34. Ending

221 4 0
                                        

Setelah sekian banyaknya rintangan, Arsha masih ingin kisah mereka tetap berlayar. Orang yang membuat Arsha merasa dihargai dan dicintai ketika bersamanya, tidak lain merupakan Sania. Dengan detak jantung yang berdegub tidak normal, Arsha mulai mengetikkan sebuah pesan.

"Assalamualaikum, Sania. Aku tidak tahu apakah ini sudah terlambat atau belum. Aku minta maaf atas semua luka yang telah kau terima. Bismillahirrahmanirrahim, dengan menyebut  nama Allah melalui pesan ini Sania Analis Az-Zahra will you meery me?"

Arsha melihat pesannya yang ceklis satu. Ke mana perempuan ini? Tidak pegang handphone kah kala di pesantren. Perasaannya entah sejak kapan merasa tidak enak.

Ia pun pergi ke kantor pengurus, tiba-tiba hatinya ingin pergi ke sana. Dalam hatinya Arsha terus beristighfar entah atas apa kegundahan ini Arsha rasakan. Setibanya di sana ia melihat Pengurus perempuan, Sania beserta 4 santriwati berdiri di sana.

"Gus, assalamualaikum." Salah satu pengurus mewakili mengucapkan salam ketika melihat gus Arsha mematung di dekat pintu.

Awalnya, Sania malas sekali untuk menoleh. Namun, ketika mendengar suara menenangkan yang selalu ia rindukan, sontak saja matanya membulat. Laki-laki itu kini ada di hadapannya.

"Sani?"

"Gus Arsha?"

Keduanya berbarengan. "Gus sedang apa di sini?"

Tidak mengindahkan pertanyaannya. Gus Arsha beralih kepada roisah 'amnya. "Apa yang terjadi?"

"Ngapunteun, Gus ada kesalah pahaman."

Sania semakin menunduk. "Namun, in syaa Allah permasalahannya akan kita selesaikan segera."

"Boleh dijelaskan!" Tiba-tiba suara gus Arsha berubah tegas.

"Ng-nggeh, Gus." Pengurus itu pun mulai bercerita. "Jadi, kemarin Aqilah melapor kepada kami jika ia kehilangan barang berharganya. Lantas ketiga santri ini, Geng Three Y menunjuk Sania pelakunya. Karena Mbak Sania yang selalu ada di kamar. Namun, hari ini Aqilah melapor kembali jika pelakunya adalah Yusti. Sementara kedua temannya ini membantu untuk memfitnah Mbak Sania."

"Astaghfirullahal adzim," sontak pengurus yang lain beristighfar bersama Arsha, Sania dan juga Aqilah.

"Mohon ngapunteun Gus sudah membuat kegaduhan. Setelah ini saya akan menyimpan barang berharga di rumah."

Mendengar kejadian ini membuat Arsha merasakan sakit hati. Sani-nya ternyata diperlakukan buruk selama di pesantren. "Perhatikan para santri di sini jangan sampai terjadi fitnah dan pembulian karena efeknya akan sangat serius. Berikan iqob yang sesuai dengan perilaku mereka!"

Semua orang tertunduk. "Baik, ngapunteun, Gus."

Arsha pun mengatur napasnya lantas berujar, "Sania tolong ikuti saya!"

Setelahnya Arsha mengucap lantas berlalu pergi meninggalkan keterkejutan untuk mereka. "Punteun Mbak, masalahnya alhamdulillah sudah selesai, saya permisi, nggeh."

Mbak Roisah itu mengizinkan. "Baik, silakan Mbak Sania. Mohon maaf ya, Mbak."

Sania pun menyusul Arsha, ternyata laki-laki itu membawa Sania ke tempat yang akhir-akhir ini menjadi favoritnya. Dekat danau.

"Gus, kenapa kita ke sini?"

"Sani, sudah buka whatsApp yang aku kirim?"

Gadis itu menggeleng. "Tidak ada pesan dari gus tadi.".

"Ada," ujar Arsha lemah. "Pesan itu penting."

Sania menunduk. "Apa lagi, Gus sekarang?"

Mengerutkan dahinya, sepertinya Kaila belum mengabarkan mengenai batalnya pertunangannya dengan Naya.

"Sani, aku mau ngajak kamu buat berjuang bareng. Kapal kita masih bisa berlayar 'kan?"

"Engga bisa, Gus. Gus Arsha sebentar lagi milik Ning Naya."

"Naya sama aku memutuskan untuk berhenti, hubungan kami engga bisa dilanjutkan."

Terkejut, respon Sania justru membuat Gus Arsha merasa aneh. "Gus kenapa dibatalkan? Gus ngerasa labil lagi ya? Please, jangan seperti ini. Gus Arsha ngga bisa menempatkan dua cinta perempuan dalam satu hati. Gus, Gus Arsha harus memilih salah satunya."

Arsha terkekeh mendengarnya. "Sani, tolong dengarkan aku dulu ya?"

Sania duduk ia menekuk kakinya. "Apa bisa kita bersama?"

Arsha ikut duduk tidak jauh dari Sania. "Sani, kali ini aku engga akan biarin kamu berjuang sendirian lagi. Kita ikhtiar dulu ya, semoga hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan."

"Bu nyai aja engga setuju, Gus. Perjuangan kita tidak akan mudah." Sania merasa semakin pesimis mengenai hubungan mereka.

Mengehela napasnya berat. "Alhamdulillah Umi sama Abi sudah setuju. Besok aku minta izin ke Ayah yaa?"

Sania tersenyum. "Beneran Umi sama Abi merestui kita? Bukannya Umi yang paling menentang?"

Gelengan kepala Arsha beserta senyum lembutnya menenangkan Sania. "Alhamdulillah, sekarang hati umi sudah lebih tenang mengenai hubungan kita. In syaa Allah umi akan merestui keputusan aku. Justru umi yang menyuruh aku untuk berjuang."

Sania mengangguk hatinya merasa lega.
"Jadi, gimana? Sani, kita wujudkan lagi impian kita ya?"

Sania tiba-tiba teringan sesuatu. "Gus, tapi aku sudah terima tawaran ta'arufnya Mas Afan."

"Saniaaaa"

Menutup wajahnya menahan tawa. "Gimana dong Gus..." ia pura-pura menangis.

"Aduh, gimana yaa. Gapapa batalin aja nanti aku yang bantu jelasin ke Afan. Bisa-bisanya dia nikung sahabatnya sendiri."

"Gus, kayaknya sudah terlambat untuk melanjutkan kisah kita. Jalannya terlalu rumit."

"Saniii, kamu mau nyerah? Maaf ya, aku membuatmu menunggu terlalu lama."

Tidak kuat melihat wajah Arsha yang memelas akhirnya Sania tertawa. "Di tahap ini aku mau Gus Arsha aja yang berjuang meminta restu ke keluarga pihak ayah kita."

Arsha memeragakan tanda hormat. "Siap laksanakan komandan!"

"Tapiii ... Sani betulan sudah terima tawaran ta'arufnya?" Sania denfgan entengnya mengangguk.

"Terus gimanaaa?" Jadi Arsha yang sekarang seolah-olah menjadi selingkuhannya.

Sania mengedikkan bahunya. "Berdoa aja semoga pesannya engga kekirim, karena Sani baru inget kalau Sani engga punya kuota." Ia menyengir.

Arsha ikut terkekeh. "Aamiin yang paling keras!"



TAMAT!

YEY ALHAMDULILLAH! AKHIRNYA CERITA MENGEJAR CINTA GUS ARSHA MUNGKIN CUKUP SAMPAI PART INI YAAA

Thank you sudah mau membaca, in syaa Allah segera launching cerita baru yaa😁


Cianjur, 22 Januari 2025

......




Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 22, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Mengejar Cinta Gus Arsha (5) {ON GOING}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang