Jalan Kemungkinan dan Pengakuan Radit

26 0 0
                                        

Di saat semua anak-anak sudah pulang, tinggallah Radit yang masih berada di sekolah. Sambil duduk, di depan lapangan dan ia seperti memikirkan sesuatu yang ada di dalam pikirannya. Tak lama kemudian, Pak Amar mulai menghampiri Radit dan ikut duduk bersamanya.

"Apa yang kamu sedang pikirkan Radit?" tanya Pak Amar,

"Sepertinya aku telah melakukan kesalahan, Pak" ucap Radit dengan sedikit penyesalan,

"Setiap manusia pasti memiliki kesalahan, dan terkadang kita juga mesti mengingat-ingat kembali kesalahan-kesalahan itu" ucap Pak Amar,

"Tapi, apakah yang aku lakukan ini bisa dimaafkan oleh semuanya"

"Memangnya kamu melakukan kesalahan apa?" tanya Pak Amar,

"Saya melakukan baku hantam dengan seseorang, meskipun saya menang. Pada akhirnya, bukannya senang hanya ada dapat penyesalan"

"Pasti dengan Nafeeza kan?"

"Dari mana bapak tahu?"

"Saya memandangi kalian berdua dari ruang guru, banyak guru-guru yang tidak menyadari. Mereka mengira kalian sedang akting, tapi sejujurnya.. tidak." ucap Pak Amar,

"....." Radit yang hanya terdiam tanpa kata,

"Kamu pasti melakukan itu karena suatu alasan, coba katakan pada Bapak..."

"Sebelumnya, ada seseorang yang aku sukai dan ia dihina, jujur aku tidak bisa menerima kelakuannya"

"Ngomong-ngomong, siapa seseorang yang kamu suka itu?" tanya Pak Amar sambil tersenyum,

"Li..a.." ucap Radit dengan penuh gemetaran,

"Owh, ternyata kamu suka dengan Lia?"

"Iya Pak..."

"Meskipun kamu terlihat dingin, tapi tetap saja kamu masih memiliki rasa suka dengan seseorang ya"

"Apakah bapak pernah menyukai seseorang?" tanya Radit yang ingin tahu,

"Pastilah!" ucap Pak Amar yang sambil mencairkan suasana,

"Andai saja waktu bisa diputar ya Pak..."

"Kalau waktu diputar, kamu hanya akan melanjutkan sejarah. Tapi, dengan mengambil kemungkinan yang baru, kamu bisa ngambil masa depan yang baru"

"Maksudnya Pak? tanya Radit, sekaligus Pak Amar mengeluarkan Tablet PC nya untuk memperlihatkan sesuatu kepada Radit

"Maksudnya Pak? tanya Radit, sekaligus Pak Amar mengeluarkan Tablet PC nya untuk memperlihatkan sesuatu kepada Radit

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bila kamu pergi ke masa lalu dan mengubah masa itu, kamu hanya akan membuat dunia baru"

"Memangnya itu bisa Pak?"

"Tidak ada yang tahu..."

Pak Amar kemudian memberikan penjelasan sederhana terkait adanya kemungkinan jalan yang bisa kita ambil dengan menunjukkan Video Doctor Strange dalam film The Avengers Infinity War.

The Little PhilosopherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang