Semenjak pembicaraan beberapa hari yang lalu, Jihoon jadi semakin mengamati sekitarnya. Entah kenapa, dia jadi terus memandangi hampir setiap pergerakan orang-orang.
Lo juga mending perhatiin sekitar. Kali-kali aja ada yang mirip sama bokap-nyokap Lo atau yang lain.
"Sial si Soobin!" runtuknya dengan pelan.
"Kenapa?" tanya Hyunsuk yang duduk di depannya.
Jihoon langsung menggeleng. "Bukan apa-apa."
Hyunsuk masih memandangi pemuda berambut biru itu sebelum akhirnya lanjut pada pekerjaannya.
"Mereka kapan pulang?" tanya Jihoon setelah pulih dari perasaan meruntuki Soobin.
"Siapa?" tanya Hyunsuk tanpa melihat.
"Jongho, Jisung dan yang lain." Jihoon terus menatap sekitarnya lalu kembali fokus menatap anak panah yang mereka buat.
"Tidak tahu."
"Hah?"
Hyunsuk mengangkat wajahnya lalu tersenyum tipis. "Aku juga tidak tahu mereka akan kembali atau tidak."
Jihoon ingin bertanya tapi hanya alisnya saja yang ternaik, pengganti suaranya.
"Aku..." ucap Hyunsuk yang tiba-tiba terdengar gugup. "Sebenarnya aku dan yang lain tidak ingin melibatkan kalian bertiga."
"Ya?"
"Aku dan mereka yang ada disini adalah orang-orang yang dianggap pengkhianat dari kerajaan. Kami berniat untuk menghapuskan kejayaan saat ini. Secara tidak langsung, kami akan menyatakan perang pada kerajaan."
Jihoon tidak tahu harus apa dengan informasi tersebut. Jujur dia dan dua temannya sudah tahu. Bukan hanya sekedar asumsi tapi juga hasil mengumpulkan informasi - bonus menguping - dari yang lain. Ya, sebenarnya hanya tinggal menunggu Hyunsuk dan yang lain jujur saja.
"Kamu tidak marah? Terkejut?"
Harusnya Jihoon pura-pura terkejut tapi sudah terlambat. Tapi dia harus menghargai keputusan Hyunsuk karena sudah jujur. Jadi...sepertinya tampang kebingungan lebih tepat untuk saat ini.
Mulutnya baru akan terbuka saat teringat diskusi terakhir mereka tentang kerajaan. Kenyataan ada orang yang mirip sekali dengan Soobin dan ternyata adalah saudara kandung Hyunsuk. Fakta lainnya jika Hyunsuk adalah salah satu putra mahkota dan mungkin Soobin juga.
"Setelah semua perbuatan kerajaan yang tidak pantas, aku sebagai...kami akan membuat kerajaan merasakan hal itu. Aku juga tidak peduli pada resikonya selama kami berhasil menggulingkan kerajaan dan menghentikan semua kejahatan mereka."
Entah, Jihoon merasa suara Hyunsuk berada sangat jauh dan terasa seperti bisikan. Jika perang lalu mereka harus apa?
"Jadi aku, sebagai...mantan putra mahkota memohon bantuan kepada kalian. Walaupun aku tidak tahu asal kalian tapi aku mohon dengan sangat untuk menambah tenaga kami sebagai..."
Jihoon panik saat Hyunsuk tiba-tiba beranjak dan berlutut ke tanah. Tangannya bergerak cepat untuk mencegah hal tersebut.
Niat berlutut Hyunsuk memang berhenti tapi sekarang justru air matanya yang mengalir.
"Tolong, bantu kami! Aku yakin kalian datang kesini pasti ada maksud lain dan aku sangat berharap kalian adalah bantuan yang dikirm untuk kami."
Jihoon langsung memeluk tubuh kecil itu dengan isi kepala yang penuh tanda tanya. Jika dia menyetujui, apa yang lain akan melakukan yang sama? Tapi sejak awal mereka bersepakat akan ada di pihak Hyunsuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
BLUE MOON [COMPLETED]
FanfictionRencana kabur keluar negeri malah membuat mereka terdampar di sebuah negeri asing. Created : March 20th, 2022
![BLUE MOON [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/306533985-64-k455187.jpg)