Ada di posisi tidak selera melakukan hal apapun, termasuk makan pun memang terkadang membuat kita gundah, lelah dan rumit. Makanan yang Ayah antarkan untuk Sania, tidak habis. Gadis itu tidak berselara makan, setelah menaruh sisanya di nakas. Gadis itu menghela napasnya dan tidak lama berbaring.
Kini kamarnya memang sepi, tetapi siapa sangka dengan isi pikirannya. Berbagai hal yang harusnya tidak dipikirkan, malah terpikirkan. Overthinking memang kadang susah untuk dielakkan. Apalagi di posisi Sania yang kini sedang merasa bosan. Apalagi pekerjaannya selain melamun dan bermain handphone. Mau bagaimana, efek dari berisiknya pikiran membuat dia tidak selera untuk melakakukan aktivitas, walau sederhana.
Pintunya diketuk, seseorang di luar sana berdecih. Sayang sekali, Sania malas menanggapi apalagi jika hanya untuk keributan. Diabaikanlah ketukan itu, dirinya sangat sedang tidak ingin diganggu apalagi membukakan pintu untuk orang seperti itu.
"Sania!" Nada bicara Rasya mulai meninggi.
Terdengar bisik-bisik setelah itu. "Mbak, tahan Mbak. Mau rencana kita gagal?" Setelah itu Rasya menghela napasnya. "Mbak Sania, ada pesen nih dari Ayah. Buka pintunya yuk, Mbak!"
Berdecak kesal lantas menghela napas beberapa kali, Sania pun turun dari ranjangnya dan segera membukakan pintu. Dia tidak bisa tidak patuh kalau menyangkut Ayahnya, jujur saja meskipun beberapa kali membantah, tetapi Ayahnya yang sekarang mmebuat dirinya takut.
"Ada apa?" Ekspresi Sania dingin.
Rasya memutar bola matanya melihat itu. Tidak sopan sekali dihadapannya berekspresi seperti itu. Melihat gelagat Rasya yang mulai kesal, Cantika pun tersenyum palsu seraya berkata, "Ayah nyuruh Mbak, buat beres-beres gudang. Dari pada engga ada kerjaan mending sapu sama empel aja gudang."
Sania menatapnya dengan curiga. Membersihkan gudang, suruhan Ayah? Sepertinya Ayah tidak akan menyuruh hal seperti ini kepada dirinya, apalagi ini gudang, tidak ada pencahayaan juga kedap suara.
"Jangan bohong kalian!"
Rasya tersulut emosi. "Jangan suuzon terus jadi orang! Kita juga disuruh, Cuma bersihin halaman belakang."
Cantika menimpali, "Iya, Mbak."
Belum puas mendengar jawaban keduanya, Sania bertanya kembali, "Terus kenapa cuma aku yang di gudang. Sementara kalian berdua di belakang?"
"Mbak, Mbak tahu kan gimana jijiknya halaman belakang? Banyak tai ayam juga bebek." Cantika bergidik membayangkannya. "Kalau gudang kan cuma debu aja."
Berdecih. "Gak percaya? Yaudah jangan salahin kita kalau dimarahin Ayah. Ayok Dek!" kesal Rasya. Dadanya sedari tadi panas menahan emosi.
"Yaudah kita pergi dulu." Cantika pun diseret Rasya pergi dengan agak kasar. Tidak peduli lagi apakah gadis itu akan mengubrisnya atau tidak. Namun, jika tidak berarti mereka harus memikirkan cara lainnya.
Setelah kepergiaan saudara tirinya itu. Sania termenung, bertanya-tanya apakah itu perintah ayahnya atau Cuma akal-akalan mereka aja agar membuatnya lelah? Namun, setelah dipikir-pikir lagi, menjaga kebersihan itu kan harus. Katanya kalau rumah kita kotor maka sulit juga nanti rezekinya. Lagian apa salahnya bersih-bersih gudang? Yang salah itu dirinya yang malas, juga karena yang memberitahu amanat itu adalah orang yang Sania benci membuatnya tidak ingin menuruti.
Akhirnya dengan memaksakan diri, Sania pergi ke gudang dengan langkahnya yang lunglai. Meskipun ini akal-akalan mereka saja, Sania tidak perlu khawatir bukankah Allah mengetahui semua perbuatan hamba-Nya. Jika terjadi sesuatu pun harusnya dirinya tidak khawatir karena Allah pasti akan memberikan bantuan. Sayangnya, tak bisa dipungkiri jika hatinya gundah. Ini bukan berari dirinya meragukan Allah 'kan? Sedih dan rasa takut itu wajar karena manusia mempunyai emosi. Namun, lagi-lagi yang salah adalah dirinya yang menganggap semuanya ini berlebihan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mengejar Cinta Gus Arsha (5) {ON GOING}
ChickLit🌻Update setiap Malam Ahad jika tidak ada kendala♥️ Sania berhasil dibuat jatuh cinta oleh sepupunya, Gus Arsha. Di sebuah mimpi buruknya, Sania nekat melakukan suatu hal yang membuat Gus Arsha yang selalu bersikap baik kepadanya merasa begitu kecew...
