Crash

1.3K 192 44
                                        

"Pasti ulahmu kan? Dasar ular

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Pasti ulahmu kan? Dasar ular...." maki mommy Haruto yg langsung melabrak Karina.

"Oh selamat datang...mommy mertua yg terhormat" sapa Karina.

"Kamu fikir aku sudi memiliki menantu seperti mu hah?"

"Mommy fikir aku juga membutuhkan restu dari mommy? Sayang sekali tidak" bisik Karina dengan smirknya.

"Menjauhlah dari putraku, dia sudah memiliki istri dan akan segera menjadi ayah" bentak mommy Haruto.

"Apa mommy barusaja memohon kepadaku? Sayangnya bukan aku mom....tapi putra mommy yg tidak bisa menjauh dariku, aku harus bagaimana mom" ledek Karina.

"Aku fikir kamu masih manusia yg masih bisa diajak berbicara, aku lupa kamu ular" cibir mommy Haruto.

"Jangan terlalu tegang mom....nanti cepat tua loh" Karina terkekeh.

"Dasar sinting...lihat sampai aku benar-benar menghancurkanmu" marah mommy Haruto melangkah pergi dari tempat Karina.

"Kita lihat saja siapa yg akan terlebih dahulu hancur mom...." Karina terbahak.

🦋🦋🦋

"Kita harus cepat memberikan pelajaran pada wanita ular itu, dia sudah berani menyentuh menantuku" bentak mommy Haruto pada suaminya.

"Masalahnya disini adalah Haruto yg tidak mau menjauh dari Karina" ucap daddy Haruto.

"Aku ingin dia mati" ucap mommy Haruto menggenggam erat sebuah pena di tangannya hingga patah menjadi dua bagian.

"Kita tidak bisa menyakiti Karina selagi Haruto masih membelanya" ucap daddy

"Aku sudah tidak peduli itu, ini menyangkut harga diriku, dia berani menertawakanku, dan akan aku buat dia mati" ucap mommy Haruto penuh penekanan.

🦋🦋🦋

"Ada apa dengan kepalaku? Kenapa mendadak pusing, dadaku...terasa sangat sesak" ucap Karina memegang dadanya dan mulai kesulitan bernafas saat menyetir mobilnya sendiri dalam perjalanan pulang.
Sesaat penglihatan Karina blur dan hitungan seperdetik kemudian semuanya menjadi hitam, hanya terdengar suara klakson panjang menurut saksi mata yg menyaksikan mobil yg Karina tumpangi menabrak pagar pembatas dan terjun ke sungai.

Penampakan mobil yg Karina tumpangi usai tim SAR melakukan evakuasi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Penampakan mobil yg Karina tumpangi usai tim SAR melakukan evakuasi. Jangan tanya keadaan Karina, karna menurut penuturan team forensik, Karina mengalami serangan jantung dan meninggal di dalam mobil sesaat sebelum mobilnya terjun ke sungai.

🦋🦋🦋

Haruto berlari sekuat tenaga menyusuri lorong rumah sakit tempat dimana Karina dibawa, Haruto sudah tidak peduli meski di sana sangat banyak kamera dan para reporter, suami Karina termasuk orang berpengaruh, berita kecelakaan mobil Karina tentu menyita perhatian publik, dan siapa sangka para reporter disana malah disuguhkan dengan fakta dimana justru penerus Watanabe corps yg menangisi jenazah mendiang Karina dan terlihat lebih terpukul dibandingkan suami Karina sendiri.

"Apa hubungan mereka berdua?" kasak kusuk para reporter yg berada disana.

"Aku rasa rumah tangga Watanabe memang sudah retak, istrinya ke dokter kandungan bersama laki-laki lain dan sekarang suaminya menangisi jenazah wanita lain" ucap salah satu reporter yg berada disana.

🦋🦋🦋

"Apa kamu sudah gila memeluk orang itu dihadapan para reporter?" maki mommy Haruto.

"Yg aku peluk jenazah mom"
"Dia sudah meninggal, apa masih menjadi ancaman untuk mommy hmm?" Haruto menangis tersedu.

"Mommy tidak peduli orang atau jenazah, yg jelas sekarang semua orang sedang membicarakanmu yg terlihat lebih terluka dan kehilangan daripada suaminya sendiri" bentak mommy Haruto.

"Aku tidak peduli ucapan orang" ketus Haruto.

"Mommy tidak menyuruhmu peduli dengan ucapan orang, mommy menyuruhmu peduli perasaan istrimu" bentak mommy.

"Lisa Lisa Lisa....semua orang hanya memikirkan perasaannya, bagaimana dengan perasaanku?" bentak balik Haruto.

"Kenapa mommy harus peduli dengan perasaanmu? Kamu penyebab semua masalah, dan Lisa disini korban keruwetan kelakuanmu. Itu alasan mommy sangat mengkhawatirkan perasaan Lisa" maki mommy.

"Tindakan mommy seperti ini justru semakin membuatku muak dengan Lisa" teriak Haruto yg tidak menyadari Lisa sudah berdiri di sudut ruangan rumah orang tua Haruto.

"Lisa...sejak kapan ada disitu?" tanya mommy membuat Haruto ikut menoleh.

Lisa berjalan perlahan kearah Haruto

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lisa berjalan perlahan kearah Haruto.

"Kalau aku sememuakkan itu...kenapa tidak mengembalikanku pada orang tuaku?" lirih Lisa.

"Aku tidak pernah ingin kamu bawa kesini, aku bahkan....tidak pernah ingin mengenalmu" ucapan Lisa terbata karna menahan tangisnya.

"Setiap hari aku berdoa kepada Tuhanku.... agar aku tidak pernah dipertemukan denganmu disetiap kehidupanku selanjutnya" ucap Lisa meremat kuat kuku kuku jarinya.

"Mungkin mulai sekarang aku harus menambahkan doaku agar tidak pernah melihatmu disetiap aku membuka mata"

🦋🦋🦋

Singkat dulu chapter kali ini, soalnya author udah nangis 🥹

DIA (Haruto-Lalisa)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang