𝐍𝐚𝐭𝐚𝐧 ꨄ︎ 𝐀𝐚𝐦𝐨𝐧
Natan baru saja sampai di rumah barunya bersama Aamon, keduanya sudah resmi menjadi sepasang pasutri siang tadi.
Keduanya memasuki rumah mewah, hadiah dari orang tua mereka berdua yang akan mereka tempati kedepannya.
Aamon membuka pintu kamar mereka, terlihat kamar itu sudah dihias dengan bunga-bunga dan kotak berisi satu set piyama tergeletak di atas kasur.
Natan masuk sambil membawa kopernya dan Aamon, pria itu menghampiri Aamon yang tengah berdiri membelakanginya sambil memegangi kotak hadiah.
"Ada apa?" Aamon menunjukkan kotak berisi satu set piyama untuknya dari kedua orang tua Natan *tertulis di sudut kotak.
"Orangtuamu memberikan piyama, harus aku pakai sekarang?" Tanya Aamon sedikit mendongak menatap Natan yang berada dibelakangnya sambil tersenyum miring, Natan memeluk Aamon sambil membalas senyuman Aamon dengan senyum menggoda.
"Aku sih berharap kamu memakai piyama yang ibu Amy berikan," balas Natan sambil menarik Aamon agar berhadapan dengannya dan meletakan kotak piyama di atas kasur.
"Mesum!" Aamon mencubit perut Natan pelan lalu melepaskan diri dari pelukan Natan.
"Mau mandi?" tanya Aamon menyodorkan handuk pada Natan yang lagi-lagi tersenyum menggoda.
"Bersama?" Aamon memutar matanya lalu menarik kembali handuknya dan menatap tajam Natan.
"Aku duluan," desis Aamon, melangkah menuju kamar mandi sesekali berbalik dan menatap sinis Natan yang terkekeh.
"Mandi bersama lebih cepat Aamon," seru Natan saat Aamon sampai di depan kamar mandi, Aamon berbalik dan menatap Natan dengan sebal.
"Jauhkan pikiran mesummu dariku!" sinis Aamon langsung bergegas masuk dan menutup pintu.
-
Aamon keluar dari kamar mandi dengan tubuh terbalut handuk, lelaki itu lupa membawa piyama yang akan ia kenakan.
Natan yang sedang berbaring di kasur sambil menonton televisi beralih menatap Aamon dengan tatapan menggoda yang dibalas tatapan sinis oleh Aamon.
"Apa lihat-lihat, sana mandi" titah Aamon mendekati kasur dan mengambil piyama dari mertuanya.
"Gausah mandilah, nanti malem juga keringatan lagi," elak Natan terus-terusan menatap Aamon dengan senyuman menggoda.
"Aku gak mau kalo kamu belum mandi," ketus Aamon memalingkan wajahnya, Natan bangkit dan menarik handuk yang membalut tubuh Aamon lalu menarik istrinya itu hingga berbaring di kasur.
"Galak banget sih, Aamon seksi," ucap Natan sebari mencuri beberapa kecupan disekitar wajah Aamon sebelum berlari menuju kamar mandi menghindari amukan sulung paxley itu.
"Natan!" pekik Aamon dengan wajah memerah, menatap pintu kamar mandi dengan kesal.
Aamon mengambil kotak piyama lalu membuka dan mengeluarkan piyamanya dari kotak.
-
Natan keluar dengan telanjang dada dan tubuh bawahnya terbalut handuk, pria itu menatap Aamon yang memandangi dirinya sendiri lewat cermin.
Melihat piyama transparan yang Aamon kenakan, Natan sedikit bersemangat melangkah mendekati istrinya itu lalu memeluk Aamon dari belakang dengan erat.
"Natannn!" pekik Aamon saat Natan tiba-tiba memeluk, mengangkat lalu menghempaskannya ke kasur.
Aamon menatap tajam Natan yang menindihnya lalu menciumi perut Aamon yang tak terbalut apapun saat piyama transparannya tersikap.
"Hnggh geli, Natann rambutmu basah," rengek Aamon merasakan perutnya basah karena buliran air yang jatuh dari rambut Natan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Luna
Короткий рассказKolom request di akhir capter & chapter paling bawah, jika tidak ada catatan request berarti close! No, Natan, Gusion and Hanzo as submissive/bottom/uke! if you want ship Aana, Hayazo, Clausion, Hayasion, Xavna, ask another author. - ✿
