Seperti biasa, pagi mereka selalu dilewati dengan sarapan bersama. Lima pemuda itu sudah duduk di tempat masing-masing, menatap menu sarapan pagi ini.
Nasi goreng buatan Jisoo, sesuai permintaan Hyunjin.
Tapi fokus Soobin malah tertuju pada kursi kosong di antara Hyunjin dan Hyunsuk. Harusnya ada Yeonjun disana tapi pagi ini pemuda tinggi itu tidak terlihat. Soobin bahkan tidak sadar jika koki mereka pagi ini juga absen.
"Kalau nanti malam aku minta ini lagi, Jisoo marah tidak, ya?" tanya Hyunjin yang sudah menghabiskan sarapannya.
"Minta saja ke dia." Jihoon menjawab sambil mendorong piringnya. "Kamu juga bisa merepotkan dia."
"Aku tidak masalah makanan apapun selama rasanya enak." Yunho menyahut puas.
Salah satu alasan dia menyukai tiga orang baru itu adalah makanan yang mereka buat terlihat berbeda dari yang biasanya mereka makan. Bahkan beberapa hari sekali, Jisoo mengambil tanggung jawab untuk membuat makanan yang tidak pernah mereka lihat.
"Tapi buah yang kemarin Jihoon buat juga enak." Hyunsuk menyahut sambil mengumpulkan seluruh piring kosong yang ada, kecuali punya Soobin.
"Jihoon buat apa?" tanya Soobin yang masih menyantap makanannya dengan tenang.
"Aku lupa namanya. Tapi ada banyak buah dan diberi susu." Hyunsuk menjawab dari dapur.
"Sup buah."
Soobin langsung memincingkan matanya ke arah Jihoon. Bahkan kedua tangannya sudah menarik kerah pemilik rambut biru itu. Wajahnya sudah seperti seseorang yang baru saja dikhianati.
"Lo bikin apa?"
Jihoon hanya memutar matanya dengan malas. "Lo budek ya?"
"Anjing Lo, Park Jihoon!" seru Soobin yang mengguncang tubuh temannya dengan kesal. "Gue minta bikinin dari bulan lalu tapi belum Lo bikinin!"
"Lebay Lo, bangsat!" runtuk Jihoon yang masih membiarkan temannya itu bertingkah.
"Tapi Lo malah bikinin Hyunsuk? Sialan, pengkhianat Lo!"
Yunho tiba-tiba mengangkat tangan kanannya. "Sebenarnya aku juga ikut makan itu. Jihoon buat banyak."
"Ntar deh gue bikinin lagi kalo gak mager."
"Tai. Lo selalu jawab itu tiap gue minta."
Hyunsuk yang sudah berdiri di belakang Hyunjin hanya menatap khawatir.
"Itu mereka tidak apa-apa?"
Seolah sudah hafal dengan ketiganya, Hyunjin hanya mengangguk santai.
"Jihoon tidak mungkin memukul temannya. Soobin juga tidak punya tenaga untuk memukul orang lain."
Mau tidak mau Hyunsuk hanya mengangguk walaupun masih khawatir. Dia tidak mau hanya karena ucapannya, dua orang itu bertengkar.
"Jihoon!" panggil Yunho yang entah sejak kapan sudah berada di ruang tengah. "Mau ikut ke gudang?"
"Tentu." Jihoon langsung menepis kedua tangan Soobin lalu beranjak. "Aku akan mengambil jaket dulu."
Soobin yang sudah pulih dari amarah sesaat langsung menghabiskan makanannya. Tapi disuapan terakhir dia baru teringat sesuatu. Ada yang janggal saat dia menarik kerah Jihoon, seperti ada yang kurang tanpa dia sadari.
Jadi seraya mencuci piring, dia terus memikirkan hal apa yang dimaksud.
Jihoon sudah turun dengan jaket leather hitamnya dan tas kecilnya. Pemuda itu mampir ke dapur untuk mengambil minuman.
KAMU SEDANG MEMBACA
BLUE MOON [COMPLETED]
FanfictionRencana kabur keluar negeri malah membuat mereka terdampar di sebuah negeri asing. Created : March 20th, 2022
![BLUE MOON [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/306533985-64-k455187.jpg)