Bag 30. Story from two sides

3K 335 93
                                        

Layaknya anak muda yang butuh hiburan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Layaknya anak muda yang butuh hiburan. Dua lelaki tampan ini tengah bermain game sebagai lawan dan musuh. Meski tak memungkinkan. Tapi, itulah Jazziel. Bersama Haidan selalu menghabiskan hari Minggunya untuk bermain PlayStation. Selain menghilangkan penat dan fakta bahwa besok adalah senin, bermain game dapat menghilangkan distraksi Jazziel pada Miki.

"Ziel, pintu rumah lo bunyi tuh," ucap Haidan.

Jazziel melirik pintunya sejenak. Lalu, mengernyitkan dahi sebab tak seperti biasanya. Lantas Jazziel berdiri menghampiri pintunya. Begitu terbuka, Jazziel tak begitu kaget pada kedatangan bundanya. Wanita paruh baya dengan kelas atas yang selalu menenteng barang mewah, memasuki kediaman putranya.

Tanpa menghiraukan Haidan yang terpaku pada permainannya, Nitha duduk di sofa dengan Haidan yang duduk di bawahnya.

"Bunda ngapain ke apart Jazziel?" tanya Jazziel.

"Miki punya pasangan baru?" tanya bundanya dengan nada yang ketus.

Jazziel tak bergeming. Sedangkan Haidan secara mandiri menghentikan permainannya, lalu masuk ke dalam kamar sahabatnya. Sebab obrolan itu terlihat intim untuk ia dengarkan.

"Jazziel ngga tahu, Bunda."

"Lihat ini!" ucap bundanya sembari menunjukkannya sebuah postingan ketika Miki dan Juno berciuman di sebuah kelab malam.

Jazziel kembali diam. Wajahnya berubah dingin dari biasanya. Ia kesal. Lebih baik tak melihat postingan itu, daripada sakitnya semakin terasa. Sebisa mungkin ia menahan emosinya dengan mengepal kedua tangannya.

"Kenapa Bunda selalu ikut campur dalam hubungan Jazziel? Ketika Bunda ngga suka, sebisa mungkin Jazziel harus pisah. Tapi, ketika Bunda suka, Jazziel harus bersamanya. Ngga semua keinginan Jazziel sama dengan Bunda," ucap Jazziel.

"Bunda hanya ingin yang terbaik untuk kamu. Miki anak sahabat Bunda. Apa salah, kalau Bunda mau kalian lebih dari sekadar pacaran?"

Jazziel kembali diam. Lalu, menghela napasnya yang terasa berat. Mulutnya mulai bergetar dengan dadanya yang sesak menyakitkan. Ia lelah beradu argumen pada sang bunda yang selalu memberinya tekanan berlebih.

"Tolong dengarkan Bunda, Jazziel! Hanya Miki yang terbaik untuk kamu!"

"STOP! INI HIDUP JAZZIEL, BUKAN HIDUP BUNDA!" teriaknya tanpa sadar. Haidan sampai terkejut dari kamar Jazziel, untuk kedua kalinya menjadi saksi bisu ketika ibu dan anak ini beradu argumen seperti tiga tahun lalu.

Nitha tak bergeming, ia lelah pada putranya yang masih punya sikap membangkang. Lantas ia berdiri, lalu memberikan tamparan keras pada putranya. Penuh harap dapat menyadarkan putranya.

"Apa kamu masih mencintai Liqiza?" tubuh Nitha.

Jazziel menggeleng kepalanya lamat-lamat. Sudah lama sekali nama itu hilang dari pikirannya. Memang sudah menjadi keputusan keduanya untuk berpisah. Tak ada sangkut pautnya pada orang ketiga.

ANDROMEDA ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang