"Eh, Barsha!" Tiara berteriak, sambil melambai ke arah Barsha. Gadis itu berlari menuju tempat Barsha berdir, "Sha! Lo bukannya di panggil berhenti, malah jalan terus,"gerutu Tiara. Namun, Barsha tak menggubrisnya.
"Gue udah dapat nih sedotan sama gunting, pinjam di kantin, tapi kata Bi Kantin jangan di pakai lama-lama soalnya mau di pakai cepet."
Barsha mengangguk pelan, menanggapi perkataan gadis di sampingnya itu, "Eh.Sha, Riko sama Akmal mana? Kok mereka berdua belum kelihatan? Atau jangan-jangan belum balik ke sekolah?" tanya Tiara. Pasalnya, kedua cowok itu izin keluar sekolah untuk membeli bahan-bahan untuk tugas praktikum fisika hari ini yang tentunya diberikan secara mendadak oleh guru.
"Kayaknya belum, Ti, gue belum lihat batang hidung mereka sedari izin sekolah." Keduanya pun mulai mengerjakan pratikum yang diberikan, tanpa menunggu kedatangan Riko dan Akmal. Alasannya karena ingin mempersikat waktu saja, agar ketika keduanya datang, masih sebagian saja tugas yang belum selesai mereka kerjakan.
Tiba-tiba, pandangan Barsha teralihkan ketika melihat Aksa yang tiba-tiba saja lewat di koridor praktikum fisika. Cowok itu menghentikan langkahnya lalu berdiri tepat di hadapannya.
"Lagi buat apa itu?" tanya Aksa. Seketika, Tiara yang sibuk menggunting sedotan ikut menoleh ke arah sumber suara yang tak asing di pendengarannya.
"Ini kak, lagi ngerjain tugas praktik fisika,"
balas Barsha, menghentikan kegiatannya sejenak.
"Oh, tugas hukum Pascal ya?"
tanya cowok itu lagi untuk memastikan.
Tiara dan Barsha saling bertukar pandang, mulut mereka terbuka lebar membentuk huruf O. Keduanya tercengang.Bagaimana bisa lelaki itu masih ingat mata pelajaran fisika kelas 11, padahal dia sendiri sudah kelas 12? Seolah-olah Aksa masih hafal betul materi pelajaran yang sudah lama Dia pelajari. Pikiran mereka melayang, mengingat betapa sulitnya mereka memahami hukum Pascal sekarang, sementara Aksa, dengan enteng, menyebutnya seolah-olah baru kemarin dia mempelajarinya.
"Kok tahu?"tanya Tiara tiba-tiba, membuat pandangan keduanya mengarah padanya. Gadis itu terlihat memandangi Aksa dengan mata yang berbinar kagum.
"Kan sudah pernah dipelajari waktu kelas 11,"
jawab Aksa santai.
"Hmm, Kak Aksa boleh bantuin kita nggak? Soalnya kita belum ngerti cara masukiin data-datanya yang ini,"
pinta Tiara, suaranya terdengar sedikit gugup. Matanya berbinar-binar, berharap Aksa mau membantu mereka.
Aksa tersenyum, "Boleh, sini coba gue lihat."
Dengan cepat, Tiara memberikan selembar kertas putih berisi tabel pertanyaan yang diberikan guru untuk diisi para murid berdasarkan hasil nilai praktik yang mereka buat.
Melihat Aksa yang dengan sigap menerima kertas berisi tabel pertanyaan itu, Barsha menggeleng pelan, jari-jarinya menyentuh lengan Tiara, memberi isyarat agar cewek itu tidak melibatkan Aksa dalam tugas kelompok mereka. Namun,Tiara seolah tak menghiraukannya, matanya masih tertuju pada Aksa yang sedang meneliti tabel pertanyaan dengan saksama.
Hampir tujuh menit berlalu, mereka masih sibuk mengisi tabel data. Tiara dan Barsha, sibuk menguji benda yang mereka buat, sedangkan Riko dan Akmal, yang sejak tadi telah sampai, membantu Aksa mengisi tabel data. Setelah dirasa selesai, kelima remaja itu beranjak dari tempat duduk mereka lalu menuju ruang pratikum untuk mengumpulkan laporan serta benda yang telah mereka buat kepada guru. Hanya Barsha yang tertinggal di luar, bersama Aksa.
"Makasih ya Kak, untuk bantuannya. Maaf jadi ganggu waktu istirahat Kakak," ucap Barsha sambil tersenyum canggung ke arah lelaki di hadapannya itu.
Matahari siang menyinari wajah Aksa, membuat bayangan kacamata hitamnya jatuh di pipi Barsha. Aksa memasukkan tangannya ke dalam saku celana abunya. Tatapannya tetap tertuju pada Barsha. "Sama-sama,"
ucapnya, senyum tipis terukir di bibirnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BUMIGORA
Teen FictionBumi, seorang pria yang pernah mengalami patah hati ketika kekasihnya meninggal lalu bertemu dengan sesosok seorang wanita yang membuat hatinya berdebar kembali. Namun, dalam perjalanan mencari kebahagiaan, Bumi harus memutuskan apakah dia akan memb...
