[21] - Terungkap

18.9K 1.6K 16
                                        

Ok, Bintang sakit hati.

Kemarin dia sudah uring-uringan gara-gara si cewek parasit yang seakan-akan tidak bisa lepas dari Andreo barang sedetik saja.

Dan hari ini dia kembali dikejutkan dengan postingan terbaru Andreo dan si cewek parasit itu di instagram.

Sebenarnya foto itu di upload Andreo pada tengah malam saat Bintang sudah terlelap di ranjangnya.

Tapi tadi pagi, setelah menunaikan salat subuh, Lili malah mengirimkan hasil screenshot-an foto Andreo sama si cewek parasit itu melalui personal chat.

Yang membuatnya beribu-ribu kali lipat jadi malas ke kampus. Biasanya dia paling semangat ke kampus, apalagi alasannya kalau bukan karena Andreo, walau disatu sisi dia juga sangat menghindari Al sih.

Tapi hari ini, jangankan semangat, menggerakkan kakinya untuk berjalan pun rasanya sangat berat.

Haduh, rasanya hari ini dia mau bolos saja.

"Mau sampai kapan lo nunduk kek gitu? Sampai lantainya jadi kembar?"

Bintang tahu itu suara siapa, siapa lagi kalau bukan si cacing kremi?

Bintang dengan cepat mendongakkan kepalanya dan berbalik melirik Al sinis. "Bukan urusan lo. Lo juga ngapain disini?"

Al pura-pura memindai seluruh kampus lalu berujar.

"Ini? Gue kan ngampus disini juga."

Ya benar juga sih...

Tapi kan aneh juga kalau dimana-mana ada cowok itu.

Bintang meringis saat tiba-tiba Al malah menjentik dahinya, pelan namun sakit.

"Aw!"

"Malah ngelamun, gue curiga lo mikir yang enggak-enggak."

Bintang mengusap dahinya yang masih menyisakan rasa sakit lalu mendengus.

"Suudzon mulu lo sama gue."

"Ya siapa tahu," Al berkacak pinggang. "Otak lo kan penuh sama pikiran yang enggak-enggak."

Bintang mendengus kencang. "Terse--"

Bintang belum sempat menyelesaikan kalimatnya saat dia mendeteksi kedatangan orang yang tengah mati-matian ia hindari dari arah jam 9.

Jadi dengan cepat dia membalikkan tubuh Al dan bersembunyi di balik punggung cowok itu. Untungnya bahu Al cukup lebar jadi dia masih mampu menyembunyikan tubuh kecil Bintang.

Sementara Al, yang linglung karena dibalik begitu saja langsung mengerti, alasan kenapa cewek itu memilih bersembunyi di belakang punggungnya.

Jelas saja untuk menghindari Andreo, dan si cewek mungil yang akhir-akhir ini selalu terlihat bersama dengan Andreo.

Lalu setelah sang pelaku melewati mereka, Bintang dengan cepat melepaskan pegangannya pada bahu Al, diikuti deheman salah tingkah untuk menutupi aksinya barusan.

Al kembali berbalik ke arah Bintang yang kini tengah berpura-pura membersihkan bajunya.

"Baju lo bagus juga," dia mendongak menatap Al. "Gue duluan ya, bye."

Bintang baru saja akan melarikan diri saat dia kalah tangkas dari cowok itu.

Al menarik tasnya, "mau kemana?"

"Mau ke kelas," jawab Bintang cepat, sembari berusaha melepaskan tarikan tangan Al pada tasnya.

Al mendengus, "setelah gue lindungin lo?"

Bintang memutar bola matanya, berpura-pura terlihat seperti sedang berpikir. "Eh.. eh.. lindungin apa?"

Al kembali mendengus, "gak usah beralibi."

Akhirnya gadis itu menyerah, dia berhenti memberontak dan pasrah saja saat tangan Al masih berada pada tasnya.

"Bisa gak sekali aja lo gak usah mikirin soal hubungan timbal balik?"

Al mengernyitkan dahinya, "hubungan timbal balik?"

"Iya, kalo lo ngelakuin sesuatu buat gue, pasti lo selalu minta balasan."

Al tertawa geli, "di dunia ini gak ada yang gratis Bintang."

Bintang berdecih sinis, "terus lo mau apa? Minta dibeliin makanan? Diangkutin barang? Atau dorong mobil?"

Al tertawa kecil, "emangnya gue sejahat itu?"

'Yaiyalah! Dasar human ga sadar diri!' Ujarnya dalam hati.

"Abis ini lo ada kelas?" Tanya Al tiba-tiba saat dia masih sibuk menyumpahi Al di dalam hati.

"Kalau gak ada kelas ngapain gue ke kampus." Ujarnya sarkastik, namun Al hanya tertawa kecil menanggapinya.

Al melepas pegangan tangannya pada tas Bintang, "jam 10 susul gue ke parkiran nanti."

◦•●◉✿ ✿◉●•◦

Saat Al berkata bahwa Bintang harus menyusulnya ke parkiran, Al tahu kalau Bintang tidak akan mau mengikuti perintahnya.

Al tahu jelas seperti apa tabiat Bintang. Bintang merupakan cewek pembangkang lengkap dengan sifat keras kepalanya.

Jadi tepat jam 10, setelah jam kuliahnya selesai, Al berjalan di sekitar koridor dan tempat-tempat yang biasa Bintang datangi.

Namun saat sedang berjalan di sekitaran lapangan, dia bisa melihat Andreo dari ujung satunya, berjalan berlawanan arah dengannya, tak lupa si cewek mungil yang bergelayut manja di lengan Andreo.

Kalau Bintang melihat ini, Al yakin cewek itu akan kelabakan sendiri. Menyadari hal itu Al mendengus geli.

Al masih senyum-senyum sendiri saat pikirannya membuatnya tersentak kaget. Maksudnya hei, kenapa juga dia memikirkan Bintang?

Astaga... dia mungkin sudah gila karena telah memikirkan Bintang. Tapi tidak ada yang lebih gila saat dia memilih menghentikan langkahnya dan menyapa Andreo, bermaksud menanyakan satu hal yang selalu berada di benak Bintang yang entah kenapa membuatnya ikut penasaran.

Padahal cowok itu paling malas kalau soal sapa-menyapa, orang lain lah yang biasanya menyapanya terlebih dahulu. Mungkin itu juga yang menjadi salah satu alasan dia diberi predikat cowok songong.

Dan biasanya lagi, dia paling benci mencampuri urusan orang lain, apalagi kalau menyangkut soal privasi.

Tapi salahkan saja Bintang yang tiba-tiba hinggap di pikirannya.

"Hai Dre, cewek baru ya?"

Andreo ikut menghentikan langkahnya disusul dengan si cewek mungil itu.

Andreo tertawa kecil. "Bukan cewek gue ini, ponakan gue doang kok."

"Loh gue kira cewek lo?" Tanya Al kaget.

"Banyak yang kirain dia cewek gue emang, padahal mah cuma ponakan." Andreo berujar sembari mengacak-acak rambut si 'pacar gadungannya' itu.

Al melirik si keponakan Andreo saat tahu-tahunya si cewek itu sudah menatapnya duluan.

Jadi selama ini Bintang hanya salah paham?

TBC.

Kalau kalian peka, gue pernah kasih clue di part sebelumnya wkwk :p

StarlightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang