6. MIMPI atau NYATA

329 47 6
                                        

Perusahaan AS

Diruangan presdir, Malvin terlihat mengetuk-ngetuk kepala dengan jari telunjuknya. Ia merasakan sakit pada kepalanya, karena semalaman ia tidak bisa tidur. Ya, gadis kecil itu mencoba segala cara untuk menduduki tidurnya. "Bagaimana aku bisa tidur dengan tanganku disekelilingnya! Aku pria normal!" Gumamnya gusar. Sehingga ia tidak menyadari sekretaris Rani masuk keruangannya.

"Presdir Malvin, anda terlihat lelah akhir-akhir ini. Apakah itu karena anda bersenang-senang dengan gadis kecil yang lucu setiap malam?" Tanyanya, rani menahan kekehannya.

"Sekretaris Rani?!" Suaranya agak meninggi.

"Baik-baik, aku akan meninggalkanmu sendirian". Rani terkekeh sehingga ia menutupi mulutnya. "Siapa kira bahwa seseorang akan membuat presdir kita sakit kepala >_<"

Handphone Malvin bergetar, ia segera mengangkat telepon tersebut.

"Siapa ini!!"

"Kucing jelek! Sikap apa itu? Aku hanya ingin bertanya apa yang kau inginkan untuk makan malam? Kenapa galak sekali!!" Malvin menjauhkan telepon itu dari telinganya.

"Aku sedang sibuk sekarang! Aku harus menutup telepon! Oh, aku akan makan siang dengan klienku di siang hari. Jadi, kau tek perlu datang kesini!" Ia segera menutup sambungan itu.

"Aku akan beristirahat di siang hari, beri tahu dia kalau aku tidak disini jika ada yang datang untuk menemuiku." Perintahnya pada Rani.

"Baiklah, presdir Malvin"

Beberapa menit kemudian

"Ting!" Pintu lift didepan Rani terbuka.

"Aku ingin tahu apa yang sedang dilakukannya sekarang?" Gumamnya dalam hati. Gadis kecil itu melangkah mendekati meja Rani.

"Eh, telinga kelinci dari mana?" Rani mengernyitkan dahinya.

"Kakak sekretaris~" sapanya.

"Oh, ternyata nona Naira" Rani tersenyum. Karena tadi yang ia lihat hanya kedua ikat rambut itu yang terlihat seperti telinga kelinci.

"Aku masuk yaa~" bisiknya.

"Masuk saja, aku jaga di luar" balasnya.

"Huh, Malvin pasti tidak pernah berpikir bahwa kak rani ada dipihakku. Wkwk" gumamnya seraya menuju ruangan Malvin.

"Malvin, aku datang~ dimana kau?" Teriaknya setelah memasuki ruangan.  "Hah, dia tidak disini?!". Ya, ruangannya kosong. Naira melirik pintu itu, "apa dia sedang istirahat?" Seketika ia tersenyum dan mengeluarkan kamera di sakunya. "Ini kesempatan bagus~" ia tersenyum jahil.

Naira merayap ke atas ranjang dengan pelan. "Cekrekk"

"Aduh, tampan sekali..dia bahkan lebih tampan dari teman sekolah di Inggris." Ucap Naira ketika memeriksa hasil jepretannya.

Naira beralih mengamati wajah tampan Malvin. "Bulu mata panjang, kulit halus. Hehe" ketika ia terlalu fokus memperhatikan, Malvin menariknya dan menempatkan Naira dibawahnya.

Gadis itu membulatkan kedua bola matanya. "Malvin..kau, kau sudah bangun?!" Tanyanya, tapi tak ada jawaban. "BRUKK" tubuh itu menindihnya. "Apa?! Dia belum bangun?!"

"Dia tidur lagi!! Berat~!". Naira berusaha mengangkat tubuh itu dari atasnya. "Malvin! Bangun! Kau menimpaku!!" Teriaknya kesal. Masih tidak ada jawaban."seberapa capeknya dia? Sampai-sampai susah sekali dibangunkan!". Batinnya.

"Cup!" Malvin menempelkan bibirnya pada bibir Naira.

Naira membulatkan matanya lebar untuk kedua kalinya. "Aku tidak bisa bernafas" katanya dalam hati.

Tangan Malvin menyentuh leher Naira. Naira hanya bisa memejamkan matanya. "Panas..jantungku berdetak cepat~" Naira, dalam hati. Ciuman Malvin menurun ke lehernya. "Malvin! Apa yang kau lakukan?!" Naira mendorong tubuh itu ke samping.

"Apa? Dia tidur lagi?" Tanyanya heran. Naira segera bangkit dari ranjang itu. Ia melihat ke arah Malvin, "Eh, tunggu...begitukah biasanya dia berurusan dengan wanita?" Tiba-tiba ia merasa kesal. Ia segera melangkahkan kakinya keluar dari ruang istirahat itu.

Kini ia duduk di kursi kerja Malvin sambil memeriksa beberapa hasil jepretannya tadi. "DRRT, DRRRT" handphone Malvin bergetar. Naira melirik layar ponsel itu. Dia kaget melihat username si penelepon.

"Sayang 1! Dia menomori mereka? Keliatannya Malvin memiliki banyak pacar!"

Senyum itu tiba-tiba muncul begitu saja. Jiwa jahilnya seketika meronta-ronta. "HAhaha~ pasti berat bagimu untuk mengatur begitu banyak pacar! Biarkan aku meringankan bebanmu." Tersenyum miring.

Ia mengangkat teleponnya. "Halo~"

"Sayang. Aku sangat merindukanmu...aku"

"Tak peduli sayang yang mana kau ini, sekarang aku ingin kau tahu bahwa aku adalah tunangan Malvin. Jangan mengganggu Malvin lagi, dia capek selalu direcoki wanita!" Potongnya.

(Benar-benar kek bocil kematian 😭)

Skip!

"Malvin.."

"Siapa itu?"

"Malvin"

"Siapa yang memanggilku? Siapa kau?" Tangan kanan wanita yang dibawahnya menyentuh wajahnya.

"Naira Restial?!!!"

Malvin membuka matanya. "Hanya mimpi?"
Ia duduk samping ranjang, "Sial! Aku memimpikan Naira!" Tangannya mengusak rambutnya gusar.

Malvin duduk dikursi kerjanya. "Kenapa mimpinya terasa begitu nyata? Rasanya seperti aku benar-benar berpelukan dengan gadis itu? Ya ampun! Kenapa aku tiba-tiba takut?"
Untuk memastikan ia menelepon sekretarisnya. "Halo, dia tidak datang siang ini, kan?"

"Aku tidak tahu wanita mana yang anda bicarakan. Biar kutebak, nona Selena atau nona Siera?"

"Kau mau kukirim dan tinggal di luar negeri untuk bisnis selama beberapa bulan?!"

"Presdir Malvin, apakah anda tidak percaya padaku? Aku adalah orang yang paling anda percaya." Rani menahan tawanya.

Malvin menutup teleponnya.

"Apa dia tadi tidak di sini? Tapi kenapa mimpiku itu begitu nyata?" Malvin masih ragu.

"Aku harus kembali dan tanya pada gadis kecil yang suka mengatur itu, apa dia datang ke kantor atau tidak."
Di sepanjang jalan Malvin hanya memikirkan hal itu dan akibat-akibat yang akan terjadi padanya. "Jika ibu tahu aku melakukan sesuatu pada Naira.."

"Malvin! Kau punya dua pilihan, satu nikahi dia, yang satunya lagi bunuh diri, pilih satu!"

"Aku akan mati!" Lanjutnya. Membayangkannya saja sudah membuatnya takut. Apalagi benar-benar terjadi dan ibu mengetahuinya. Ia sangat frustasi memikirkannya.

                                   

Makasiih udah mau baca dan nunggu🥰
Maaf guys kalo bosenin, soalnya aku gak pinter rangkai kata-kata.
Lanjut??
Btw, aku lagi suka nulis..jadi pengen update hehee😁
See youu 😘

~PERFECT~ [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang