Aksiologi : Mana Yang Bernilai?

5 0 0
                                        

Pukul 12.30 WIB

Selesai Sekolah

Pak Amar mengumpulkan semua anggota-anggota Pojok Berpikir untuk mengumumkan sesuatu yang menurutnya penting untuk disampaikan.

"Selamat Siang anak-anak"

"Siang Pak" ucap semuanya,

"Untuk pertama kali kita akan mengadakan pertemuan yang kali ini, ada kaitannya dengan Perlombaan yang akan kita tempuh"

"Lomba apa ya Pak?" tanya Cheryl,

"Awalnya Lomba ini ada empat lomba yaitu Lomba Cerpen, Lomba Puisi, Lomba Clipping dan Lomba Storytelling. Tapi setelah beberapa saat kemudian, ada beberapa lomba lagi yang bisa kita ikuti nanti"

"Selain keempat itu lomba apa ya Pak?" tanya Deswita,

"Lomba Kompetisi Matematika, Lomba Nari, Lomba Kompetisi Sains, Lomba Kompetisi IPS, Lomba LCC Keagamaan"

"Sepertinya menarik, Pak"

"Deswita, kira-kira siapa-siapa yang akan diutus untuk perlombaan ini"

"Untuk Lomba Cerpen sepertinya Umi Khairiyah, kalau Lomba Puisi, aku serahkan ke Lia. Sedangkan untuk Lomba Clipping bisa diserahkan ke Kanaya, untuk Story Telling sebenarnya kita tidak memiliki orang yang ahli–" ucap Deswita yang kebetulan Monica masuk ke ruangan,

"Biar aku saja yang ikut Lomba Story Telling" ucap Monica,

"Mon, serius kau mau ikutan?" tanya Siti,

"Aku jago Story Telling loh, jadi aku bisa mengisi lomba tersebut"

"Baiklah kalau begitu. Untuk Matematika kita jagokan Keyta sedangkan Nari pastinya Cheryl karena dia bisa menari, untuk Lomba Sains, kita jagokan Rizqy sedangkan IPS ada Frederikus, untuk LCC Keagamaan khususnya Islam kita boleh serahkan kepada Siti Hilya Ardilla"

"Apa kalian semuanya sudah bersiap?" ucap Pak Amar kepada orang-orang yang ditunjuk oleh Deswita,

"Siap Pak"

"Baiklah, Hari ini kita menulis halaman pertama dari sejarah baru, sejarah kita, dan masing-masing harus memainkan perannya." ucap Pak Amar yang langsung disambung oleh Deswita,

"Kita mungkin hanya sebentar saja, melainkan 6 bulan saja, tetapi di dalam waktu tersebut mari kita berikan waktu yang terbaik untuk memberikan yang terbaik bagi Komunitas maupun Sekolah!" ucap Deswita yang ucapannya membuat merinding semuanya,

"Siap!"

"Berikan yang terbaik dari versi kalian!"

"Haa!!" ucap seluruh anggota.

Dengan semangat membara, mereka yang ikut lomba tersebut mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba yang telah ditunjuk oleh Deswita. Kemudian, mereka mulai belajar kembali tetapi bukan Les tetapi di Pojok Berpikir dan kebetulan Pak Amar memberikan pembelajaran tambahan untuk kehidupan mereka kelak.

"Anak-anak sekalian, ada sesuatu yang mesti saya berikan kepada kalian"

"Apa itu Pak?" tanya Deswita,

"Apakah kalian ada yang sudah dijemput?" tanya Pak Amar,

"Kami dijemput jam 2 Pak"

"Baiklah, daripada kalian menghabiskan waktu dengan berlari-lari yang membuat kalian capek mending kita membuat sebuah kegiatan berpikir"

"Seperti apa itu Pak?" tanya Cheryl,

"Baiklah, siapkan satu lembar kertas" ucap Pak Amar dan semuanya mengeluarkan kertas satu lembar,

The Little PhilosopherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang