Pulau Huson kampus turna Inggris
Drrr, drrr!!
Ada dua helikopter di atas wilayah kampus Turna sekarang, dan para pelajar berbondong-bondong berlari keluar untuk menyaksikannya.
"Apa tuan putri Rara kembali?"
"Dimana dia?"
"Aku tidak melihatnya."
Hebohnya para pelajar di taman kampus. Semua orang sedang mencari keberadaannya. Tetapi yang di cari masih belum muncul juga.
Seorang laki-laki tampan juga ikut serta dalam kerumunan itu.
"Di mana putri kecil kita. Semua orang menunggunya." Ucapnya sembari melihat ke segala arah.
"Apa dia masih ada di tempat ini?"
Lalu dia keluar dari kerumunan untuk menuju lantai paling atas. Tak butuh waktu yang lama untuk sampai di atas. Dibukanya pintu itu, dan dia melihat seorang gadis yang berdiri serta meletakkan dagunya pada pagar pembatas. Dia mendekati gadis tersebut.
"Tuan putriku, semua orang menunggumu. Apa yang kau lakukan disini? Aku sudah dari tadi mencarimu."
"Ketua Darren, apa kau tidak merasa sekolah terlihat sangat cantik dilihat dari sini?" Naira menoleh sembari menunjuk kebawah.
"Apa kamu sedang kesal?"
"Kau datang kemari setiap kali terjadi sesuatu yang membuatmu setres. Kenapa kau tidak kembali ke sekolah lebih awal dari sebelumnya? Ada apa?" Tanyanya.
"Ketua Darren, apa kau tidak suka melihatku? Baiklah. Lebih baik aku pergi sekarang saat kapal belum pergi." Kata Naira sambil menjentikkan jari telunjuknya.
"Apa kau ingin aku dipukuli semua orang di sekolah?" Darren memiringkan kepalanya. Ia berjalan lebih dekat ke arah Naira.
"Lupakan yang terjadi! Selamat datang kembali, tuan putriku." Ucapnya tersenyum manis.
Perusahaan AS
"Laporan administrasi perbatasan menunjukkan bahwa nona Rara terbang jam 19.00 ke kepulauan Huson" ucap Rani sang sekretaris.
"Kepulauan Huson?"
"Benar. Jika semuanya benar, dia pasti sudah sampai di kampus Turna Inggris sekarang."
"..."
"Bagaimana bisa dia kembali ke kampus sendiri saat semua orang sibuk mencarinya?" Ucap Malvin dalam hati.
"Apa kau ingin aku memesan tiket penerbangan untukmu?" Tanya Rani tersenyum seraya menjentikkan jari telunjuk.
"Tidak. Tinggalkan saja aku sendiri."
Mendengar itu Rani segera keluar dari ruangan tersebut. Malvin yang tadinya duduk dengan tegak kini merosot hingga ia meletakkan kepalanya di punggung sofa yang ada diruangannya.
"Huh.." Malvin menghela nafas pelan.
Dia ingat dimana waktu itu Naira mendengar semua yang dikatanya. Itu pasti sangat menyakiti perasaannya. Malvin mengusak rambutnya gusar. Dia juga ingat apa yang dikatakan bibi Zang semalam.
"Rara sebenarnya sangat kesepian dan takut dengan orang asing. Dia tidak memiliki saudara."
"Ini adalah boneka harimau kesayangan Rara. Kenapa hancur?" Tanyanya ketika melihat boneka itu tidak seperti semula.
Malvin membawa boneka harimau yang sudah hancur itu ke kantornya. Lalu dia bangkit untuk memanggil sang sekretaris.
"Presdir, apa yang bisa saya bantu?"
"Tolong jahitkan ini." Kata Malvin, ia menyodorkan boneka itu pada Rani.
"Dan...pesankan tiket dan antarkan aku ke kampus Turna Inggris." Lanjut Malvin.
Skip!
"Kampus Turna Inggris memiliki sejarah lebih dari 150 tahun. Meraih penghargaan dan menghasilkan banyak murid berbakat. Hari ini, mewakili seluruh murid-murid, aku mendapatkan hak istimewa untuk berpidato di upacara pembukaan tahun ajaran baru."
Naira sebagai mahasiswi yang terpilih untuk menyampaikan pidato pada upacara pembukaan tahun ajaran baru itu menyampaikan dengan sangat berkarisma, menawan, elegan dan smart hingga seluruh peserta terpukau dengannya.
"Pidato gadis ini boleh juga" gumam Malvin pelan, dia tersenyum tipis tapi manis. Kini dia ada diantara ribuan orang yang mengikuti upacara, dia memakai kacamata untuk meminimalisir cahaya matahari.
Selesai upacara
"Prosedur ini sungguh sangat menyebalkan! Semuanya selalu saja aku yang turun, kamu sebagai ketua malah santai." Naira memanyunkan bibirnya.
"Kau adalah pilar penyemangat sekolah kita. "Jika kau ingin memakai mahkota, kau harus siap memikul bebannya". Itu yang pepatah katakan." Balas Darren.
"Ketua Naira, di luar ada seseorang yang ingin bertemu" ujar seorang mahasiswa yang baru saja datang. Mahasiswa itu tampak memikirkan sesuatu, "namanya tadi siapa yaa..ma ma apa yaa?" Katanya sembari meletakkan telunjuk di kepalanya.
"Uhukk!" Naira tersedak minumannya.
"Usir dia! Jika kau membiarkan dia masuk ke sekolah, aku akan membunuhmu." Ancam Naira pada mahasiswa itu.
"Tapi dia sudah berada di lantai bawah" jawabnya bingung.
"Kenapa reaksimu heboh begitu? Apakah dia bajingan yang menyakitimu?" Tanya Darren sambil terkekeh.
"Bukan!!" Jawab Naira lantang.
"Itu pasti dia. Jack usir dia dari sini." Kata Darren yakin
"Oke!"
Jack segera meninggalkan mereka untuk turun menemui seseorang di lantai bawah sana. Setibanya di sana terlihat seorang laki-laki tampan berdiri dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku. Sungguh laki-laki yang mengagumkan.
"Dia menolak untuk menemuiku?" Tanya Malvin.
"Iya. Kau harus pergi sekarang."
"Bagaimana jika aku tidak mau!" Malvin tersenyum miring.
"Kau akan di usir secara paksa."
"Oh, aku jadi takut?" Malvin melepas kacamatanya.
Dilantai atas
Naira diam-diam melihat Malvin dengan jack dari balik jendela. Walaupun dia tidak mendengar percakapan di antara keduanya. Darren yang sedari tadi menyaksikannya hanya berdiri tenang ditempatnya.
"Jika kau begitu mengkhawatirkan dia, harusnya kau temui dia" ujar Darren
"Aku tidak ingin bicara dengannya sama sekali! Aku hanya ingin tahu apakah dia sudah pergi atau belum."
Darren berjalan mendekat Naira yang berada di dekat jendela dan dia melihat keluar, melihat Malvin.
"Di saat seperti ini kamu harus mengesampingkan egomu. Aku tidak tahu apa yang terjadi di antara kalian. Aku rasa dia ingin menyampaikan sesuatu yang penting kepadamu. Jika tidak, dia tidak akan menempuh perjalanan jauh untuk menemuimu." Darren menghela nafas pelan.
"Kau akan menyesal selama sisa hidupmu jika kau menghindar dan membiarkan sesuatu yang penting pergi.. lakukanlah hal yang benar sebelum terlambat." Lanjutnya seraya mengusap kepala Naira lembut. Dia mengalihkan pandangannya kembali ke Malvin di luar sana.
"Meskipun aku mengerti... membutuhkan seluruh keberanian bagi seorang lelaki untuk mengucapkan kata-kata. Itu momen yang penting."
"Darren, kau..."
_____________________
aku suka baca komen' kalian huhuhuu...
Makasih yaa suportnya🤗
See youu 🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
~PERFECT~ [END]
Fiksi RemajaMark x Ningning "sial kenapa tidak ada yang memberitahuku gadis pengatur ini sudah kembali!" -Malvin Arkana Satya "Oh, apa dia marah?" -batin Naira "Aku belum pernah melihatmu selama bertahun-tahun, keliatannya kau tumbuh lebih tinggi, kucingku!~Ku...
![~PERFECT~ [END]](https://img.wattpad.com/cover/336201266-64-k981482.jpg)