Pagi hari Ayana bersiap siap menuju apartment artis. Setiap hari telah menjadi rutinitas Ayana Macvoran untuk mengawasi dan memastikan mereka hadir sesuai schedule. Tak heran jika Ayana memiliki waktu istirahat yang kurang. Bahkan untuk mengabari keluarga Ayana sejarang itu. Mengecek hp saja saat di perjalanan. Kadang kadang juga Ayana mesti menyetir menuju lokasi syuting.
Namun pengorbanan yang Ayana berikan selama tujuh tahun bekerja tentu ada hasil, perempuan tersebut berhasil memberikan apapun ke orangtuanya seperti rumah, mobil, perabotan rumah dan hadiah lainnya yang membuat keluarga Ayana terasa cukup. Ayana juga bisa menyewa apartment dan membeli kendaraan roda empat secara cash.
Balik lagi, Ayana telah sampai depan dorm. Tangannya menekan password empat digit, mendorong pintunya dan melepas alas kakinya. Suasana ruangan itu cukup gelap, tidak ada tanda tanda sang penghuni telah bangun. Ayana melepas jacket dari tubuhnya. Langkah kakinya menuju meja makan lalu menekan tombol biru yang tersambung langsung ke dalam kamar hingga suara menyebalkan terdengar. Erangan dari sang idol mulai memenuhi ruangan itu, seolah olah mereka tidak rela jika harus kembali pada realita. Bertemu fans yang bahkan fans merupakan sumber penghasilan mereka dari penggemar.
"Kau kecepetan datang. Bukannya jadwal hari ini jam sembilan pagi?" tampak Mingyu keluar dari kamar dengan tangan mengucek mata. Baju serta celana yang Mingyu kenakan sangat berantakan.
Ayana duduk di meja makan, menuangkan jus ke dalam cangkir gelas hingga setengah memenuhi volume gelas. "Agensi sedang ada kendala. Kalian pasti tahu itu dan teman se-agensi bakal ikut rapat pagi ini."
"Kena ke kami juga?"
"Semenjak Pak Johny mengundurkan diri dari Direktur Utama, peraturan beliau yang perusahaan terapkan harus di rancang kembali. Pimpinan kita yang baru kurang setuju akan hal tersebut."
"Ribet, ya" Mingyu menimpali perkataan Ayana. Perempuan stelan formal itu mengangguk mengiayakan.
"Sekarang kamu bersih bersih badan. Biar yang lain saya bangunin." Mingyu hanya berdehem kecil dan melenggang pergi menuju toilet.
Setelah semua telah siap, boygroup dengan tujuh member itu sudah berada di gedung agensi. Ruang rapat itu sudah penuh sama para tamu yang terlibat termasuk artis dan idol agensi. Sementara para manajer duduk samping jajaran manajer lain. Rapat berjalan selama 5 jam lamanya. Jam menunjukkan pukul dua siang berarti jadwal mereka selanjutnya yaitu latihan untuk album terbaru.
Menjelang musim dingin, grup berisi tujuh member tersebut akan mengadakam comeback yang sangat dinantikan oleh para penggemar. Dengan konsep black suit membuat aura mereka sebagai Idol begitu mengangumkan, Ayana pastikan penggemar semakin gila melihat pesona mereka.
Disela sela, Ayana berdiskusi dengan penanggung jawab ruang latihan, terdapat satu member kurang menyukai interaksi antara Ayana dan Bisma.
"Kalian sudah bisa latihan sampai selesai. Jangan ada yang berbuat hal hal aneh karna kamera akan merekam kalian dan jaga tutur kata. Kalo kalian butuh sesuatu, tinggal samperin saya di pantry. Semangat!" tutur Ayana dengan memberikan kata penyemangat di akhir kalimatnya.
Taeyeong, Mark, Jaemin, Jungwoo, Jeno, Mingyu dan Jay mengatur strategi dengan pelatih dance. Mulai dari sinkronisasi dance, jarak ketika dance, ketukan musik yang harus sesuai, dan sebagainya hingga jam sebelas malam berhenti latihan. Sementara Ayana sudah turun ke lobby buat mesan makanan dan kopi untuk mereka di ruang dance. Salah satu kelebihan menjadi manager yaitu memegang satu kartu khusus untuk pengeluaran grup seperti makanan dan minuman saja tapi harus menyertakan bukti pengeluaran.
"Beli kopi lagi, Ay?"
Ayana yang menunggu pesanan balik badan. "Bukan buat saya, tapi mereka yang lembur. Kamu mau juga aku pesanin?"
