Soobin tidak tahu sudah seberapa waktu yang dia habiskan hanya untuk menuruni tangga.
Iya, sejak beberapa jam yang lalu, Soobin dan ketiga temannya hanya menghabiskan waktu untuk menuruni tangga. Terlalu banyak hal yang terjadi tapi beruntung keempatnya berhasil selamat.
Iya, tidak salah. Mereka berempat.
Jadi sejak Soobin, Hyunsuk dan Jungwon berhasil melalui pintu selatan, ketiganya dikepung oleh lima orang yang berjaga disana. Mereka bertiga hanya berhasil menumbangkan satu orang. Berdua sebenarnya, Jungwon tidak melakukan apapun.
Selang beberapa menit berikutnya, seorang pemuda kurus melompat ke arah mereka dan menyerang empat orang lainnya. Rintangan pertama berhasil mereka lewati dan dilanjutkan dengan reunian.
Orang yang menolong mereka memperkenalkan diri sebagai Choi Chanhee, saudara kandung Hyunsuk yang juga meninggalkan kerajaan. Soobin semakin yakin saat melihat wajah pemuda itu yang cukup mirip dengan foto yang pernah dia dan kedua temannya lihat sebelumnya. Kemudian ditambah dengan Jungwon yang mengkonfirmasi tepat di telinganya.
Soobin semakin enggan membuka penutup wajahnya saat tahu jika saudara orang yang mirip dengannya sudah berkumpul di tempat ini. Sebenarnya dia tidak yakin jika Chanhee akan mengenalinya karena pemuda itu meninggalkan kerajaan pada usia yang sangat muda. Belum lagi saudara mereka yang juga bernama Soobin meninggal pada usia remaja, yang dapat dipastikan seusia Soobin saat ini.
"Soobin!" teriak Hyunsuk dengan panik saat kembali mendapati pemilik nama limbung.
Iya, masalah selanjutnya adalah Soobin yang beberapa kali jatuh tidak sadarkan diri. Hal itu membuat ketiganya harus menunggu sampai pemuda tinggi itu sadar karena siapa yang bisa membopong tubuh bongsor Soobin?
Belum lagi jika mereka menemui musuh.
"Aku tidak apa-apa." Soobin berucap pelan seraya bertumpu pada dinding.
"Apa kita harus istirahat lebih dulu?" tanya Chanhee yang terlihat khawatir.
"Sebenarnya kalian bisa pergi lebih dulu." Soobin perlahan mendudukkan dirinya. "Aku tidak apa-apa sendirian disini."
"Bagaimana jika ada yang menyerangmu?" tambah Hyunsuk yang masih terdengar khawatir.
"Kalian sudah membuang waktu cukup lama karena aku. Pergi saja! Aku akan menunggu disini."
"Tapi..." ucap Hyunsuk yang tidak rela.
"Jika naik, kalian pasti akan lewat sini, kan? Kalian bisa menemuiku lagi dan kita keluar sama-sama." Soobin berusaha membujuk dua pemuda itu tapi pandangannya tertuju pada Jungwon. "Bawa mereka!"
"Maksudmu membopong mereka berdua?" balas anak kecil itu dengan ekspresi kesal. "Aku tidak ahli bertarung jadi mustahil untuk mengangkut mereka."
Soobin tertawa saja walaupun suaranya terdengar parau. Sebenarnya sejak tadi dia tidak mengerti apa yang salah dengan dirinya. Tubuhnya tiba-tiba memberat dan kepalanya serasa dihantam sesuatu. Hal itu juga yang sukses membuatnya tidak sadarkan diri.
Setelah sadar juga, Soobin tidak merasa tubuhnya baik-baik saja. Seolah ada sesuatu yang menekan semangatnya. Belum lagi saat dia tidak bisa mengendalikan pendengarannya dengan baik karena beberapa kali berusaha mengetahui keadaan teman-temannya.
"Pergilah!" suruhnya lagi.
"Tapi..."
"Choi Hyunsuk! Lihat aku!" suruh Soobin dengan tegas seraya membuka penutup wajahnya. "Aku tidak tahu kamu akan melakukan apa di bawah sana tapi aku sangat yakin itu sangat penting untuk kalian. Lakukan dan biarkan aku disini!"
KAMU SEDANG MEMBACA
BLUE MOON [COMPLETED]
FanfictionRencana kabur keluar negeri malah membuat mereka terdampar di sebuah negeri asing. Created : March 20th, 2022
![BLUE MOON [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/306533985-64-k455187.jpg)