Kenan Alhaiden Bratama dan Kayna Abimaya
Lima tahun berlalu, kejadian yang meninggalkan jejak masih membekas dalam pikiran Kayna. Sesuatu yang menjebak Kayna hingga hidup dalam kehidupannya.
Meskipun Kayna sudah mempertemukan anak tanpa dosa itu dengan Papa kandungnya tapi rasa kecewa menggeruti hati kecilnya. Seharusnya seorang anak kecil dirawat dengan baik sama orang tua kandung, penuh penjagaan, dan mendapatkan kasih sayang tapi anak yang Hayna asuh tidak mendapatkan satupun. Terkadang ada rasa bersalah kala mengingat Kayna hampir menitipkan anak ini ke panti asuhan. Hatinya meringis sakit.
Dan tepat hari ini, Kenan mengetahui fakta yang mengejutkan tentang anak itu. Anak yang selalu Kenan dekatin karena mengira itu adalah anak Kayna. Berbagai cara telah Kenan perbuat agar Kayna ikut terjebak dengan mendekati anak yang paling perempuan itu sayangi. Tapi kenyataan yang baru saja ia dengar membuatnya kaku tak percaya.
Kenan selalu menjemput Sean ketika suntuk bekerja dengan harapan bertemu Kayna.
Kenan selalu menghampiri Sean ketika anak itu beralibi tengah berada di mall agar tujuan anak itu terwujud--mempertemukan Kayna dan Kenan
Sean selalu menelfonnya menggunakan telfon rumah dengan alasan Kayna sedang tidak enak badan.
Kenan selalu ingin menginap di rumah Kayna karena mansion dalam perbaikan.
Dan Kenan selalu menghancurkan acara kencan Kayna dengan laki-laki manapun berkat informasi dari Sean.
Anak laki-laki itu bisa dihandalkan dalam situasi apapun yang berkaitan dengan Kayna. Alasan-alasan itu memperkuat Kenan supaya Kayna tidak menjauhinya sedetikpun.
Dan ketika mengetahui Sean adalah anak Kayna, perasaannya ingin menghajar laki-laki kurang ajar yang sudah mendahului langkahnya.
Tapi setelah tahu kenyataannya lagi, Sean adalah anaknya, Kenan senang bukan main. Dia sempat terdiam beberapa saat tapi tujuan mendekati anak kecil itu melintas di pikirannya, segera Kenan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Kakinya bergerak-gerak ke udara menandakan jika lelaki itu tengah berada dalam mood sangat baik. Bahkan tangannya mengepal senang.
Segera Kenan keluar dari ruangan setelah mengambil kunci mobil serta jas kerja, memasang di tubuhnya, dan berlari menuju lift. Menekan dengan tak sabar. Sesampainya di basement, ia tidak lagi berjalan santai di kawal oleh pengawal, kakinya malah berlari ke mobilnya, menyalakan mesin lalu keluar dari parkiran. Pikiran Kenan sudah penuh akan berbagai rangkaian yang ingin ia lakukan bersama calon keluarga kecilnya.
Rasanya semakin gila. Bibirnya berkedut menahan untuk tidak tersenyum, sebelah punggung tangan menutup mulut, dan sebelah mengendalikan stir mobil.
Kini mobilnya masuk ke perkarangan rumah Kayna, langkahnya kian cepat, mengetuk tiga kali lalu tak lama seorang anak kecil membuka pintu.
Mata keduanya berbinar saat mengetahui mereka ketemu lagi, tanpa berpikir panjang Kenan merengkuh tubuh Sean dengan kuat. Mengecup beberapa kali ke kepala Sean dan mengelus punggung anaknya sambil berdiri.
"Sean? Kamu ketemu si-"
Dan ketika suara Kayna memasuki indra pendengarannya, Kenan berlari lalu ikut memeluk sangat sangat amat erat tubuh perempuannya. Kedua matanya memejam, hatinya senang bukan main.
Kayna yang tidak mengetahui siapa tamu, dan tubuhnya ditarik masuk ke pelukan laki-laki ini terdiam kaku. Tangannya seperti sulit digerakkan.
"Impian aku bersama kamu akhirnya bisa terwujud sebentar lagi," lirihnya tanpa melepaskan pelukan kedua manusia penting di hidupnya.
