Lisa POV2

1.8K 215 17
                                        

"Lisa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Lisa....putri ayah, kamu pulang nak" sambut ayah Lisa.

"Iya yah" lirih Lisa berusaha terlihat baik.

"Kenapa tidak bilang ke ayah? Ayah bisa menjemputmu, kamu dapat libur berapa hari?"

"Lisa....sudah resign yah, Lisa ingin disini saja, dengan ayah dan ibu"

"Sudah ayah bilang, kamu tidak perlu jauh jauh merantau untuk bekerja, semua itu tanggung jawab ayah sebagai orang tuamu"
"Sana masuk....ibumu di dalam sedang memasak, kamu pasti lapar"

Lisa melangkahkan kakinya masuk ke rumah orang tuanya, kira kira enam bulan yg lalu Lisa meminta ijin orang tuanya untuk merantau, pergi bekerja di luar kota, ke Phuket dan kebetulan pemilik resort nya adalah teman kuliah Lisa.
Sebenarnya ayah Lisa tidak pernah setuju Lisa bekerja jauh dari orang tuanya karena Lisa putri mereka satu satunya, apalagi Phuket yg merupakan kota wisata, banyak turis asing yg datang terlebih mereka kurang beradap kalau kata ayah Lisa yg masih tinggal di sebuah desa yg penuh dengan adab dan sopan santun.

Lisa ingin sekali bisa menceritakan semuanya pada orang tuanya, semua yg menimpa dirinya hingga dia memutuskan kembali kesini, tapi melihat wajah orang tuanya yg mulai tumbuh keriput dan ayahnya yg berjalan tidak lagi tegap dan sesehat dulu membuat Lisa bungkam.

"Semuanya hanya mimpi buruk, dan aku akan menjadi Lisa seperti biasanya" lirih Lisa menyemangati dirinya sendiri tapi tetap tidak bisa menghilangkan trauma Lisa terhadap laki-laki.

Sejak hari pertama Lisa kembali ke rumah orang tuanya, Lisa terus menghindari pertemuannya dengan laki-laki selain ayahnya.
Selalu menggunakan pakaian berlapis lapis bahkan saat dia berada di dalam rumah,
Dan....Lisa menjadi lebih pendiam dari biasanya.

Satu bulan berselang dan semuanya baik baik saja, batin Lisa.

"Li kamu sudah makan?" tanya Ibu Lisa.

"Belum bu, nanti....Lisa belum lapar" lirih Lisa.

"Ibu perhatikan kamu jarang makan sekarang Li, makan yuk nanti bisa sakit"

"Perut Lisa sedang tidak enak bu, kalau makan malah ingin muntah" lirih Lisa.

"Masuk angin itu, ibu buatkan teh hangat ya, tapi tetep harus makan sedikit sedikit"

"Iya bu" lirih Lisa melihat kalender yg terletak di atas meja.

Lisa yg gelisah terus memainkan jari jari tangannya.

"Aku....terlambat datang bulan" lirih Lisa ketakutan.
Duduk lama dikamar mandi berusaha mengumpulkan nyalinya untuk melihat hasil test pack yg kini Ada di genggamannya.

"All is well Lisa, semua itu tidak akan terjadi, itu hanya ketakutanmu sendiri" lirih Lisa menguatkan diri hingga...

"All is well Lisa, semua itu tidak akan terjadi, itu hanya ketakutanmu sendiri" lirih Lisa menguatkan diri hingga

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
DIA (Haruto-Lalisa)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang