Bag 04. Drunk dazzed

5.4K 519 110
                                        

thankyou ya geng udah meramaikan bab sebelumnya, ayoo bantu ramaikan lagii muehehh

Layaknya mahasiswa awal yang sedang sibuk-sibuknya dengan jadwal mata kuliah, sebagai mahasiswa Teknik yang punya jadwal praktikum padat, Jazziel tak ketinggalan jadwalnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Layaknya mahasiswa awal yang sedang sibuk-sibuknya dengan jadwal mata kuliah, sebagai mahasiswa Teknik yang punya jadwal praktikum padat, Jazziel tak ketinggalan jadwalnya. Bukan tanpa alasan dia memilih jurusan ini, jika bukan karena Haidan dia tak akan nekat. Jazziel terlalu takut dengan dunia luar, sehingga mengikuti jejak Haidan adalah pilihan utamanya.

Bahkan, penentuan kelas yang berbeda dengan Haidan, dengan mudahnya bisa dia ubah demi tetap bersama Haidan. Tak jarang, sikap posesif yang Jazziel pancarkan membuat siapa pun segan memulai pertemanan. Hingga detik ini, hanya Juno yang bertahan bersama dirinya, meski tak terlalu dekat.

Saat ini, mereka bertiga sedang berkumpul di sebuah taman mini yang ada di pinggir fakultas. Dibuat untuk bersantai, atau mengerjakan tugas.

"Jadwal praktikum minggu depan apa ngga bisa ditunda dulu?" tanya Haidan pada Juno, teman sejawatnya di fakultas Teknik.

"Gue juga kurang tahu, emangnya lo mau ke mana?" tanya Juno penasaran.

Haidan menghela napas beratnya. "Ada pertemuan keluarga, gue mau dijodohin."

"Anjing!" kaget Juno, menutup mulutnya dengan satu tangan, lalu membukanya lagi. "Jaman sekarang masih ada jodoh-jodohan?"

"Ya, buktinya emang ada!"

Juno tak bisa menahan tawanya, merasa aneh melihat lelaki buaya ini berakhir dijodohkan. Mungkin, karena kisah cintanya terlalu rumit, alhasil keluarga memilih menjodohkan Haidan.

"Sama siapa?" tanya Jazziel masuk dalam obrolan.

Haidan menoleh sejenak. "Kalau kata Nyokap, sih, dia anak FK."

"Gas aja lah, anak FK pada cantik-cantik gitu!" sahut Juno.

Haidan tersenyum manis dengan bibir tebalnya, godaan yang baru saja Juno lontarkan berhasil membuatnya tersipu malu. Sebagai pria tampan yang berasal dari keluarga mapan, Haidan akui kalau mahasiswi dari kedokteran memang terkenal dengan kecantikannya.

"Gue akui, sih! Emang cantik-cantik, apalagi si selebgram FK, udah lah cantik, endors di mana-mana, dan followersnya banyak," cerita Haidan.

"Siapa?" tanya Juno.

"Ayunda," jawab Haidan.

"Lo gebet sana kalau naksir, keburu diambil orang. Mumpung lo nya ganteng, tinggi, kaya, baik, punya mobil mewah, minus buaya," tukas Juno, lalu tertawa.

"Anjing, lu!"

Bak jatuh tertimpa tangga, setelah mendapatkan pujian setinggi langit, dijatuhkan ke dasar paling bawah. Tapi, tak masalah selagi pujiannya lebih banyak.

"Gue pergi dulu ya, mau jemput Liz," ucap Jazziel berpamitan. Belum mendapatkan balasan, tetapi dia langsung melenggang pergi.

"Bukannya Miki, lo malah nemuin Liqiza," celetuk Juno. Hal itu membuat Jazziel menghentikan langkah, dan memutar badan menatap lelaki itu sangat dingin. Sedangkan Haidan, terlihat kebingungan pada ketegangan barusan.

ANDROMEDA ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang