Minji yakin kalau perbuatan nya dengan Jungkook pagi tadi itu sangat tidak dibenarkan. Maka dari itu, selagi pikirannya masih waras dan terkendali, Minji tidak akan membiarkan dirinya terus jatuh kedalam pesona berondong itu. Karena betapa kurang ajarnya Jungkook, sehabis melakukan aktivitas panas mereka, pria itu lebih memilih berenang di kolam rumah Jimin dibanding pulang ke rumahnya atau melakukan aktivitas lain diluar, sedangkan Minji memilih untuk mendekam di kamarnya sepanjang hari, sesekali menonton film kalau merasa bosan. Sebenarnya menghindari Jungkook, takut sewaktu-waktu dirinya merasa ingin disentuh Jungkook lagi, Minji tidak mau.
Saat itu matahari telah mencapai puncaknya, Minji menuruni tangga karena sebelumnya ia merasa ingin ngemil sesuatu yang segar dan sehat, misalnya salad. Namun kebetulan macam apa yang ketika itu, ia dipertemukan dengan Jimin yang barusaja masuk kedalam rumah, berjalan ke arah dapur sembari mengendurkan dasi dan menggulung lengan kemeja nya. Wajahnya nampak lelah sekali, Minji menyadari hal itu kemudian menyusul Jimin.
"Jimin, kebetulan sekali sudah pulang?", tanya Minji ketika Jimin sedang menuangkan sebotol air minum dingin dari lemari pendingin kedalam sebuah gelas. Ia menoleh melempar senyum manis di wajah yang terlihat sangat lelah.
"Iya..., aku pulang lebih awal. Melelahkan sekali", ucapnya, kemudian meminum segelas air. Sedangkan Minji mengambil sekotak salad dan berjalan ke arah mini bar, kemudian mendudukan bokongnya di kursi.
"Maaf karena tidak menghubungimu. Pagi tadi aku langsung berangkat ke kantor. Kebetulan ada sebagian pakaianku yang tertinggal dirumah lamaku", Jimin berjalan mendekat ke arah Minji. Berdiri disamping—agak kebelakang Minji yang sedang duduk dan mengunyah makanan nya.
Minji terkekeh dan sedikit menggeleng, "Tidak apa-apa. Lagi pula aku pun berpikir demikian. Ngomong-ngomong, sudah makan siang, Jim?"
Jimin merangkul pundak Minji, menghela nafas berat dan sesekali mengelus pundak wanita itu kemudian menggelengkan kepala, "Belum"
Tiba-tiba saja Minji bangkit dari duduknya dan bersemangat, "Aku siapkan makan siang, ya? Aku sudah membuat sup kari. Kuharap kau suka", ucapnya dengan sedikit terburu-buru—ke arah pantry untuk menyiapkan makan siang Jimin.
Sedangkan pria itu hanya terkekeh, ia melangkahkan kaki menyusul wanitanya. Jimin langsung memeluk tubuh Minji dari belakang, mendaratkan dagunya di pundak sang wanita. Menenggelamkan wajah ke dalam ceruk leher Minji dan sesekali menghirup aromanya.
Sedangkan Minji terkejut, bukan hanya karena Jimin memeluknya-tapi juga merasakan sesuatu yang mengganjal—menyentuh bokongnya. Minji sampai harus menelan ludah ketika Jimin seakan makin menjadi-jadi ketika dadanya di remas oleh kedua tangan Jimin.
"Sebentar saja...,aku suka", lirih Jimin, yang membuat Minji benar-benar dibuat mati kutu. Terlebih saat Jimin semakin menempelkan tubuh mereka.
"Ehm, makan siangnya—bagaimana, Jim?", tanya Minji dengan sedikit gugup.
"Nanti saja. Aku lebih ingin memakan yang satu ini", balas Jimin dengan tangan yang perlahan masuk kedalam kaos oversize Minji. Jari-jemarinya yang menyentuh kulit perut, semakin membuat Minji berdebar.
"Okay..., tapi bagaimana kalau kita ke kamar saja? Memang tak apa kalau Jungkook melihat kemesraan kita—"
"Jungkook?", sela Jimin dan langsung mendongak kaget, "Dia masih disini?"
"I-iya, hanya saja aku tidak tau dia dimana sekarang. Seharian ini aku berdiam diri di kamar sedangkan tadi pagi yang kulihat dia sedang berenang", jelas Minji. Kemudian Jimin langsung melonggarkan pelukannya.
Jimin mendengus kesal dengan ekspresi bingung, "Betah sekali bocah itu, tidak biasanya. Ah, kalau begini aku tidak bisa bebas menyentuhmu"
Sedangkan Minji dibuat terkekeh, ia langsung mengambil piring yang sudah siap dengan makan siang Jimin. "Ya sudah, makan dulu saja, Jim", ucapnya, kemudian Jimin mengangguk—mengikuti langkah Minji yang hendak berbalik, berjalan ke arah meja makan. Namun tiba-tiba terhenti, saat keduanya menemukan Jungkook yang sedang berdiri tepat di pintu dapur—menatap Minji dan Jimin dengan ekspresi kaku dan kaget. Dengan keadaan rambut yang setengah basah, dan tubuh yang dibalut oleh bathrobe dengan bagian dada yang sedikit terbuka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Night Butterfly [M]
Fanfiction[MATURE 21+] [TAMAT] Choi Minji tak main-main membandrol dirinya dengan harga fantastis hingga orang-orang kerap memberinya julukan 'Kupu-Kupu Malam' yang tak banyak orang bisa taklukkan. Namun, suatu ketika tawaran menggiurkan datang dari seorang...
![Night Butterfly [M]](https://img.wattpad.com/cover/267679251-64-k444918.jpg)