Andin
Loh lo masih di kampus?
Bintang
Lagi hujan
Andin
Kabarin aja kalo mau dijemput
Bintang
Oke
Sesaat setelah menutup aplikasi pesan tersebut, Bintang mendongak keatas dan menemukan derasnya hujan membasahi jalanan. Naasnya, hal tersebut membuat dirinya harus tertahan disaat petang mulai menjemput.
Jadi dengan pertimbangan bahwa hujannya tidak akan reda dalam waktu dekat, dia memutuskan untuk memesan aplikasi gocar. Namun, belum sempat membuka aplikasi berlogo hijau tersebut, dirinya harus dikejutkan dengan eksistensi seseorang yang sudah lama dia tidak lihat.
Andreo.
Sial seribu sial.
Cowok itu menghampiri dan menyapanya, "hai Bin."
Dengan bermodalkan keramahan, akhirnya gadis itu mengangguk dan balas tersenyum.
"Hai kak."
"Belum pulang?"
Pertanyaan retoris.
Sudah lihat dia masih berdiri disini tapi masih bertanya. Tutur batinnya berbicara.
"Hujan kak."
Andreo mengangguk dan tersenyum kecil, berlagak seperti tidak pernah terjadi apa-apa dengan mereka.
"Gue anter pulang mau?" Tanya Andreo yang langsung disambut gelengan kencang oleh Bintang.
"Udah pesan gocar kak."
Dia berbohong agar Andreo mengerti dan bisa segera pergi. Tetapi bukannya pergi cowok itu malah berujar.
"Batalin aja Bin."
Bintang mengulum bibirnya, kesal juga karena Andreo tidak mengerti bahwa Bintang tidak mau berada di dekat cowok itu.
"Ga enak kak, kasian drivernya."
"Itu gocarnya?"
Bintang mengikuti arah tunjuk Andreo dan menemukan sosok yang juga Bintang hindari eksistensinya.
Beneran sial ini mah.
Itu Al, berjalan dengan payung yang melindungi tubuhnya dari hujan. Dia berusaha berpikir positif kalau cowok itu punya keperluan lain dan tidak berjalan kearahnya. Tetapi perkirannya salah sesaat setelah cowok itu berdiri di depannya.
"Ayo pulang." Al berujar sembari mengulurkan tangannya.
Dia ingin menolak sebenarnya, tetapi pulang dengan Andreo pun sebenarnya bukan pilihan yang baik.
Jadi dia menghela nafasnya panjang dan menerima tawaran cowok itu.
Selama perjalanan ke mobil tidak ada yang berbicara, Al hanya diam masih dengan posisi memayunginya dan Bintang pun ikutan bungkam.
Sebenarnya dia bingung mengapa cowok itu tiba-tiba saja datang dan menawarkan bantuan disaat mereka sudah lama tidak berkomunikasi.
Pun pada akhirnya dia berpikir bahwa tidak ada salahnya dia ikut pulang bersama cowok ituㅡ
ㅡatau tidak.
Ternyata dugaannya salah.
Pada awalnya dia bingung mengapa Al bukannya mengarahkan dirinya ke pintu depan tetapi mengarahkannya pada pintu belakang.
Lalu sesaat setelah dia sudah masuk, ternyata jawabannya karena dia bisa melihat kursi itu sudah diduduki orang lain terlebih dahulu.
Gea.
KAMU SEDANG MEMBACA
Starlight
Teen FictionDalam rangka merayakan kelulusannya, Bintang diberi dare yaitu dengan mengaku sebagai tunangan dari cowok acak berbaju pink. Namun yang tidak dia sadari, kesediannya untuk melakukan dare ternyata membawa malapetaka untuknya. Siapa sangka kalau cowok...
