"Udah ketemu?" tanya Mark saat bertemu Haruto lagi di Seoul.
"Belum" ucap Haruto.
"Beneran lo cari nggak?" tanya Jihoon.
"Ya beneran"
"Udah minta bantuan daddy lo?" tanya Jeno.
"Gw udah berusaha nyari, dan nggak ketemu. Nggak usah sampe ke daddy gw lah" ucap Haruto dengan nada meninggi.
"Ya kalo lo nggak minta bantuan daddy lo, bakal lebih lama bisa nemuin gadis itu" kesal Jeno.
"Ya semua kan ada proses nya, ngapain buru-buru sih, gw kan juga udah usaha"
"Ngapain buru-buru Mata lo, kalo itu gadis hamil, perutnya keburu buncit dan keburu dia jadi bahan omongan banyak orang, bisa bisa waktu lo nemuin dia, dia udah mati bunuh diri nggak kuat nanggung malu" bentak Jeno.
"Ya kan kalo hamil, kalo ternyata dia nggak hamil? Dia akan baik-baik aja kan?" ucap Haruto dengan entengnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Gini nih" Bugh.....satu hantaman keras melayang dari tangan kuat Jeno ke perut Haruto hingga Haruto tersungkur. "Gara-gara bajingan brengsek kayak modelan lo yg dengan seenaknya merkosa anak gadis orang dan bersikap seolah tidak terjadi apapun, tanpa mikir dia udah ngehancurin hidup anak gadis orang seperti yg pernah terjadi di adek gw. Dan karna saat itu keluarga gw masih miskin Dan pelaku anak pejabat dia bisa lolos dari hukum dan adek gw? Berakhir di rumah sakit jiwa sampe sekarang. Dan akhirnya saat gw dan keluarga gw udah punya uang dan kekuasaan, gw pakai hukum rimba untuk ngehabisin bajingan tengik itu dengan tangan gw sendiri, bahkan kalian ikut lihat waktu gw potong perbagian tubuhnya dan gw jadikan makanan piranha peliharaan gw" "Lo Mau gw mewakilkan keluarga gadis itu buat nyari keadilan dan kembali matiin bajingan penjahat kelamin macam lo?" ucap Jeno dengan tatapan membunuhnya dan kedua tangan nya yg mengepal kuat.
"Jen....udah, kembali mengingat itu justru melukai mental lo lagi" ucap Mark menenangkan Jeno. "Dan buat Haruto, nanti gw yg ngomong ini semua ke daddy lo, biar bagaimanapun lo harus dipaksa bertanggung jawab" ucap Mark.
....
"Jen....sorry buat yg tadi" lirih Haruto. "Gw nggak bermaksud seperti itu, gw...bingung Jen bukan maksud gw buat lari dari tanggung jawab sumpah"
"Gw tau lo sebenernya anak baik, cuma lo kebanyakan gaul ama makhluk brengsek temennya si Karina, jadi nular brengsek nya" umpat Jeno.
"Jen, gw sebenernya takut sama diri gw sendiri Gini....lo tau gw masih gamon dari Karina, di Sisi pain gw harus bertanggung jawab menikahi perempuan lain, gw takut kalau suatu saat nanti Karina muncul lagi setelah gw menikah, dan perasaan gw jadi bimbang" "Gw ingin pernikahan yg sebenernya Jen, sama siapapun perempuan itu yg akan gw nikahi nanti, bukan hanya sekedar bertanggung jawab" "Duh..gimana ya jelasinnya" Haruto bingung sendiri.
"Mau dengerin saran dari gw?" ucap Jeno ke Haruto.
"Lo gamon dari Karina karna lo nggak pernah buka hari buat perempuan lain, kenapa nggak coba buka hari lo buat gadis ini" "Apa kurangnya coba? Cantik, gadis baik-baik juga"
"Tapi kan belum kenal Jen....." lirih Haruto.
"Ya makanya kenalan, cari sampai ketemu, nikahi, terus kenali. Feeling gw lo akan suka sama gadis ini" ucap Jeno.
"Dih...uda macam cenayang aja" Haruto terkekeh.
"Eh, Mark udah bilang ke daddy lo?" tanya Jeno.
"Nggak tau....mungkin udah, gw belum balik rumah soalnya dari kemarin" Ucap enteng Haruto. "Sedang mempersiapkan diri disembelih daddy atau lebih parahnya gw bakal dikebiri" ucap Haruto terkekeh.
"Nggak lah, daddy lo orang paling rasional kok. Beliau pasti akan melakukan hal paling bijak buat lo dan gadis itu" ucap Jeno.
🦋🦋🦋
Plaaaaaakkkkk.....sebuah tamparan keras dari Daddy Haruto melayang di pipi Haruto sesaat setelah masuk ke dalam rumahnya hingga Haruto tersungkur dan sudut bibirnya mengeluarkan darah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bangun....kenapa diem aja? Bales daddy sini, Udah jadi jagoan kan dengan maksa seorang gadis?" tantang daddy Haruto, jangan salah meski sudah berumur daddy Ruto masih sangat sehat, dan sabuk hitam Judo. Mau seberapa keras Haruto latihanpun tidak pernah bisa mengalahkan daddynya.
Sok jagoan nantangin daddy satu lawan satu sama dengan menggali kuburan sendiri, Haruto berusaha berdiri dengan sisa-sisa tenaganya dan bugh......satu tinjuan tepat di perut membuat Haruto kembali tersungkur.
"Fix hari ini hari kematian gw" batin Haruto dalam hati. Dimana mommy nya? Tepat berdiri di hadapan Haruto yg hanya menyaksikan putranya sedang diadili daddy nya tanpa menolong.
"Ikut daddy" ucap daddy Ruto pada Haruto.
"Kemana?" tanya Haruto.
"Ke Thailand lah, kemana lagi" ucap santai daddy Ruto dan berjalan terlebih dahulu diikuti mommy nya di belakang nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.