"Loh Hito....Aleyna...kalian berdua saling kenal?" tanya salah satu teman kelas Hito yg pada kenyataannya memang Hito dan Aleyna beda 2kelas.
"Iya Aleyna anak temen papa, sama Hyun Jun juga"
"Wah itu namanya circle an anak sultan dong, syulit memang" ucap teman kelas Hito.
"Syulit gimana?" Hito yg masih bingung tiba-tiba gadis yg kemarin dia temui masuk ke kelasnya dan meski Hito belum bisa mengingat semua teman kelasnya tapi Hito yakin gadis ini bukan teman kelas nya.
"Hai....aku ingin mengembalikan ini" ucap gadis itu mengeluarkan laptop Hito dari dalam tas nya dan memberikannya pada Hito. "Dan....terima kasih"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sejak kapan kalian saling mengenal?" tanya teman Hito.
"Lami...." ucap singkat gadis itu dan segera pergi tanpa membalas tangan Hito.
"Lami? Hanya itu namanya? Bukankah saat berkenalan kita harus menyebutkan nama lengkap kita ya?" heran Hito.
"Dia tidak punya marga oppa, aku dengar karna dia tidak punya ayah"
"Tidak punya ayah? Ayahnya meninggal? Bukankah anak tetap berhak menyandang marga ayahnya meski sudah meninggal ya?"
"Entahlah oppa, aku tidak tau, kami tidak dekat ataupun pernah mengobrol meski kami satu kelas, dia sangat tertutup" "Jadi....ceritakan padaku bagaimana oppa bisa mengenalnya?" tanya Aleyna dengan tatapan penasarannya.
"Kemarin aku nggak sengaja mendengar dia menangis di ujung koridor"
"Menangis? Tapi....dia memang sering menangis sendirian sih oppa"
"Kamu nggak penasaran kenapa dia tertutup, sering nangis sendirian dan....ada luka luka di tangannya?"
"Luka di tangannya? Aku malah baru tau ini, dia selalu memakai lengan panjang bahkan di saat pelajaran berenang, jadi aku tidak pernah melihat luka di tangannya"
🦋🦋🦋
"Wa...ta..na..be? Apa ini yg dimaksud ibu?" lirih Lami membuka selembar kertas, Surat dari mendiang ibunya sebelum ibunya menghembuskan nafasnya yg terakhir.
Lami pov Dua tahun yg lalu
"Bu...tidak bisakah aku pindah ke sekolah lain saja, bersekolah di sana sangat mahal dan aku tidak tega melihat ibu bekerja keras seperti itu hanya untuk biaya sekolahku"
"Ibu masih kuat bekerja untuk biaya sekolahmu Lami, kamu hanya harus belajar dengan baik hmm?" "Dan...kamu harus tetap bersekolah di sana"