Jam sudah menunjukkan pukul setengah tiga sore. Matahari mulai condong ke barat, memancarkan sinar hangat yang menerobos jendela. Barsha, putri Pak Ali, terlihat sibuk merapikan rumahnya. Kamar tidur, dapur, ruang tamu, halaman, bahkan dapur, semua tampak bersih dan tertata rapi. Pak Ali, yang melihat putrinya mondar-mandir bak setrikaan, tak bisa menahan rasa heran.
"Tumben banget ngerapihin satu rumah," godanya, "Lagi mau kedatangan tamu ya?"
Barsha terkekeh, "Ihh, apaan sih, Yah. Lagian Barsha kan sering bersih-bersih kalau libur sekolah."
Pak Ali tersenyum kecil, "Tamunya cewek atau cowok nih?" tanyanya, nada suaranya sedikit menggoda.
"Cowok, emang kenapa sih, Yah?" jawab Barsha, nada suaranya sedikit kesal.
"Cowok atau cowok?" tanya Pak Ali lagi, membuat Barsha mendengus pelan. Ia tahu, ayahnya pasti sudah mulai membayangkan hal-hal yang tidak-tidak tentangnya.
"Yah, bisa stop gangguin Barsha nggak sih? Nanti lama beresnya kalau di ajak ngobrol terus," protes Barsha, sedikit kesal.
Pak Ali tertawa terbahak-bahak mendengar protes putrinya. Lelaki paruh baya itu merasa bahagia melihat Barsha tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik dan sudah mulai merasakan jatuh cinta. Ali tak pernah melihat Barsha seperti ini sebelumnya. Kalau bukan karena seseorang yang istimewa, untuk apa ia sampai repot-repot membuat kue dan berpenampilan rapi?
"Yaudah, ayah mau ke keday Bi Tenah, kalau ada apa-apa yang kurang lansung calling, Ayah ya."
Wajah Barsha memerah mendengar godaan ayahnya. Segera, ia mendorong punggung Pak Ali keluar dari dapur, berusaha menyembunyikan rasa malunya yang terpancar di wajahnya.
Semua persiapan sudah rampung. Barsha menata masakannya di atas meja, menata dengan rapi, seperti ingin mempersembahkan sebuah karya seni. Senyum tipis terkembang di bibirnya. Ia kemudian beranjak menuju kamar. Di depan cermin, ia menyisir rambutnya, tapi tatapannya tak terpaku pada pantulan dirinya. Ia teralihkan ke arah laci yang selama ini jarang ia buka, kecuali untuk acara penting. Dengan hati-hati, ia membuka laci itu, matanya tertuju pada sebuah benda yang tersimpan rapi di dalamnya.
***
Jari-jarinya bergerak lincah saat tengah menuangkan minuman. Tiba-tiba, ketukan pintu memecah kesunyian. Ia tersentak, dan refleksnya langsung berlari ke arah pintu. Mungkinkah Aksa? Pikirannya melayang, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk merapikan rambutnya terlebih dahulu. Tangan kanannya dengan hati-hati memutar knop pintu, perlahan membuka celah yang memperlihatkan sosok di baliknya.
Senyum yang sempat mengembang di bibir Barsha langsung memudar. Matanya mengerut, menatap tajam laki-laki yang berdiri di ambang pintu. Wajahnya, yang biasanya terlihat menyebalkan, kini terasa semakin menjengkelkan.
"Mau ngapain lo kesini?" tanya Barsha, nadanya dingin, jauh dari kata ramah yang biasanya ia tunjukkan kepada orang lain.
"Lo lupa, kalau jadi guru les sepupu lo itu?" Bumi mengingatkan, suaranya terdengar sedikit sinis.
"Gue udah bilang kan sama lo, kalau Ceza ada kegiatan tour sekolah, jadi lo nggak usah repot-repot datang kesini." Barsha berusaha mempertahankan sikap dinginnya, meskipun hatinya sedikit terusik.
Bumi mengangkat satu alisnya, "Seharusnya gue yang mempertanyakan hal itu sama lo, emang ada ya orang tour mau nyampe sebulan, nggak balik-balik."
Barsha terdiam, tak membantah ucapan Bumi. Sebenarnya, Ceza sudah kembali semenjak seminggu lalu, tepatnya sehari setelah perlombaan class meeting. Namun, Barsha sengaja menyembunyikan informasi itu dari Bumi.
"Hmm, sudahlah Bumi, mending lo balik aja sekarang," ucap Barsha, sambil mendorong punggung Bumi agar beranjak dari depan teras rumahnya. Namun, sebelum Bumi beranjak, cowok itu memegang knop pintu kemudian menatap Barsha dengan intens. Gadis itu mendelik, menghindar dari tatapan Bumi yang membuatnya sedikit risih.
KAMU SEDANG MEMBACA
BUMIGORA
Teen FictionBumi, seorang pria yang pernah mengalami patah hati ketika kekasihnya meninggal lalu bertemu dengan sesosok seorang wanita yang membuat hatinya berdebar kembali. Namun, dalam perjalanan mencari kebahagiaan, Bumi harus memutuskan apakah dia akan memb...
