Fault

2.8K 254 15
                                        

"Siapa yg ijinin kamu keluar darisini?" tanya Haruto menatap Lisa dengan smirknya dan menunjukan kunci kamar yg dia masukan ke dalam saku celana nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Siapa yg ijinin kamu keluar darisini?" tanya Haruto menatap Lisa dengan smirknya dan menunjukan kunci kamar yg dia masukan ke dalam saku celana nya.

"Excuse me sir, Saya ingin keluar" ucap Lisa hendak membuka pintu dengan kunci cadangan yg Ada ditangan Lisa.

Ah sial, Haruto lupa setiap room service pasti memegang kunci cadangan.

"Kenapa buru-buru hmm?" bisik Haruto tepat di telinga Lisa dan mencekal lengan Lisa dengan kuat.

"Sir....saya ingin keluar dan tolong jangan kurang ajar" ucap Lisa dengan nada tinggi.

"Kurang ajar? Kamu fikir saya tidak tau perempuan seperti apa kamu hmm?"
"Saya meminta roomboy, kenapa kamu yg datang hmm?" bisik Haruto dengan cepat membuang kunci di tangan Lisa dan semakin memajukan langkahnya, reflect Lisa memundurkan langkahnya hingga terpojok diantara Haruto dan dinding kamar.

"Sir....saya Mau pulang" ucap Lisa mulai gemetaran karna sungguh dia merasa sangat takut sekarang, ditambah aroma alcohol yg sangat kuat dari Haruto.

"Kenapa buru-buru? Pekerjaan kamu belum selesai kan?" bisik Haruto mulai menjamah tubuh Lisa, memeluk pinggang Lisa membawanya mendekat kearahnya.

"Saya bilang jangan kurang ajar, Saya bukan jalang, kalau anda ingin perempuan yg seperti itu akan kamu carikan" bentak Lisa mendorong kuat tubuh Haruto untuk menjauh darinya.

"Bukan jalang? Perempuan yg berani masuk ke kamar seorang laki-laki tengah malam dan sendirian masih menyebut dirinya bukan jalang?" ucap Haruto dengan smirknya.
"Ternyata selain jalang, kamu juga....munafik" bisik Haruto.

Plak......tamparan kuat mendarat ke pipi Haruto.

"Dan laki-laki brengsek seperti anda tidak bisa membedakan mana jalang dan mana gadis baik-baik yg hanya melakukan pekerjaannya" marah Lisa.

"Hhhh...." Haruto terkekeh dengan memegang pipinya.
"Mana bisa tau jalang atau bukan kalau belum dicoba? Jadi....mari buktikan siapa yg benar hmm?" bisik Haruto dengan smirknya yg langsung mendorong Lisa hingga berbaring di ranjangnya, dan menindihnya.

"Bekerjalah dengan baik, dan puaskan aku, maka akan aku tunjukan padamu seperti apa yg namanya hujan uang" ucap Haruto dengan berapi-api, rasa kesalnya pada ucapan Jihoon tadi ditambah tamparan kuat dari Lisa barusan membuat Haruto benar-benar gelap mata.

"Maaf sir....dan tolong lepaskan aku, aku ingin pulang" ucap Lisa menangis tersedu karena tubuhnya sudah tidak bisa bergerak di bawah kungkungan Haruto dan kedua tangan Lisa yg sudah terkunci gerakannya oleh kedua tangan Haruto.

"So...Show your skills, striptease or belly dance" bisik Haruto mulai membuka paksa kemeja Lisa dengan satu tangan, dan satu tangan yg lain menahan kedua tangan Lisa diatas kepala.

"Sir....tolong lepas, aku ingin pulang" ucap Lisa menangis makin tersedu dan membuat Haruto semakin gelap mata dan semakin mencumbui Lisa dengan beringas.

"Nanti.....setelah aku merasakan tubuhmu" bisik Haruto.

"No.....please don't....it's hurt me" teriak Lisa kesetanan berusaha memberontak hingga ranjangnya berdecit keras karena sekuat itu Lisa memberontak tapi sekuat itu juga Haruto memegangi tubuh Lisa.

"Lakukan tugasmu dengan benar....bitch, dan jangan menangis, membuatku semakin ingin menikmati tubuhmu" bisik Haruto dengan smirknya setelah berhasil meloloskan semua pakaian Lisa bersamaan dengan Haruto yg menanggalkan semua pakaiannya sendiri.

"Ayah....tolong aku" teriak Lisa histeris tapi percuma semua room di resort nya kedap suara.

"Shit....kenapa harus membawa orang tuamu untuk pekerjaan kotormu" maki Haruto dan segera membungkam mulut Lisa dengan telapak tangannya bersamaan dengan pergerakan nya membuka lebar paha Lisa sesaat sebelum memasukkan miliknya.

"Semuanya tiba-tiba menjadi gelap, tenggorokanku seperti tercekat, telingaku berdengung, tubuhku kaku, yg kuingat hanya perkataan ayah kalau suatu saat nanti akan datang seorang pria baik yg akan menikahiku dengan cara yg baik dan menjaga kehormatanku sebagai istrinya. Tapi semuanya tiba-tiba menguap dan sirna bersamaan dengan sesuatu yg sekarang sedang memasukiku"

"Aku....hancur dan hidupku....berakhir" lirih Lisa yg sudah tidak bisa terteriak, hanya linangan air mata dan sisa tenaganya untuk memberontak tapi semuanya sia-sia.

"Mari kita buktikan seberapa bitch....kamu" bisik Haruto dan dengan satu hentakan berusaha memasukan langsung miliknya ke milik Lisa, membuat Lisa mengejang kuat menahan sakit, kedua tangannya mencengkeram kuat dan linangan air mata terus mengalir dari matanya.

"Sakit...seluruh tulang-tulang ku seperti dipatahkan dalam satu waktu secara bersamaan dengan otot-ototku yg tertarik dan rasa sangat perih disekujur tubuhku, dan hanya aroma alcohol menyengat yg aku ingat" lirih Lisa dalam hari.

Haruto yg merasakan ada sesuatu yg berbeda, mengeluarkan kembali miliknya dan sedikit melonggarkan cengkeramannya pada kedua pergelangan tangan Lisa untuk mengecek.

"Are you still a virgin?" kaget Haruto mengusap setetes darah mengalir dari milik Lisa.

"Sir....tolong lepaskan aku, aku ingin pulang, aku mohon" lirih Lisa dengan sisa tenaganya.

"I'm so sorry, but i don't care baby..." bisik Haruto dengan smirknya dan kembali memasukan miliknya ke milik Lisa dengan sekali hentakan dan sangat cepat hinga Lisa sudah tidak bisa melawan lagi.

"Sakit.....sakit" hanya terdengar lirih rintihan Lisa yg sama sekali tidak dianggap Haruto yg malah semakin mempercepat tempo gerakan pinggulnya.

"Shit....sempit banget benar-benar membuatku gila" gerutu Haruto.
"Tahan dan....akan aku bayar mahal keperawananmu" ucap Haruto semakin mempercepat gerakan nya sesaat sebelum pelepasannya dan mengeluarkan semuanya di dalam milik Lisa setelahnya terkulai lemas beberapa saat di sebelah Lisa yg meringkuk membelakangi Haruto.

"Bayaran untuk keperawananmu" ucap Haruto melempar semua lembaran uang dollar di dalam dompetnya kearah tubuh Lisa, hingga benar-benar terlihat seperti hujan uang.
"Kamu lihat semua itu? Hujan uang yg sesungguhnya, dan aku tepati janjiku" ucap angkuh Haruto sebelum masuk ke kamar mandi meninggalkan Lisa yg masih menangis meringkuk dalam selimut yg membungkus tubuh nakednya.

🦋🦋🦋

Haruto yg baru keluar dari kamar mandi setelah ritual membersihkan dirinya melihat sudah tidak ada Lisa di kamarnya.

"Aku fikir dia masih disini karena bayarannya kurang" cibir Haruto tapi tiba-tiba Haruto terdiam saat melihat lembaran uang dollar masih berserakan ditempat tadi, ditempat Haruto melemparnya bagai hujan uang.

"Dia tidak mengambilnya?" lirih Haruto.
"Tapi kenapa?"

"Apa aku melakukan kesalahan?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Apa aku melakukan kesalahan?"

DIA (Haruto-Lalisa)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang