Bag 27. The truth comes alone

3K 303 74
                                        

Kekecewaan terbesar bisa datang dari orang terdekat yang tak pernah terduga

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kekecewaan terbesar bisa datang dari orang terdekat yang tak pernah terduga. Mereka akan menjadikan seseorang itu memiliki kecenderungan tak memercayai orang-orang di sekitarnya. Memang. Jika belum ketahuan, lalu jika kebenaran itu datang. Apakah yang bersangkutan akan semakin membenci sosoknya? Kadang kepercayaan yang sudah payah dibangun, hendaknya dijaga.

"Lo udah gila!" sentak seseorang. Ia berpakaian tertutup seperti topi dan jaket hitam. Menatap dengan intimidasi tajam dan penuh rendahan.

"Apa sih, bangsat!" balas Liqiza.

Diam sejenak. Keduanya saling melempar pandangan sinis, dan tak ada tanda-tanda mengalah.

"Gue udah relain waktu gue untuk kerjasama, terus kenapa lo punya rencana bunuh Miki? Gue cuma mau mereka pisah! Sama kayak lo, perek sialan!" kutuknya sembari menunjuk-nunjuk Liqiza dengan jari.

Liqiza mendelik tak percaya. Ia kesal dan juga tak menerima dipojokkan oleh lelaki ini. "Lo tahu dari mana soal rencana itu?" tanya Liqiza sembari mendorong lelaki itu.

Siapakah dia? Seseorang yang dikira baik ternyata bermain belakang demi menuntaskan egonya. Juno. Ia hilang akal karena cinta, oleh karenanya nekat bekerjasama dengan wanita yang paling dibenci Miki. Ia sangat yakin, selagi tak ada yang mengungkapkan niatnya pada khalayak umum. Hubungan pertemanannya dengan Miki akan baik-baik saja. Padahal, seharusnya Juno sadar jika wanita yang tengah diajaknya bermain sangatlah licik.

"Hannie ...." jeda sejenak. Juno mengedarkan pandangannya di wilayah ini. Terlalu banyak mahasiswa, ia hanya khawatir interaksi ini disaksikan oleh teman-temannya.

"Gue tahu dari Hannie, bodoh! Windy yang cerita. Asal lo tahu, Liz! Mereka tidur bareng semalam, semua rahasia lo udah dibongkar sama Windy. Sekarang tinggal nunggu waktunya lo hancur."

Liqiza tak bergeming, hanya melipat kedua tangannya di dada. Lalu, menatap Juno dengan iris matanya yang sangat tajam dan sebuah senyuman sinis yang terukir sempurna.

"Gue udah dihajar sampai babak belur sama Jazziel. Mereka putus ... Gue seneng. Tapi, kalau sampai rencana gue gagal ... Jangan lo pikir gue berada dipihak lo, perek!" tunjuk Juno sekali lagi.

"Lo terlalu meremehkan gue, Jun." Liqiza tersenyum miring. Lalu, mengeluarkan ponselnya sembari menunjukkan sebuah rekaman video. Pertemuan pertama Juno, ketika sudah sangat yakin menginginkan mereka berpisah.

"Bajingan!" umpat Juno sembari menyisir rambutnya karena frustasi.

"Gue tinggal di rumah Miki, kalau bukan karena lo, siapa lagi emang?!" sentak liqiza.

"Ya, itu karena lo ngga punya tempat tinggal lagi, setan!" balas Juno sembari menunjuk-nunjuk Liqiza.

"Ck!" Liqiza berdecak kesal. "Tetap aja lo kalah, Juno. Terpaksa lo harus ngikutin permainan gue," ucap Liqiza dengan senyum sinisnya.

Juno terlalu gegabah. Dibutakan oleh cinta, terpaksa andil dalam kehancuran Miki bersama Jazziel. Tak pernah ia lakukan, tetapi ketika paham dengan permasalahan yang Miki hadapi. Tiba-tiba saja ia nekat bekerjasama dengan Liqiza, yang mana ia ketahui bahwa Liqiza adalah perempuan licik. Juno benar-benar frustasi. Merasa serba salah, takut Miki kecewa.

ANDROMEDA ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang