Bag 28. Alone in a crowd

2.9K 358 107
                                        

Miki terperangah dalam tidurnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Miki terperangah dalam tidurnya. Ia terbangun dengan perasaan tak tenang. Sebelum memulai aktivitasnya, Miki mengedarkan bola matanya. Menemukan sebuah ruangan yang untungnya tidak asing, ia pun beranjak dari ranjang tersebut. Lalu, membuka pintunya dan mendapati keluarga ini tengah menyiapkan sarapan.

"Good morning, Miki," ucap Danny dengan suara lembutnya.

Miki tersenyum canggung, lalu menuruni anak tangga untuk menghampiri lainnya. Ah, lihatlah bagaimana keluarga ini tetap harmonis. Bahkan untuk Miki yang hanya orang asing, tetap mendapatkan perlakuan yang mengharukan.

"Pagi, Om dan Tante," sapa Miki masih dengan senyuman canggungnya.

"Eh, anak gadis Papa yang kedua, akhirnya udah bangun," tukas lelaki berjas rapi itu. Lalu, terkekeh pelan.

"Morning, Miki! Kamu sarapan dulu ya, udah Tante siapkan," ucap mama Davina.

"Oke, Miki ngga langsung pulang," jawab Miki malu-malu. Lalu, menarik tangan Davina dan membawanya menaiki anak tangga. Tentu saja, perilaku Miki membuat lainnya keheranan.

Davina pun sama herannya, pupil bulatnya tak berkedip pada sikap aneh Miki.

"Dav! Tadi malam gue pulang sama siapa?" tanya Miki dengan wajah risaunya.

"Sama gue," jawab Davina.

Miki mengerutkan dahinya, sebab mimpi yang terasa nyata itu seperti dilakukan di dalam kelab tersebut. "Gue ada ciuman sama tamu lain?"

"Gila lo!" kaget Davina.

"Ih, gue nanya!"

Davina diam sejenak, lalu menggelengkan kepala lamat-lamat. "Gue pulang sebentar ngantar Awan ke rumah."

Shit! Miki mengutuk ingatannya, baru saja kenangan tentang kejadian yang menimpa tadi malam terlintas begitu saja. Nasib sial, Miki menerima ciuman Juno, karena menganggap lelaki itu adalah Jazziel. Namun, Miki baru sadar jika Juno bukan dalam keadaan mabuk berat. Lalu, mengapa lelaki itu malah menciumnya tanpa izin?

"Shit! Shit! Shit!" umpat Miki sekali lagi. "Gue ciuman sama Juno!" serunya.

Davina kembali dibuat kaget untuk kedua kalinya. Ia pun menutup mulutnya dengan matanya yang terbuka lebar. Tak pernah menyangka bahwa Juno akan memainkan peran yang licik. Yaitu, mencium lawan jenis ketika sedang dalam keadaan tak sadarkan diri. Bagaimanapun juga, itu perilaku yang brengsek.

Namun, tak bertahan lama ketika Davina mengingat ciuman pertamanya bersama Awan.

"Mungkin ... Kalian lagi sama-sama tipsy," ucap Davina.

Miki menggelengkan kepala. Ingatannya tak bicara seperti yang Davina duga. Kini, lengkap sudah wanita murahan iri tertempel pada keningnya. Tak lama putus dari Jazziel, lalu berciuman dengan mantan yang tak ada hubungannya. Miki menghela napas, lalu duduk ditepi ranjang dengan perasaan gundahnya.

ANDROMEDA ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang