[SUDAH TERBIT]
Pilih salah satu atau lepaskan. Dua pilihan yang sebenarnya mudah dilakukan, tetapi tidak bagi Jazziel. Pemuda tampan dengan segala kekurangan yang selalu merasa benar, memilih mempertahankan keduanya.
Namun, Miki bukan gadis lemah. M...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Derap langkah kaki terdengar ditengah kelab malam, berlenggak-lenggok menyusuri keramaian tersebut. Miki berdandan sedikit mencolok, dengan surainya yang dibiarkan tergerai indah. Gaun pendek dengan warna hitam itu, sangat cocok dipadukan dengan tubuh Miki. Dalam setiap langkahnya, sesekali tangannya melambai menyapa beberapa pengunjung.
Seperti kebanyakan, suasana di kelab malam sangatlah ramai dengan lampu disko warna-warni, dan iringan disjoki yang serta merta meramaikan kelab tersebut. Miki kembali takjub, kembali teringat sebuah kisah lama. Ketika untuk pertama kalinya mendatangi tempat ini, tetapi selalu gagal oleh penjaga yang menyeretnya pulang ke rumah.
"Hai, Cecil ... Udah lama ya, kita ngga ketemu," sapa Miki dengan tangannya yang terus melambai-lambai.
Sontak saja, kedatangan Miki membuat para pekerja terbeliak dengan mulut yang terbuka. Setelah hampir setengah tahun, gadis itu kembali dengan senyuman manisnya.
"Min, Mama di mana?" tanya Miki, pada Jasmine. Wanita yang terlihat seumuran dengannya, punya tubuh yang seksi dan wajah cantik. Sangat disayangkan, waktu mudanya menjadi sia-sia karena pekerjaannya sebagai wanita bayaran.
"Mik, ngapain lagi lo ke sini?" tanya Jasmine, menatap heran.
Miki hanya tersenyum manis, lalu membelai wajah Jasmine sembari melangkahkan kaki.
"Duit gue udah habis," celetuk Miki. Lalu, meninggalkan Jasmine menuju keramaian lainnya.
Seperti halnya Miki yang senang dengan pesta, tanpa ragu dia langsung membaur bersama kumpulan pria yang sedang menari di bawah iringan disjoki. Namun, ketika menyadari kedatangan Miki, semua orang langsung terdiam heran.
"Mik!" seru Jasmine, sembari menarik pergelangan tangannya.
"Apaan lagi, sih?" sentak Miki, dia menjadi sangat kesal.
"Jangan temui Nyokap lo sekarang, dia lagi meeting," ucap Jasmine.
Miki tak bergeming, melipat kedua tangannya di dada, lalu membuang wajah. Namun, sesuatu yang membuatnya terkejut menarik dirinya.