Uncontrolled

1.4K 167 18
                                        

"Kenapa kamu selalu kasar padaku? Aku juga membencinya" teriak Lisa mulai menangis.

Bagai disambar petir, ucapan Lisa begitu menusuk Haruto.

"Mian-he..." lirih Haruto beranjak dariatas tubuh Lisa dan berjalan gontai keluar dari kamar Lisa.

"Dia sangat membenciku..tentu saja karna aku sangat brengsek"
"Kenapa aku tidak bisa mengontrol isi hati dan isi otakku" gerutu Haruto menghadap pada sebuah cermin besar di kamarnya.

Sesaat kemudian Lisa mendengar suara pecahan kaca dari ruangan di sebelah kamarnya.

Bohong kalau Lisa tidak kaget, suaranya begitu nyaring dan sedikit membuat Lisa khawatir dengan apa yg sebenarnya terjadi.

Mencoba acuh dan tidak ingin memperdulikan nya, Lisa menutup mata dan telinganya rapat rapat. Lebih memilih bersembunyi dibalik selimut tebalnya daripada mencari tau apa yg terjadi di ruang sebelah kamarnya.

"Sial....apa yg aku lakukan, kenapa aku malah terbangun" gerutu Lisa yg sempat tertidur beberapa jam dan malah terbangun tengah malam dan kini beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar sebelah.

"Apa dia sinting?" kaget Lisa melihat kamar Haruto yg terbuka dengan Haruto yg tertidur di ranjangnya dan tangannya yg meneteskan darah di lantai dengan pecahan kaca berserakan di lantainya.

"Apa dia benar tidur?" gumam Lisa melihat mata Haruto yg terpejam dan bergegas mengambil kotak obat.

"Sedang apa?" lirih Haruto merasakan perih ditangannya karena Lisa sedang mencabut satu persatu serpihan kaca yg menancap di jari jari tangan kanan Haruto.

"Kalau mau bunuh diri jangan sekarang, setidaknya jangan saat aku ada di sini, aku malas ditanyai polisi nanti"

"Aku hanya memecahkan kaca dengan tanganku, bukan mengiris pergelangan tanganku, jadi tidak akan mati" ucap Haruto.

"Aku hanya memberi saran, lain kali jika ingin bunuh diri tunggu sampai aku tidak ada disini"

"Aku....menderita bipolar"
"Apa kamu tau itu?" lirih Haruto.

"Itu bukan bipolar, itu gangguan kejiwaan. Periksakan kejiwaanmu" ucap Lisa menatap sengit Haruto.

"Ah...kamu benar"
"Aku pernah berkali-kali mencoba bunuh diri" ucap Haruto menunjukan pergelangan tangan kirinya pada Lisa, ada banyak bekas sayatan disana.

"Aku harus minum obat penenang setiap hari agar emosiku tidak meledak setiap harinya, itu persediaan obatku" Haruto menunjuk deretan obat di atas nakas.

"Alergi ku efek dari kebanyakan obat yg aku konsumsi setiap harinya, dan akan bereaksi ketika kulitku terkena debu"

"Tidak perlu mengatakan apapun padaku, kamu fikir aku peduli?" tanya Lisa acuh.
"Ini hanya atas rasa kemanusiaan, tidak lebih" ucap Lisa selesai membalut tangan Haruto dengan kasa.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
DIA (Haruto-Lalisa)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang