EXTRA I : DIVORCE

1.3K 107 74
                                        

Klak.

Klak.

Klak.

Ia meraba ruang disisinya yang ia yakini terisi seseorang sebelum ia jatuh tertidur karena lelah. Suara yang begitu jelas tertangkap kedua telinganya karena pintu kamar terbuka lebar.

KLAK.

Ia tak bisa lagi membiarkan kelopak matanya tertutup karena suara keras yang ia percaya berasal dari dapur mengganggunya.

"Yeobo.." panggilnya pelan.

Kedua kakinya turun dari ranjang. Mengambil kaos hitam yang tersampir di punggung kursi dan memakainya asal.

Benar saja, ia menemukan seseorang sedang sibuk didepan kompor yang menolak untuk bekerja di tengah malam seperti ini. "Seokjin? Kau ingin memasak sesuatu?"

Seokjin menoleh dengan kedua mata basah dan hampir menangis. "Aku hanya ingin menggoreng telur dan beberapa sosis, tetapi kompor ini terus bertingkah kepadaku." Jawabnya dengan bibir bergetar.

Jungkook tersenyum tipis dan melangkah menghampiri Seokjin yang masih bersandar pada counter dapur.

Ia memeluk pinggang Seokjin dengan tangan kirinya. Tangan kanannya mengusap pipi Seokjin dengan lembut. "Kau kelaparan sekali, hm?" tangannya lebih terangkat dan mengusap ujung mata Seokjin pelan.

Tersangka yang membuat keributan ditengah malam yang damai itu hanya mengangguk lemah dengan bibir mengerucut.

"Kau tunggu saja di kamar, aku akan mengecek kompornya dan memasak untukmu. Setelah semua siap nanti aku bangunkan," Jungkook mengecup bibir Seokjin singkat.

"Aku ingin melihatmu memasak-"

"Punggungmu pasti masih sakit. Kembali ke kamar dan aku akan melakukan semuanya dengan cepat!"

Seokjin akhirnya mengalah dan mengangguk pelan. "Jungkook, saranghae."

Jungkook terkekeh pelan membiarkan Seokjin mengecup seluruh wajahnya dengan kegirangan.

Setelah memastikan Seokjin merebahkan dirinya diranjang. Ia kembali ke dapur dan sibuk dengan alat masak yang ia butuhkan. Dan benar saja, ia melakukan segalanya tidak sampai tiga puluh menit.

Dengan senyuman lebar hingga kedua gigi kelincinya terlihat, ia membawa sepiring besar berisi telur dan sosis yang tercium lezat.

"Yeobo," panggilanya dari ambang pintu masih tersenyum lebar. Ia melihat Seokjin sedang duduk di tepi ranjang sambil sibuk dengan ponselnya.

"Jungkook, apa kau mengantuk sekarang?" setelah beberapa detik, Seokjin baru menoleh dan berjalan mendekatinya sambil tersenyum tinggi.

Piring di tangan Jungkook tak ia tengok sama sekali. Kedua matanya berbinar menunggu jawaban Jungkook. "I'm fine."

"GOOD! Ayo kita beli burger didepan kantor!" Seokjin membuka laci panjang nomor tiga dan mengambil dua mantel panjang dengan dua warna berbeda.

Jungkook menunduk sejenak. Melihat makanan di tangannya yang mulai dingin. "Sekarang?" ia mendongak dan melihat Seokjin mengangguk cepat sebagai jawaban.

"Aku yang akan menyetir. Kau bisa tidur selama di jalan." Ucap Seokjin sambil membalut tubuhnya dengan mantel berwarna coklat tua panjang hingga selututnya.

Jungkook meletakkan piring itu diatas rak panjang dimana beberapa baju berada didalamnya. Ia meraih kunci mobil dari tangan Seokjin tanpa menatap Seokjin, "I'll drive you."

Seokjin melompat kegirangan sambil membuntuti Jungkook keluar dari pintu apartemen. Dengan gembira ia merangkul lengan Jungkook yang sudah terlapisi mantel hitam pilihannya.









Never Meet AgainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang