sambil menyilangkan tangan di dada.
"Iya sayangku ... gue bercanda, gitu aja marah!"
Barsha memutarkan bola mata malas mendengar perkataan Tiara, yang selalu saja menganggapnya sebagai bahan candaan.
"Masih marah nih?" tanya Tiara sambil mendekatkan wajahnya.
"Nggak!" balas Barsha sewot.
"Hmmm ... kalau gitu gue panggil Bumi biar lo maafin gue." Jahil Tiara sontak saja membuat Barsha beranjak dari tempat duduknya mengejar Tiara yang berlari keluar kelas.
Muncul-lah aksi kejar-kejaran antar kedua siswi itu di lorong sekolah. Barsha tak pantang menyerah untuk menangkap Tiara yang masih saja berlari, menghindar dari omelan sekaligus sentilan dari sosok gadis yang mengejar di belakangnya.
BRUK!!!
Hingga terjadilah suatu hal yang tak di inginkan keduanya, langkah Tiara terhenti di kala mendengar suara tubuh seseorang yang saling bertabrakan di belakang sana.
"Aww!" ringis Barsha. Tanpa berpikir panjang gegas Tiara membantu gadis disampingnya itu berdiri lalu mengajaknya ke ruang UKS melihat siku tangan Barsha yang terluka.
"Sha, kita ke uks yuk ... siku lo berdarah," ajak Tiara. Namun pandangan gadis itu tertuju pada orang yang sudah menabrak tubuhnya barusan.
"Apa lo lihat - lihat?" tanya Bumi sinis, tetapi Barsha sama sekali tak menjawab melainkan menatap Bumi tajam.
Bumi menghela napas lalu kembali melihat ke arah Barsha. "Kalau lagi main kejar - kejaran ... tuh di lapangan bukannya di sini," kata Bumi sambil menunjuk ke arah yang telah di sebutkan dengan dagunya.
"Anjir lo!"
Mendengar umpatan kecil dari Barsha membuat Tiara berkeringat dingin di karenakan orang yang sudah di katai oleh Barsha adalah Bumi, bukan murid biasa melainkan harimau sekolah!
"Sha, mendingan ke uks sekarang," lirih Tiara sambil mengoyangkan tubuh Barsha agar gadis itu berhenti menatap Bumi dengan tatapan seperti itu.
Bumi tersenyum lalu perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah gadis di hadapannya itu. "Gue suka tatapan lo itu, tetap pertahankan," kata Bumi lalu meninggalkan kedua gadis itu.
"Dasar cowok gila!" teriak Barsha lantang membuat semua murid tersentak kaget sekaligus tercengang dengan keberanian gadis itu menyebut Bumi sebagai cowok gila!
Tiara hanya meringis melihat aksi sahabatnya itu, tanpa berfikir sikonkuensi apa yang mungkin saja sewaktu-waktu datang menghampirinya.
***
"REZA! GUE NGGAK MAU TAHU TRAKTIR GUE NGGAK SEKARANG!" teriakan melengking itu menggema ke seluruh koridor kantin membuat Reza dan Aksa menatap ke arah belakang, ada David yang baru muncul lalu datang menghampiri keduanya.
"Rez, lo kan udah jadian sama si Tasya, gue nggak mau tahu traktir sekarang!" ujar David tiba-tiba sambil merangkul kedua cowok disamping kanan dan kirinya.
"Siapa yang bilang kalau gue jadian sama Tasya?"
"Satu sekolah udah tahu kali! Wes, trakitarnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
BUMIGORA
Fiksi RemajaBumi, seorang pria yang pernah mengalami patah hati ketika kekasihnya meninggal lalu bertemu dengan sesosok seorang wanita yang membuat hatinya berdebar kembali. Namun, dalam perjalanan mencari kebahagiaan, Bumi harus memutuskan apakah dia akan memb...
