Unexpected conversation

3 1 0
                                        

Yeonjun sedang mengenakan sepatunya saat Soobin terbangun. Buru-buru dia menghampiri pemuda itu dan menanyakan keadaannya.

"Aku baik-baik saja. Tapi ini dimana?" tanya Soobin saat merasa kamar ini terlihat asing.

Yeonjun duduk di pinggir ranjangnya sambil lanjut mengenakan sepatunya. "Kamarku. Kamu istirahat saja dulu. Aku akan panggil kan Jihoon."

Soobin mengubah posisinya menjadi duduk lalu menarik ujung baju pemilik kamar dan menggeleng panik. "Jangan pergi!"

"Kenapa?" tanya Yeonjun yang terlihat bingung. Biasanya juga Soobin yang menghindar saat ada dia.

"Aku takut ayahku datang kesini dan membunuhku."

Ah, sepertinya ketakutan Soobin bukan hal sekecil yang dia kira. Pantas saja Jihoon sampai minta tolong untuk menemani pemuda tinggi itu semalaman.

"Baiklah. Aku tidak akan kemana-mana."

Yeonjun mengulurkan tangan kanannya untuk merapikan rambut Soobin, memperbaiki bajunya dan bahkan menyeka air mata yang mengalir.

"Istirahat saja."

Soobin kembali berbaring tapi dengan tangan yang masih menarik ujung baju Yeonjun. "Tapi jangan kemana-mana."

"Iya. Lihat! Aku sudah melepaskan sepatuku."

"Terima kasih."

"Tidurlah lagi. Kamu masih harus beristirahat." Yeonjun mengenakan kembali selimutnya ke Soobin dan tanpa sengaja melihat luka karena pedangnya di leher pemuda itu. "Dan maafkan aku karena pernah ingin melukai kalian, terutama kamu."

~Blue Moon~

Beda lagi dengan Jihoon yang berdiri di ujung ranjang Jisoo. Sejak semalam, dia tidak bisa tidur dengan tenang. Hampir setiap waktu juga dia memeriksa nafas Jisoo.

Hyunsuk sampai turun tangan memaksa pemuda itu tidur. Walaupun beberapa kali juga terbangun untuk melihat temannya.

Pagi ini juga Jihoon tidak terlihat ingin melakukan apapun. Tidak ada nafsu untuk memulai hari ini. Bahkan sarapan dari Yunho masih berada di atas meja.

Samar-samar dia mendengar keributan dari luar rumah. Jadi sejenak dia menatap keluar jendela untuk melihat apa yang sedang terjadi. Ada keramaian dan seekor kuda hitam pekat yang bernama Jade.

"Ayo, Jade!" ucap Mingi sambil berusaha menarik tali kuda itu.

Tapi Jade malah meringkik, kedua kaki depannya diangkat. Jelas-jelas kuda itu menolak.

Jihoon menatap temannya yang masih berbaring sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi ke depan, mencari tahu apa yang sedang terjadi.

Hyunsuk, Hyunjin dan Yunho sudah berada di depan pintu. Wajah mereka tidak memiliki tanda jika ketiganya ada jawaban atas apa yang sedang terjadi tapi Jihoon akan berusaha.

"Ada apa?"

Yunho yang pertama menoleh. "Tidak tahu. Tapi saat aku keluar tiba-tiba Jade sudah ada di depan."

"Sendiri?"

Hyunjin mengangguk. "Dia hanya bersantai saja. Tapi Mingi takut jika Jade akan menyerang orang lain seperti biasa."

Jihoon menatap kuda yang masih menolak untuk pergi itu lalu beralih pada Mingi yang terlihat kewalahan. Akhirnya dia memutuskan untuk mendekati pemuda itu.

"Jihoon!" panggil Hyunsuk dengan panik saat pemilik nama dengan santainya melewati Jade.

"Tidak apa-apa." Jihoon menepuk pundak Mingi. "Lepaskan saja dulu!"

BLUE MOON [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang