Test

682 73 6
                                        

"Bae....Yoo-bin? Aku bahkan tidak bisa mengingat namanya, apalagi wajahnya" gerutu Haruto berjalan perlahan menuju depan ruang operasi Krystal.

"Krystal yg mau lahiran kenapa kamu yg pucat hmm?" ini bukan Haruto yg bertanya pada Lisa, tapi Lisa yg bertanya pada Haruto karna memang wajah Haruto justru terlihat lebih pucat dan cemas daripada Krystal.

"Sesuatu terjadi?" lirih Lisa, Haruto hanya menggeleng lemah.

"Kamu yakin kuat nunggu disini?" Haruto menatap Lisa khawatir.

"Aku baik baik aja" ucap Lisa tersenyum meski tangannya mulai gemetaran dan terasa dingin.

Lisa menatap Kai...suami Krystal yg terlihat gelisah berjalan mondar mandir dengan menggigiti kuku jarinya, bolehkah Lisa berkata kalau Lisa.....iri?.

Tiba-tiba nafas Lisa tercekat, potongan potongan kejadian kelam masa lalu satu persatu muncul di ingatan Lisa. Krystal yg saat ini berada di dalam tapi rasanya seperti dirinya yg sedang berada di dalam, meregang nyawa untuk melahirkan buah hatinya tapi...tidak ada suami yg gugup menunggunya melahirkan buah hati mereka.

Ya sama seperti Krystal, Lisa harus operasi caesar karena bayinya masih belum juga kontraksi meski sudah memasuki HPLnya, bahkan belum pembukaan satupun saat dokter kandungan memeriksa.

Flashbacks on
"Kau puas? Kalau masih belum...kamu bisa membunuhku sekarang, sekalian aku di kremasi" ucap Haruto terdengar begitu menusuk bagi Lisa, bagaimana mungkin Haruto bisa mengucapkan itu terhadapnya, apa Lisa sejahat itu baginya? Bukankah kenyataannya justru mereka berdua yg sudah menjahati Lisa.

"Kau fikir aku akan membiarkanmu mati dengan mudah?" bisik Lisa menatap Haruto dengan tatapan membunuhnya.

"Aku pastikan kamu tidak akan mati sebelum merasakan kesakitan yg setimpal dengan perbuatanmu" ucap Lisa.

"Kamu memiliki dendam padaku, aku yg menyakitimu, kenapa melemparkan semua kesalahan pada Karina? Karina tidak pernah melakukan apapun terhadapmu" ucap Haruto balik dengan tatapan tajamnya.

"Bagiku sama saja, yg satu membusuk di neraka dan yg satunya....akan aku jadikan duniamu seperti di neraka hingga kamu memohon untuk sebuah kematian" ucap Lisa dengan lantang meski kenyataan nya ucapan nya justru menghancurkan hatinya sendiri.

....

"Ibunya terlalu tegang...atau justru sangat tertekan? Denyut nadinya sangat cepat" ucap dokter sesaat sebelum melakukan operasi.

Hal yg paling dikhawatirkan dokterpun terjadi, Lisa yg terlalu tegang, denyut jantungnya terlalu cepat dan membahayakan proses operasi, hingga Lisa kehabisan banyak darah di ruang operasi. Bahkan tiga jam setelah bayinya berhasil dilahirkan kedunia, Lisa masih belum sadarkan diri.

"Ya Tuhan....apa yg terjadi dengan menantuku" tangisan mommy Haruto pecah melihat keadaan Lisa yg terkulai lemas di ranjang pasien dengan selang oksigen di hidungnya.

"Dokter apa yg sebenarnya terjadi pada menantu kami?" marah daddy Haruto.

"Pasien kehilangan banyak darah sehingga sempat tidak sadarkan diri, namun sekarang keadaannya sudah mulai stabil, dan sekarang.. Pasien belum sadar bukan karena belum pulih, tapi karena pasien enggan membuka matanya"

Flashbacks off

"Lisa gwenchan-ha?" tanya Haruto khawatir menatap perubahan raut wajah Lisa yg menatap kosong lurus ke depan dengan genggaman tangan Lisa yg semakin kencang.

DIA (Haruto-Lalisa)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang