[SUDAH TERBIT]
Pilih salah satu atau lepaskan. Dua pilihan yang sebenarnya mudah dilakukan, tetapi tidak bagi Jazziel. Pemuda tampan dengan segala kekurangan yang selalu merasa benar, memilih mempertahankan keduanya.
Namun, Miki bukan gadis lemah. M...
geng, sebelum lanjut minta dukungannya yaa, jgn lupa vote dan komennya. miannn jika terkesan memaksa 🙏
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Miki baru saja tiba di kediaman rumah Davina, demi menebus kesalahannya tempo hari, dia merelakan waktunya untuk menemui gadis itu. Dengan gaya pakaiannya yang sederhana, tetapi terkesan mewah. Miki keluar dari mobilnya sembari memakai kardigan favoritnya yang berwarna hijau. Layaknya rumah sendiri, dia memasuki kediaman Davina meski sang empunya belum mempersilakan masuk.
Baru saja kaki Miki melangkah di ruang tamu, seorang lelaki tampan dengan aksesoris kacamata hitam di rambutnya yang nyentrik, menyambut kedatangan Miki dengan suaranya yang manis.
"Oh, my pretty baby girl, Miki Nazeera!" ucapnya.
Miki tersenyum manis, lalu menyambut sapaan Danny dengan berpelukan singkat. "Happy birthday, Bang Danny! I'm sorry, karena ngga bisa datang di acara lo tadi malam."
Danny mengulas senyum singkatnya. "My pleasure baby ... By the way, mau pergi ke mana, nih?"
"Biasa. Nurutin anak kecil yang lagi ngambek." Danny kembali terkekeh pelan, menyadari sifat adiknya yang masih kekanakan. Tapi, tak apa selagi memang menggemaskan.
"Okay, take your time and have fun, baby! Kalau butuh sesuatu, call me if the money runs out," tukasnya sembari memeragakan tangannya yang sedang menelepon. Mengedip sebelah matanya, lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan Miki.
Miki hanya mengulas senyum manisnya, lalu berlarian pelan menaiki anak tangga yang menuju pada kamar Davina. Tanpa basa-basi, dia langsung membuka pintunya dan mendapati Davina yang sedang berdandan.