[SUDAH TERBIT]
Pilih salah satu atau lepaskan. Dua pilihan yang sebenarnya mudah dilakukan, tetapi tidak bagi Jazziel. Pemuda tampan dengan segala kekurangan yang selalu merasa benar, memilih mempertahankan keduanya.
Namun, Miki bukan gadis lemah. M...
ayoo jgn lupa vote dan komennya yaa, maaacih gengg😚😚😚
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Davina menghela napas panjangnya, rencana dadakan yang seharusnya sempurna menjadi berantakan. Pupilnya melirik pria tampan yang duduk disebelahnya sembari memainkan ponsel. Davina kembali menghela napas, lalu memalingkan wajahnya pada Miki yang terlihat fokus pada jalanan malam.
"Dav, mau keripik kentang?" Juno yang duduk di kursi paling belakang, menawarkan sebungkus keripik pada Davina.
Davina menoleh singkat, lalu menggelengkan kepalanya. Merasa bosan akhirnya dia menyandarkan kepalanya di jendela mobil, memandang hamparan hutan dan tiang-tiang lampu, serta kendaraan yang berlalu lalang. Entah kejadian apa yang menimpa dirinya, sampai berakhir melaksanakan liburan bersama manusia tak terduga. Terlebih lagi, ada Haidan yang menjadi biang rusuhnya.
Bukan hanya Davina, hampir semua orang tak menyukai rencana dadakan. Namun, perkataan manis yang Miki lontarkan berhasil membuat mereka menyetujui rencana tersebut. Layaknya Juno, dia bahkan sudah mengemas pakaiannya untuk berlibur ke Bali bersama Jay dan Riki, tetapi dengan mudahnya terbujuk oleh rayuan Miki.
Haidan pun sama. Demi menemani Jazziel agar tak bosan, dia menyetujui ajakan lelaki itu. Lagipula dia tak banyak jadwal, sehingga berlibur sejenak untuk beristirahat dari hiruk-pikuk kota yang ramai bukan masalah besar.
"Ziel, berapa lama lagi?" tanya Haidan.
"Sekitar dua jam lagi," jawab Jazziel yang terlihat fokus menyetir mobilnya.
"Berhenti dulu, biar gue yang gantiin nyopir," tukas Haidan.
"Santai, lo tidur aja sana," balas Jazziel. Haidan pun hanya menghela napas, lalu kembali pada layar ponselnya.
Perjalanan yang membosankan, Miki mendengkus kesal, lalu memalingkan wajahnya menatap Jazziel yang diam tak berkutik. Miki kesal, karena yang seharusnya marah setelah kejadian tadi siang adalah dia. Tapi, lihatlah sekarang. Sejak perpisahannya pada Liqiza, lelaki itu tak membuka obrolannya, setiap kali Miki mulai bicara hanya mendapat balasan yang singkat.
Tahu begini akhirnya, lebih baik Miki pergi bersama Davina. Namun, sialnya lagi. Jazziel melarangnya, dan menawarkan diri pergi liburan bersama lainnya.
Setelah tiga jam berkendara, akhirnya mobil itu berhenti di sebuah villa pribadi milik keluarga Jazziel. Tak jauh dari bangunan tersebut, terdapat hamparan laut lepas yang menari bersama ombaknya. Sayang sekali, mereka tak dapat menikmati deru ombak karena sampai tengah malam, tak masalah selagi bisa menikmati hembusan angin laut yang menenangkan.
"Mik, sini gue bantu bawa," ucap Juno sembari merebut koper kecil berwarna toska dari genggaman Miki.
"Thanks, Juno!" balas Miki dengan senyuman manisnya. Juno hanya tersenyum singkat, lalu melangkahkan kakinya menuju ruang tamu.
"Gue ngga masalah liburan dadakan, but why do you have to invite Haidan too?" Keluh Davina, lalu membanting kopernya yang mulai terasa berat.
"Everything is out of my control, Dav! Seharusnya lo senang dong, Hannie bisa ambil kesempatan ini untuk lebih dekat sama Haidan," balas Miki. Lalu, tersenyum manis dengan lirikan mautnya yang menggoda.