Sepertinya keputusan untuk beristirahat di tengah hutan tidak terlalu buruk. Karena lokasi yang dijadikan tempat mereka beristirahat cukup mendukung. Ya, memangnya apa yang bisa mereka harapkan di tengah hutan selain pepohonan rimbun.
Kecuali sungai jernih yang cukup memanjakan mata.
Jisoo sudah melepaskan Jade, membiarkan kuda hitam itu berkeliaran semaunya. Jika diperlukan tinggal suruh saja Jihoon memanggilnya.
Bukan keputusan yang bagus selain Jisoo yang senang melihat makhluk dua jenis itu bertengkar.
Semua mulai beristirahat untuk beberapa waktu. Ada yang makan, ada yang tidur atau sekedar duduk di tepi sungai.
Soobin sendiri pergi dengan Bangchan, Serim, Yeonjun, Jihoon dan Jisoo agak jauh. Mereka harus mendiskusikan sesuatu. Terutama soal bagaimana Soobin dapat merasakan hal yang tadi.
"Jadi kamu juga bingung?"
Soobin hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Yeonjun. Dia masih menatap tanah yang menjadi alas mereka untuk duduk.
"Ya, gue udah bisa nebak sih." Jihoon membuka kotak berisi brownies miliknya lalu menyodorkan pada lima orang disana. "Sebelum disini, dia lumayan sensitif sama suara. Cuma ya gitu, gak dimanfaatin dengan baik."
Soobin tersindir.
"Gapapa." Jisoo menepuk kepala temannya. "Mama bangga denganmu, nak! Akhirnya kamu punya sesuatu yang berguna."
"Jadi maksud Lo gue gak berguna?!" balas Soobin tidak terima.
"Selain ngabisin konsumsi?"
"Tapi bagaimana bisa?" sahut Serim yang masih sulit mencerna. "Kamu bisa mendengar sejauh itu?"
"Susah dijelasin sih." Soobin teralihkan lalu mengedikkan bahu seraya menatap brownies di kotak Jihoon. "Gitu aja. Terus pas tadi coba fokus ternyata bisa ngeliat sekelebat gitu. Tapi aku masih belum menjamin ini benar atau gak."
"Benar atau tidak, kamu hanya berusaha membantu kami." Bangchan menepuk bahu pemuda itu lalu tersenyum simpul.
"AWAS!"
Sebuah suara mengalihkan perhatian keenamnya. Hanya dalam hitungan detik, mereka langsung bangun dari posisi masing-masing.
"Jade ngamuk?" sahut Jisoo dengan ragu.
"Gak mungkin. Kita udah bikin kesepakatan sama dia buat gak nyerang orang-orang disini." Jihoon berucap penuh yakin.
Keenamnya langsung berlari menuju sumber suara dan kini justru mendapati rekan-rekan mereka terkepung pada satu titik.
Tidak, bukan kelompok pasukan kerajaan yang mengepung mereka. Melainkan beberapa serigala bertubuh besar yang menatap bengis.
"Wah, gue sampe lupa kalo di hutan ada hewan buas." Soobin berkomentar antara kagum dan khawatir. Kemudian dia menatap yang lain. "Terus gimana?"
"Diserang lah, bego!" jawab Jisoo yang sudah mengeluarkan pedangnya dan begitu juga dengan tiga orang yang lain. "Atau Lo mau mati dimakan mereka?!"
"Gak, makasih." Soobin langsung bersembunyi di belakang Yeonjun.
"Di belakang kalian!" seru Yunho yang menunjuk ke arah keenamnya.
Spontan Bangchan menarik mundur Serim dan Jisoo lalu mengacungkan pedang mereka.
Jumlah serigala semakin bertambah. Entah belasan atau puluhan, yang pasti jumlahnya tidka sedikit.
Satu serigala mengaum dan hanya hitungan detik serigala lain muncul sambil menggeram.
KAMU SEDANG MEMBACA
BLUE MOON [COMPLETED]
FanfictionRencana kabur keluar negeri malah membuat mereka terdampar di sebuah negeri asing. Created : March 20th, 2022
![BLUE MOON [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/306533985-64-k455187.jpg)