Terkadang pengetahuan anak SD hanya terbatas untuk mencari teman, makan-minum dan hiburan bersama dengan teman-temannya. Tetapi berbeda dengan Deswita yang memiliki cara pandang sendiri yang tidak biasa dengan anak SD lainnya. Petualangan pemikirann...
Panggung untuk Radit pada akhirnya sudah disiapkan, meskipun Radit sudah menjadi sedikit babak belur tetapi ia sudah bersiap untuk bernyanyi bersama Lia dengan membawakan sebuah lagu yang berjudul Percayalah. Radit dan Lia sudah naik di atas panggung dengan pembawaan masing-masing dari mereka yang sudah bersemangat untuk memberikan sumbangan lagu kepada teman-teman dan orang-orang yang ada di sekolah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Musik pun telah dibunyikan dan mereka berdua telah bersiap-siap untuk menyanyikan lagu tersebut dengan penuh semangat. Radit dan Lia pun saling berpandangan yang membuat suasana berubah menjadi keadaan yang terlalu so sweet.
"Radit, entah kenapa meskipun kamu terlihat tidak baik-baik saja, kamu tetap menjadi orang yang tegar, bahkan tidak ada sedikitpun kamu terlihat lelah" ucap Lia di dalam hatinya,
(Radit)
Aku yang tak akan melepaskan Kamu yang menggenggam hatiku Kita takkan mungkin terpisahkan Biarlah terjadi, apapun yang terjadi
(Lia)
Aku yang tak bisa melepaskan Kamu yang miliki hatiku
(Radit)
Walau mungkin terlalu cepat
(Lia)
Bagi kita berdua untuk mengatakan...
(Radit dan Lia)
Selamanya kita akan bersama Melewati segalanya Yang dapat pisahkan kita berdua Selamanya kita akan bersama Takkan ada keraguan Kini dan nanti percayalah
Disaat yang sama, Pak Amar bersama dengan Deswita sedang memperhatikan mereka berdua yang menurutnya, mereka menyanyikan lagu tersebut dengan penuh tulus. Hal ini membuat Pak Amar juga memberikan semangat kepada Deswita untuk bisa menampilkan pidato dengan baik.
"Saya yakin kamu bisa, Deswita" ucap Pak Amar,
"Tapi.. aku agak sedikit gugup" ucap Deswita,
"Gugup itu biasa, Deswita. Tapi bagaimana caramu untuk mengalahkan rasa gugup itu adalah sesuatu yang mesti kamu pikirkan"
"Bagaimana caranya Pak?"
"Kamu hanya perlu fokus saja"
"Baik Pak..."
Siti, Cheryl dan anggota Pojok Berpikir pun berkumpul untuk memberikan dukungan kepada Radit dan Lia dengan membuat sorakan semangat kepadanya. Sementara itu, Deswita yang dari tadi mengeluarkan keringat yang begitu banyak, bahkan membuat baju yang dipakai olehnya setengahnya sudah basah. Hal ini membuat heran Pak Amar dan teman-teman lainnya, yang saat itu melihat Deswita sedang tidak baik-baik saja.
"Apa kamu tidak apa-apa Ketua?" tanya Cheryl,
"Tidak apa-apa aku hanya tidak siap aja untuk naik ke panggung" jawab Deswita,