Bag 08. Worth nothing

3.8K 437 49
                                        

Satu minggu telah berlalu, berbeda dari kebanyakan pasangan, gadis cantik itu terlihat biasa saja setelah memutuskan berpisah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Satu minggu telah berlalu, berbeda dari kebanyakan pasangan, gadis cantik itu terlihat biasa saja setelah memutuskan berpisah. Sedih? ... Tentu saja tidak, karena selama lima bulan menjalin hubungan dengan si kepala batu, momen ini lah yang paling dia tunggu. Miki tak sudi, mengeluarkan bulir matanya barang setetes. Sesak atau kesal memang ada, tetapi Miki bisa menahannya.

Namun, akibat dari putusnya hubungan itu, membuat perasaan Miki semakin tidak tenang pada Mamanya. Sehingga, selama satu minggu ke belakang, dia menginap di asrama Hannie, sesekali tinggal di rumah Davina. Selama satu minggu ini, Miki berjuang keras memblokir segala akses yang menyangkut Jazziel dan Mamanya.

Untungnya Miki pintar, sebelum kartunya diblokir, lebih dulu Miki menguras uangnya hingga habis tak bersisa. Sehingga, dia masih memiliki pegangan uang tunai. Sebenarnya dia takut dengan sang Mama, takut tiba-tiba diculik lalu kembali dijual.

"Lo beneran putus sama Jazziel?" tanya Davina tak percaya.

Malam ini, giliran rumah Davina yang Miki gunakan untuk numpang tidur. Mendengar pertanyaan itu, Miki yang sedang memakan rotinya, langsung memalingkan wajah datarnya.

"Udah satu minggu, masih ngga percaya," celetuk Miki sembari melanjutkan memakan rotinya.

"Kok bisa, lo lepas dari Jazziel?" tanya Davina sekali lagi.

Miki tak bergeming, permasalahan minggu lalu belum sempat dia ceritakan pada kedua sahabatnya. Sengaja menyimpannya sendiri, karena tidak penting mereka tahu alasannya putus dengan Jazziel.

Miki menghela napas panjangnya, memikirkan nasib hidupnya yang terus berjalan. Tidak mungkin, selamanya dia bergantung pada kedua sahabatnya.

"Tenang, Ki. Lo bebas tinggal di rumah gue sepuasnya, ngga perlu merasa terbebani, anggap aja rumah gue rumah lo juga," ucap Davina secara tiba-tiba, dengan senyum manisnya yang sangat ramah.

Miki menurunkan bibirnya, memandang Davina nanar, hingga tanpa sadar bulir bening menetes dari matanya, menangisi kisah hidupnya yang tragis. Cepat-cepat Miki menghapusnya, sedangkan Davina langsung menarik Miki dalam dekapan hangatnya.

"I'm still your bestfriend, gue ngga akan maksa lo cerita semua. Just, let all your sadness out!" ucap Davina.

Miki tersenyum haru, dia sangat tersentuh mendengar ucapan Davina. Dia pun segera menyudahi pelukan tersebut, lalu tersenyum lebar hingga matanya hampir menghilang. "Dav, clubbing, yok? Gue gerah banget, nih!"

"Ki! Jangan gila, deh!" kaget Davina, sebab sudah lama sekali mereka tidak mengunjungi tempat seperti itu.

"Ih, apaan, sih! Katanya mau hibur gue, sekali doang kok ... Ya ya!" Miki menangkup kedua tangannya, sembari mengedip-ngedipkan mata.

Davina mengernyitkan dahinya, menatap heran. "Janji jangan mabuk, ya?" Hanya dibalas Miki dengan anggukan kepala dan senyuman manisnya.

Setelah obrolan singkat itu, sejoli itu akhirnya sampai di sebuah kelab malam yang tentunya ramai dengan pengunjung. Mengapa tidak mengajak Hannie, karena tahu kalau gadis religius itu menolak keras mendatangi tempat maksiat, katanya. Hannie lebih senang menghabiskan waktunya dengan merawat semua kucingnya.

ANDROMEDA ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang